
Di
ruangan lain Robert terlihat memaksa Catherine untuk menandatangi berkas.
"Cepat!"
bentak Robert.
"Aku
tidak akan melakukannya." Catherine tetap pada pendiriannya.
"Kau
sungguh keras kepala!" pekik Robert sudah habis kesabaran karena
Catherine.
"Ah!"
pekik Catherine saat Robert menjambak rambutnya membuat kepala Catherine
mendongak ke atas.
"Kau
sungguh tidak takut. Kau pikir ancaman ku hanya ucapan belaka," bisiknya
dengan tajam.
"Bawa
masuk ular itu," seru Robert.
Tak
lama dua orang anak buahnya membawa kotak besar yang terbuat dari kaca. Di
dalamnya terlihat seekor ular boa berukuran besar.
"Ular
itu sudah lama tidak makan. Kalau kamu masih tidak menandatangi berkas ini.
Maka kamu akan jadi santapannya," seru Robert.
"Kau
pikir aku takut," seru Catherine dengan nada tajam dan sedikit meringis
karena jambakan Robert semakin kuat.
"Kau
masih ingin bermain-main yah. Baiklah kalau begitu, kita bermain dulu sebelum kamu
menjadi santapan ular boa itu," seru Robert menyeringai.
Melihat
seringai itu Catherine langsung menjadi ketakutan. Ia memiliki firasat buruk.
"Ah!"
Robert
tiba-tiba saja menarik kemeja Catherine di bagian lengannya hingga sobek.
Kemudian ia melepaskan jambakannya dan melepaskan ikatan Catherine.
Setelah
itu ia melemparkan tubuh Catherine hingga tersungkur di lantai tepat di hadapan
10 anak buahnya.
"Aku
memberikan bonus untuk kalian. Nikmatilah tubuh ****** ini bersama-sama,"
seru Robert membuat kedua mata Catherine melebar.
"Kau
biadab! Berengsek!" teriak Catherine.
"Hahaha"
Robert tertawa puas saat para anak buahnya sudah mengerumuni Catherine yang
berusaha menepis setiap tangan yang ingin menyentuhnya.
"Lepaskan!
Pergi!" teriak Catherine terisak.
'Tolong
siapapun selamatkan aku. Lebih baik aku mati daripada di lecehkan seperti ini,'
batin Catherine.
Tubuhnya
__ADS_1
di dorong hingga terlentang di atas lantai.
"Biar
aku dulu yang mencoba bagaimana rasanya Nyonya besar ini," tawa salah satu anak buah Robert.
"Menjauh!"
teriak Catherine berusaha mencari sesuatu untuk melindungi dirinya.
"Nikmatilah
******." tawa Robert menggelegar.
Catherine
berusaha menghindar walau sulit. Kemudian dua orang dari mereka memegang kedua
tangan Catherine yang terus melawan. Kemudian dua orang lagi menahan kedua kaki
Catherine. Kini posisi Catherine sangat tersudut dan ia tidak bisa melakukan
apapun.
Seorang
pria mulai membuka sabuk celananya di depan Catherine membuatnya memalingkan
wajahnya diiringi isakan.
Bagaimana
ini....
Bug
Pria
yang sudah membuka celananya itu tiba-tiba terlempar ke belakang karena
tendangan seseorang.
Catherine
menoleh saat mendengar suara tendangan itu. Dan matanya melebar penuh rasa
bahagia dan syukur.
"Aiden..."
gumamnya.
Aiden
Ia
langsung menendang ke empat orang yang tengah menahan Catherine. Sedangkan
Harry dan dua orang anak buahnya sudah berkelahi melawan musuh yang lain.
Robert terlihat melarikan diri dengan membawa berkas. Tetapi sebelum itu, ia
melepaskan ular besar itu dari kandangnya.
Aiden
melepaskan mantel hitam yang ia gunakan. Kemudian ia berjalan mendekati
Catherine. Ia berjongkok di hadapan Catherine.
"Kamu
tidak apa-apa?" tanya Aiden membantu Catherine terbangun dan memasang kan
mantelnya di tubuh Catherine.
"Aiden..."
Catherine langsung memeluk tubuh Aiden dan terisak.
"Maafkan
aku karena terlambat menolongmu," ucap Aiden.
Catherine
hanya menggelengkan kepalanya dan tetap terisak.
"Sudahlah.
Semuanya baik-baik saja," ucap Aiden.
"Aiden
awas!"
Catherine
mendorong tubuh Aiden menjauh darinya saat seseorang memukulkan kursi kayu
dengan keras ke arah mereka.
"Ah!"
__ADS_1
"Catherine!"
pekik Aiden saat pukulan kursi itu mengenai punggung dan kepala bagian belakang
Catherine.
Tubuh
Catherine ambruk dengan darah mengalir dari bagian belakang kepalanya.
Pandangan
Catherine mulai kabur. Aiden terlihat berkelahi dengan penjahat yang memukul
Catherine.
Catherine
berkeringat dingin dan darah terus mengalir membuatnya memegang kepalanya yang
terasa sakit.
Seekor
ular terlihat mendekatinya. Pandangan Catherine semakin lama semakin kabur dan
ia tidak begitu jelas melihat ular yang semakin mendekatinya.
Ular
itu sudah dekat dengan kaki Catherine. Ular itu mulai melilit kaki Catherine
yang sudah tak bertenaga.
"Oh
God!" pekik Aiden saat melihat setengah tubuh Catherine sudah di lilit
ular boa besar itu.
Tanpa
pikir panjang Aiden mencengkram bagian leher ular itu dan menusukkan pisau
lipat di tubuhnya. Ular itu meronta dan melepaskan lilitannya di tubuh
Catherine.
Aiden
sempat berguling dengan masih memegang kuat ular itu. Dan berusaha melawan ular
yang semakin agresif dan berbahaya.
Dor
Aiden
mampu menghela napasnya saat Harry menembak tepat sasaran dan ular itu langsung
mati.
Dengan
cepat Aiden beranjak dan berlari mendekati tubuh Catherine yang sudah terkulai
di lantai.
"Cath."
Aiden membawa tubuh Catherine ke dalam dekapannya. "Bertahanlah. Aku akan
membawamu ke rumah sakit."
"A-aiden..."
Catherine menatap Aiden dengan tatapan sendu.
Mata
Aiden memerah melihat Catherine yang sudah terluka parah.
"Bertahanlah
aku mohon," seru Aiden dan air matanya luruh membasahi pipi.
"Kamu
menangis?" gumam Catherine tangannya terangkat mengusap air mata di pipi
Aiden.
"Aku
mencintaimu... Aiden..."
Catherine
kehilangan kesadarannya setelah mengatakan itu.
"Catherine!"
Ꙭ
__ADS_1