Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan
Episode 32


__ADS_3

Aidenmelihat


Mine duduk di taman belakang rumah Catherine menatap ke danau buatan yang ada


di sana. Ia berjalan mendekati Mine dan duduk di kursi yang di duduki Mine.


"Masih


marah pada Uncle?" tanya Aiden membuat Mine menoleh padanya dan


menggelengkan kepalanya.


"Kalau


begitu, kamu mau mendengarkan penjelasan Uncle?" tanya Aiden.


"Tapi


nggak akan bohong?" tanya Mine dengan polosnya membuat Aiden tersenyum.


"Janji."


Aiden mengangkat tangannya di sebelah kepala nya sebagai tanda ia berjanji.


"6


tahun lalu. Aku bertemu dengan Mommy Catherine dalam perjodohan yang di buat


oleh kedua orang tua kami. Sejak awal aku mengatakan padanya kalau aku sudah


memiliki wanita yang aku sukai dan akan menikahinya. Mommy Catherine paham dan


dia pun tidak menerima perjodohan itu," ucap Aiden.


"Waktu


berjalan begitu saja dan kami kembali di pertemukan dalam acara jamuan


perusahaan. Dari sana kami pun memutuskan untuk berteman karena kami merasa


cocok satu sama lain," seru Aiden. "Sampai suatu hari aku mabuk


karena patah hati telah di khianati. Aku salah mengenali wajah. Aku pikir Mommy


mu yang saat itu ingin menolongku malah aku anggap sebagai wanita yang sudah


mengkhianatiku. Aku menyakitinya," seru Aiden terdiam sesaat seakan


memilih dan memilah kata supaya Mine memahaminya.


"Sejak


saat itu aku tidak bisa menemui Mommy mu lagi. Dia pergi tanpa jejak dan kabar.


Aku tidak menyangka kepergiannya itu menyembunyikan fakta tentang dirimu.


Ternyata dia hamil kamu dan pergi menjauh dariku. Aku sungguh tidak menyangka


dia sedang mengandung anakku." Kini Aiden menoleh ke arah Mine yang juga


menatapnya.


"Maafkan


aku Mine. Aku pantas kamu benci, aku bukanlah ayah yang keren dan baik seperti


yang kamu inginkan. Aku sudah membuatmu juga Mommy terluka dan menanggung semua


beban ini selama bertahun-tahun. Maafkan aku."


Aiden


terlihat berkaca-kaca menatap ke arah Mine. Ia ingin menangis dan menyesali


segala perbuatannya di masa lalu.


"Apa


aku boleh bertanya satu hal," tanya Mine.


Aiden


mengangguk. "Tanyakanlah apapun itu," seru Aiden.


"Apa...


Apa kamu mencintai Mommy Catherine?" tanya Mine membuat Aiden terpaku.


"Apa


kamu dan Mommy bisa bersama?" tanya Mine dengan mata polosnya.


Aiden


bergeser mendekati Mine dan mengambil tangan imutnya.


"Apa


yang kamu tau tentang mencintai?" tanya Aiden pada Mine.


"Itu-"


Mine terdiam sesaat seakan memikirkan sesuatu. "Kata Mommy Eve mencintai


itu ingin saling memiliki, bersama saling mengasihi dan hidup bahagia. Apa kamu


mencintai Mommy?" tanya Mine.


Aiden


tersenyum seraya mengusap kepala Mine. "Aku mencintai nya dan ingin


bersamanya selamanya," ucap Aiden membuat mata Mine melebar dan terlihat


bahagia.


"Beneran?"


"Iya.


Aku ingin bersama dengan kalian," ucap Aiden.


"Daddyy...."

__ADS_1


Mine langsung meloncat memeluk Aiden dengan sangat bahagia. "Daddy... Mine


sayang Daddy..."


Mendengar


panggilan itu hati Aiden berdebar cepat dan ia merasa terharu hingga air


matanya jatuh membasahi pipinya. Ia tidak menyangka akan di panggil Daddy.


"Terima


kasih," gumam Aiden mengecup kepala Mine.


Mine


melepaskan pelukannya dan menatap Aiden. Ia tersenyum lebar seraya mengusap air


mata di pipi Aiden.


"Jangan


menangis Dad. Mine seneng banget punya Daddy tampan, baik dan keren kayak Daddy


Aiden," serunya sangat antusias.


Sebahagia


inikah seorang anak bertemu dengan Daddy nya...


"Daddy


juga bahagia banget punya anak yang cerdik, cantik dan sangat imut seperti


Mine," ucap Aiden mencubit hidung Mine pelan membuat Mine terkekeh.


"Jadi


sudah tidak akan menangis lagi seperti kemarin?" seru Aiden. "Daddy


sangat ketakutan dan khawatir melihat kamu menangis seperti kemarin," ucap


Aiden.


