Mendadak jadi HOT DADDY

Mendadak jadi HOT DADDY
Bab 37 ~ Datang dan Pergi


__ADS_3

“Heh, Rico! Jangan bikin takut dong!” seru Jihan dengan tatapan aneh. Selama ini pria itu tidak pernah mengeluh sakit. Bahkan setiap tiga bulan sekali, rutin menjalani tes kesehatan yang diwajibkan oleh Tiger.


Rico tak berdaya, ia terduduk di lantai sembari menekan kepala dengan kedua tangan. Kepalanya serasa berputar-putar setelah mengalami mual muntah yang begitu dahsyat. Ulu hatinya sampai terasa panas. Debaran jantungnya pun meningkat pesat.


“Aduh, aku panggilin dokter ya! Bentar!”


“Enggak usah! Tunggu Airin sampai selesai!” cegah Rico meringkuk di lantai, mencengkeram punggung yang rasa nyerinya semakin menjalar.


“Yaudah deh, serah kamu. Tapi kalau ada apa-apa, jangan salahin aku!” cetus Jihan yang berinisiatif menghubungi suaminya.


Jihan menceritakan kejadian yang dialami oleh Airin di apartemen. Sebelum terlambat dan diobrak abrik kepolisian, Tiger segera bergerak bersama anak buahnya untuk menyelidiki. Apalagi kondisi Rico sendiri saat ini tengah mengkhawatirkan. Ia tidak bisa berpikir jernih akibat kesakitannya.


Beberapa jam berlalu, lampu operasi sudah padam. Menandakan bahwa operasi sudah selesai. Jihan segera berdiri di depan pintu. Menunggu kabar Airin dengan cemas.


Dokter keluar terlebih dahulu, berdiri sembari menggenggam lengannya sendiri. Kepalanya sedikit menunduk. “Maaf, Tuan.”


Suara dokter memaksa Rico beranjak, walau tubuhnya begitu lemah seperti habis berkelahi dengan para musuhnya. Bahkan lebih parah dari itu.

__ADS_1


“Bayi Anda sudah meninggal sejak dalam kandungan. Dan kami tidak bisa menghentikan pendarahan Nyonya Airin, karena penyakit hemofilianya. Beliau, juga tidak bisa kami selamatkan. Kami turut berduka cita,” ucap dokter menunduk dalam.


Dua kaki Rico serasa tak bertulang. Lemas hingga tidak bisa menopang tubuhnya. Dadanya teramat sesak, penyesalan bertubi-tubi membelenggunya hingga lehernya seakan tercekik. Pria itu terduduk dengan pandangan kosong. Air matanya berjatuhan tanpa bisa ia kontrol.


“Ya Tuhan!” Jihan menutup mulutnya yang terbuka lebar. Meski tidak begitu mengenal wanita itu, Jihan turut merasa ngeri sekaligus iba dengan peristiwa yang dialami.


\=\=\=\=ooo\=\=\=\=


Bersamaan dengan itu, erangan panjang Lala yang sudah ke sekian kalinya, mampu melahirkan seorang bayi yang jerit tangisnya riuh di ruang persalinan.


“Selamat, Nyonya. Bayi Anda perempuan. Lengkap, sehat dan normal!” ucap dokter membawa bayi merah itu ke pelukan ibunya.


Sepasang manik Lala berembun, hingga tidak bisa melihat jelas. Napasnya masih terengah. Tubuhnya luluh lantak dan remuk redam, namun seketika menghilang tatkala bayi mungil yang ia kandung selama 9 bulan, kini berada dalam dekapannya.


Lala memeluknya sangat erat, air matanya berjatuhan semakin deras. “Sayang, terima kasih sudah hadir di hidup mama,” gumam Lala menciumi puncak kepala bayi yang masih basah.


“Kamu harus jadi perempuan yang kuat! Jangan cengeng dan terus berjuang bersama mama ya, Nak,” ucap Lala dengan bibir bergetar.

__ADS_1


Setelah mendapat perawatan pasca persalinan, ibu dan anak itu segera dipindahkan ke ruang rawat inap. Semua orang sangat bahagia dengan kehadiran princess kecil di tengah-tengah mereka.


Nyonya Felix terus menggendongnya, tidak membiarkan siapa pun mendekat. Karena tahu, para bawahannya itu terlalu gemas dengan putri kecil yang begitu cantik, sebagai pelipur lara bagi mereka.


“Kamu pasti lelah, mau makan dulu? Atau istirahat?” tanya Nyonya Felix.


Lala tersenyum di ranjangnya, “Terima kasih, Nyonya. Saya ingin istirahat sebentar. Boleh titip anakku sebentar?”


“Tentu saja, La. Kami akan menjaganya seperti menjaga benda paling berharga dalam hidup kami! Tidurlah!” ucap Frida antusias.


Lala mengangguk, matanya mulai terpejam, hingga lelehan air mata di kedua sudut matanya kembali menetes. “Rico, terima kasih hadiah terindahnya. Aku akan menjaganya dengan baik,” gumamnya sebelum benar-benar masuk ke alam mimpi.


Lala sama sekali tak berniat mengaktifkan semua media sosialnya. Nomornya pun sudah berganti sejak lama. Keputusannya sudah bulat, tidak ingin kembali ke negara asalnya.


 


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2