Mendadak jadi HOT DADDY

Mendadak jadi HOT DADDY
Bab 62 ~ The Wedding


__ADS_3

Sampai di sini, udah banyak banget aku selipin pelajaran ya gaes,. Bahkan dari masing-masing karakter di novel ini, semua ada. Keegoisan, keikhlasan, kelapangan hati, kasih sayang, tanggung jawab dan masih banyak lainnya .. Aku berharap sih, kalian gak cuma baca aja. Tapi bisa mengambil sisi baik dari setiap hal yang aku sampaikan secara tidak langsung. cimimiww 😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Zora beranjak duduk, Rain setengah berlari mencapai ranjang ingin membantunya. Diletakkan bantal di punggung sebagai sandaran. “Issh! Kau ini! Perasaan baru sadar udah mau lari aja!” cebik Rain khawatir.


Deretan gigi putih tengah dipamerkan oleh Zora. Ia paling tidak betah lama-lama tidur. Apalagi, selama ini dia memang selalu banyak beraktivitas. Manik matanya bergerak hingga kini bertumbukan dengan netra neneknya. Senyum di bibirnya memudar, tatapannya berubah tak nyaman. Takut akan tanggapan yang sama dengan sang kakek.


Namun, ternyata ia salah. Hera—sang nenek ternyata memeluk tubuh ringkihnya sangat erat. “Cepet sehat ya, Sayang. Maaf atas sikap kakekmu,” ujar Hera dengan lirih.


Kedua tangan Zora terangkat, membalas pelukan wanita tua itu. Ia terharu, bisa merasakan kehangatan pelukan wanita tua itu.


“Ma, setelah Zora sembuh, ikut kami ke Palembang ya. Sekalian aja berangkatnya,” pinta Lala mengusap lengan sang mama.


Hera meregangkan pelukannya, menatap sendu manik putrinya. Ia tersenyum sembari mengangguk, tidak peduli harus menentang keputusan suaminya nanti. Saat ini hanya kebahagiaan anak cucunya yang ia prioritaskan. Bisa kembali bertemu putrinya saja, merupakan suatu keajaiban.


 \=\=\=\=ooo\=\=\=\=

__ADS_1


Hari yang ditunggu pun akhirnya tiba. Lala mematut dirinya di depan cermin rias. Balutan dress berwarna putih, karya dari Jihan sangat pas di tubuhnya yang masih langsing. Ia memang pandai merawat bentuk tubuhnya. Meski usianya sudah tak muda lagi, kecantikannya sama sekali tidak memudar.


Jari jemari lentik miliknya saling meremas, debaran jantung yang bertalu kuat, sangat membuatnya gugup. Walaupun pernikahan itu hanya dilakukan sederhana saja, di sebuah pantai sesuai keinginan Rico.


“Ma,” panggil Zora menepuk bahu sang mama.


Lala berjingkat kaget, sedari tadi begitu tegang sampai tidak menyadari kehadiran putrinya. Napasnya berembus berat sambil memejamkan mata sejenak. “Zora, ngagetin aja!” cebik Lala kesal.


Zora terkekeh kecil, meraih kursi dan duduk di sebelah mamanya. Gadis itu pun sudah selesai dirias dengan begitu anggun. Ia mengenakan gaun berwarna gold, senada dengan jas Rainer sebagai pengiring pengantin.


Jemari Zora meraih tangan mamanya yang begitu dingin, meremasnya pelan sambil menatap mamanya. “Jangan tegang gitu, Ma. Mama cantik banget loh,” selorohnya.


“Biarin aja sih, Ma. Penting udah kita kasih tahu. Pernikahan ini tetap berjalan dengan atau tanpa kakek,” balas Zora sedikit kesal.


“Tapi....”


“Ma, udah dipanggil!” tukas Rain yang tiba-tiba masuk ruang make up membawa buket bunga.

__ADS_1


Lala menoleh, menelan salivanya berulang, “Aduh, Mama semakin gugup!” ucap wanita itu meremmas jemari putrinya cukup kuat.


Langkah Rain yang panjang, semakin mengikis jarak di antara mereka. Ia mengusap kedua lengan Lala dari belakang punggung wanita itu. Menatap cermin dengan seuntai senyum tulus. “Ma, ini sudah ditunggu Ayah sejak lama. Tenang, fokus, tarik napas panjang dan embuskan,” saran lelaki itu.


Lala mengangguk, ia melakukan apa yang disarankan oleh Rainer dengan mata terpejam. Hingga kini wanita itu kembali membuka mata, menatap pantulan dirinya. “Masih gugup, Rain,” keluhnya.


Kedua anaknya tertawa, lalu membantu sang mama beranjak berdiri di samping kiri dan kanan. “Udah, ayo buruan, Ma,” ucap Zora melingkarkan tangannya di lengan sang mama. Begitu pun dengan Rainer.


Ketiganya melangkah serentak keluar dari ruangan yang langsung disambut bentangan karpet merah hingga atas panggung.


Musik pengiring pengantin mulai menggema, semua mata tertuju pada mempelai wanita yang diapit oleh putra putrinya. Rico yang menunggu di atas panggung tak berkedip melihatnya. Dadanya semakin berdebar, masih sama seperti ia jatuh cinta pada wanita itu dulu. Kecantikannya pun sama sekali tak berubah.


Hingga ketika jarak dua pengantin itu semakin dekat, sebuah suara memekakkan telinga, mulai terdengar. “Tunggu!”


Bersambung~


Rekomendasi novel kali ini aku bawa dari author Julia Fajar, yang berjudul Miliarder cinta gadis kampung. Jan lupa mampir 😘

__ADS_1



__ADS_2