"Tidak


akan Daddy. Mommy Eve sudah jelasin semuanya sama aku. Jadi aku nggak akan


marah lagi sama kalian," serunya tersenyum menggemaskan.


"Syukurlah.


Mommy mu pasti bahagia dan lega melihat kamu tidak marah lagi," seru


Aiden.


Mine


mengangguk senang.


"Mau


bertemu Mommy?"


Mine


"Ayo


temui Mommy...." Mine terlihat sangat bahagia dalam gendongan Aiden.


"Daddy,


nanti Daddy yang antar jemput Mine ke sekolah yah. Supaya temen-temen Mine tau


kalau Mine punya Daddy yang tampan dan keren," serunya membuat Aiden


terkekeh.


"Baiklah


tuan putri...."


Begitulah


takdir mengantarkan Aiden yang awalnya tidak memiliki alasan untuk hidup dan


tujuan untuk hidup. Kini dia memiliki banyak alasan untuk tetap bertahan hidup


dan menjalani hidupnya menjadi lebih baik. Semua ini berubah karena dua wanita


spesial yang datang dalam hidup nya dan mampu membolak balikkan hidupnya yang


awalnya hampa, kelabu kini penuh warna.


Aiden


bersyukur karena Tuhan tidak berpaling padanya. Aiden tidak akan menyia-nyiakan


kesempatan kedua ini untuk membawa hidupnya menjadi lebih baik bersama dua


wanita yang dia cintai.



Mereka


berdua sampai di rumah sakit dan terlihat Catherine duduk di atas kursi roda.


Ia terlihat melamun menatap keluar jendela ruangannya dimana mampu


memperlihatkan arus lalu lintas. Salju tampak sudah mulai berhenti.


"Mommy..."


Catherine


terpekik saat tangan imut memeluknya dari samping.


"Mine?"


seru Catherine sangat bahagia menarik Mine ke dalam pelukannya.


"Maafkan

__ADS_1


Mommy, hikzz..." Catherine menangis dalam pelukan Mine. "Mommy sadar,


Mommy begitu egois tidak memikirkan mu. Mommy telah membohongimu dan


menyembunyikan semua ini," isak Catherine.


"Tidak


Mom. Mommy jangan menangis," seru Mine.


Catherine


melepaskan pelukannya dan menatap Mine dengan sayang.


"Maaf


karena Mommy belum bisa menjadi ibu yang baik untuk kamu. Mommy sering


meninggalkanmu sendiri dan sibuk bekerja. Maaf Mommy tidak bisa selalu ada di


samping kamu saat kamu butuh Mommy," isak Catherine.


Tangan


kecil Catherine terulur mengusap air mata di pipi Catherine.


"Tidak


Mom. Mommy itu ibu terkuat dan hebat di dunia. Mine beruntung punya Mommy kayak


Mommy. Mine sayang Mommy..." Mine memeluk Catherine dengan penuh sayang


membuat Catherine tersenyum lega.


"Kamu


sudah memaafkan Mommy?" tanya Catherine.


"Iya


Mom. Jangan bohongi Mine lagi," ucap Mine.


"Mommy


janji." Catherine mengecup puncak kepala Mine dengan sayang.


Aiden


yang berdiri tak jauh di belakang mereka hanya bisa tersenyum haru melihatnya.


Kali ini dia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga mereka berdua.


Dia tidak akan pernah meninggalkan mereka berdua lagi.


"Daddy..."


Panggilan


itu menyadarkan Aiden dari lamunannya. Mine berjalan mendekati Aiden dan


menarik tangannya untuk mendekati Catherine yang sudah berbalik ke arahnya.


Aiden


sudah berdiri di hadapan Catherine saat ini. Mata mereka bertemu satu sama lain


dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Begini..."


Aiden


dan Catherine di buat kaget saat tangan mereka berdua di satukan oleh Mine yang


tersenyum melebar melihat mereka berdua.


"Mine


ini-?" seru Catherine menatap Mine dengan bingung.


"Ayo


kalian cepat menikah. Biar kita bisa tinggal bersama," ucap Mine dengan


nada ceria.


Deg


Catherine


terpaku di tempatnya. Ia menatap ke arah Aiden yang hanya mengusap kepala Mine.


Catherine


menarik tangannya begitu saja membuat Mine dan Aiden melihat ke arahnya.


"Mom?"


"Mine,


pernikahan bukanlah sebuah permainan. Tidak bisa di paksakan begitu saja,"


ucap Catherine.


"Cath-"


Aiden ingin membuka suara tetapi Catherine menggelengkan kepalanya.


"Maaf.


Aku tidak bisa menikah denganmu, Aiden." Catherine memalingkan wajahnya.


Deg


Aiden


hanya bisa terpaku di tempatnya.


Di


tolak lagi...?


__ADS_1


__ADS_2