Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan
Episode 29


__ADS_3

Di


ruangan lain Robert terlihat memaksa Catherine untuk menandatangi berkas.


"Cepat!"


bentak Robert.


"Aku


tidak akan melakukannya." Catherine tetap pada pendiriannya.


"Kau


sungguh keras kepala!" pekik Robert sudah habis kesabaran karena


Catherine.


"Ah!"


pekik Catherine saat Robert menjambak rambutnya membuat kepala Catherine


mendongak ke atas.


"Kau


sungguh tidak takut. Kau pikir ancaman ku hanya ucapan belaka," bisiknya


dengan tajam.


"Bawa


masuk ular itu," seru Robert.


Tak


lama dua orang anak buahnya membawa kotak besar yang terbuat dari kaca. Di


dalamnya terlihat seekor ular boa berukuran besar.


"Ular


itu sudah lama tidak makan. Kalau kamu masih tidak menandatangi berkas ini.


Maka kamu akan jadi santapannya," seru Robert.


"Kau


pikir aku takut," seru Catherine dengan nada tajam dan sedikit meringis


karena jambakan Robert semakin kuat.


"Kau


masih ingin bermain-main yah. Baiklah kalau begitu, kita bermain dulu sebelum kamu


menjadi santapan ular boa itu," seru Robert menyeringai.


Melihat


seringai itu Catherine langsung menjadi ketakutan. Ia memiliki firasat buruk.


"Ah!"


Robert


tiba-tiba saja menarik kemeja Catherine di bagian lengannya hingga sobek.


Kemudian ia melepaskan jambakannya dan melepaskan ikatan Catherine.


Setelah


itu ia melemparkan tubuh Catherine hingga tersungkur di lantai tepat di hadapan


10 anak buahnya.


"Aku


memberikan bonus untuk kalian. Nikmatilah tubuh ****** ini bersama-sama,"


seru Robert membuat kedua mata Catherine melebar.


"Kau


biadab! Berengsek!" teriak Catherine.


"Hahaha"


Robert tertawa puas saat para anak buahnya sudah mengerumuni Catherine yang


berusaha menepis setiap tangan yang ingin menyentuhnya.


"Lepaskan!


Pergi!" teriak Catherine terisak.


'Tolong


siapapun selamatkan aku. Lebih baik aku mati daripada di lecehkan seperti ini,'


batin Catherine.


Tubuhnya

__ADS_1


di dorong hingga terlentang di atas lantai.


"Biar


aku dulu yang mencoba bagaimana rasanya Nyonya besar ini,"  tawa salah satu anak buah Robert.


"Menjauh!"


teriak Catherine berusaha mencari sesuatu untuk melindungi dirinya.


"Nikmatilah


******." tawa Robert menggelegar.


Catherine


berusaha menghindar walau sulit. Kemudian dua orang dari mereka memegang kedua


tangan Catherine yang terus melawan. Kemudian dua orang lagi menahan kedua kaki


Catherine. Kini posisi Catherine sangat tersudut dan ia tidak bisa melakukan


apapun.


Seorang


pria mulai membuka sabuk celananya di depan Catherine membuatnya memalingkan


wajahnya diiringi isakan.


Bagaimana


ini....


Bug


Pria


yang sudah membuka celananya itu tiba-tiba terlempar ke belakang karena


tendangan seseorang.


Catherine


menoleh saat mendengar suara tendangan itu. Dan matanya melebar penuh rasa


bahagia dan syukur.


"Aiden..."


gumamnya.


Aiden


Ia


langsung menendang ke empat orang yang tengah menahan Catherine. Sedangkan


Harry dan dua orang anak buahnya sudah berkelahi melawan musuh yang lain.


Robert terlihat melarikan diri dengan membawa berkas. Tetapi sebelum itu, ia


melepaskan ular besar itu dari kandangnya.


Aiden


melepaskan mantel hitam yang ia gunakan. Kemudian ia berjalan mendekati


Catherine. Ia berjongkok di hadapan Catherine.


"Kamu


tidak apa-apa?" tanya Aiden membantu Catherine terbangun dan memasang kan


mantelnya di tubuh Catherine.


"Aiden..."


Catherine langsung memeluk tubuh Aiden dan terisak.


"Maafkan


aku karena terlambat menolongmu," ucap Aiden.


Catherine


hanya menggelengkan kepalanya dan tetap terisak.


"Sudahlah.


Semuanya baik-baik saja," ucap Aiden.


"Aiden


awas!"


Catherine


mendorong tubuh Aiden menjauh darinya saat seseorang memukulkan kursi kayu


dengan keras ke arah mereka.


"Ah!"

__ADS_1


"Catherine!"


pekik Aiden saat pukulan kursi itu mengenai punggung dan kepala bagian belakang


Catherine.


Tubuh


Catherine ambruk dengan darah mengalir dari bagian belakang kepalanya.


Pandangan


Catherine mulai kabur. Aiden terlihat berkelahi dengan penjahat yang memukul


Catherine.


Catherine


berkeringat dingin dan darah terus mengalir membuatnya memegang kepalanya yang


terasa sakit.


Seekor


ular terlihat mendekatinya. Pandangan Catherine semakin lama semakin kabur dan


ia tidak begitu jelas melihat ular yang semakin mendekatinya.


Ular


itu sudah dekat dengan kaki Catherine. Ular itu mulai melilit kaki Catherine


yang sudah tak bertenaga.


"Oh


God!" pekik Aiden saat melihat setengah tubuh Catherine sudah di lilit


ular boa besar itu.


Tanpa


pikir panjang Aiden mencengkram bagian leher ular itu dan menusukkan pisau


lipat di tubuhnya. Ular itu meronta dan melepaskan lilitannya di tubuh


Catherine.


Aiden


sempat berguling dengan masih memegang kuat ular itu. Dan berusaha melawan ular


yang semakin agresif dan berbahaya.


Dor


Aiden


mampu menghela napasnya saat Harry menembak tepat sasaran dan ular itu langsung


mati.


Dengan


cepat Aiden beranjak dan berlari mendekati tubuh Catherine yang sudah terkulai


di lantai.


"Cath."


Aiden membawa tubuh Catherine ke dalam dekapannya. "Bertahanlah. Aku akan


membawamu ke rumah sakit."


"A-aiden..."


Catherine menatap Aiden dengan tatapan sendu.


Mata


Aiden memerah melihat Catherine yang sudah terluka parah.


"Bertahanlah


aku mohon," seru Aiden dan air matanya luruh membasahi pipi.


"Kamu


menangis?" gumam Catherine tangannya terangkat mengusap air mata di pipi


Aiden.


"Aku


mencintaimu... Aiden..."


Catherine


kehilangan kesadarannya setelah mengatakan itu.


"Catherine!"


__ADS_1


__ADS_2