Mendadak jadi HOT DADDY

Mendadak jadi HOT DADDY
BAB 76 ~ ENDING


__ADS_3


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Mama sadar. Besok saja kamu ke sana ya! Kasihan Ozil,” ucap Rico membelai rambut putrinya yang sudah memanjang.


Zora melebarkan mata dan mulutnya. Ia tampak sulit menelan saliva ketika kabar bahagia itu akhirnya menghampirinya. Zora sampai tidak sadar bahwa sang papa sudah berlari jauh dan keluar dari kediamannya.


“Dek, mama sadar. Bentar lagi kamu bakal peluk mama!” ucap Zora berkaca-kaca menatap adik kecilnya. Lalu tersenyum saat melihat Ozil yang tidak mengerti juga melebarkan tawa.


Zora bergegas masuk kamar, meraih ponsel untuk menghubungi Rain. Tidak peduli sudah jam berapa, sang kakak sedang apa. Ia harus segera menyampaikannya.


...\=\=\=\=ooo\=\=\=\=...


Napas Rico tersengal-sengal, sepanjang lorong dia terus berlari. Hingga kini mencapai pintu ruang VIP, di mana sang istri dirawat selama ini.


Pintu ia buka dengan kasar, bulir keringat mengguyur wajah tampannya. Matanya berkaca-kaca, tatkala kini netranya bertemu dengan manik sendu sang istri.


“Sayang,” panggil Rico menyeret kakinya semakin mengikis jarak di antara mereka.


Dokter dan beberapa petugas medis segera memberikan jalan pada Rico. Mereka memberikan waktu untuk dua sejoli itu, memilih menjelaskan hasil pemeriksaan esok hari. Karena masih ada hal yang harus mereka pastikan lebih dulu.


Lala tersenyum, meski air matanya mengalir. Napasnya masih berembus pelan. Beberapa alat medis yang menempel di tubuhnya sudah dilepas, menyisakan selang infus yang masih menancap di lengannya.


Tatapan keduanya saling bertautan erat, beban yang selama ini mengimpit dada telah hancur secara perlahan.


Rico membungkuk, membelai puncak kepala sang istri dan menyatukan keningnya, napasnya masih tersengal menahan kebahagiaan yang membuncah.


“Sebegitu lelahnya kamu sampai butuh enam bulan untuk tidur? Sebegitu marahnya kamu karena kelahiran pertamamu tanpa aku? Sudah cukup kamu menyiksaku, Sayang. Cukup! Aku enggak sekuat itu!” ucap Rico dengan suara parau.


“Maaf,” balas Lala dengan suara lirih.

__ADS_1


Rico memeluknya, menyembunyikan wajah di ceruk leher istrinya. Menumpahkan kesedihan yang selama ini tertahan.


“Bagaimana dengan anak-anak kita, Ric?” tanya Lala merasa sesak karena ditindih oleh Rico.


Pria itu menegakkan punggung. Netranya melayangkan tatapan tajam, “Kamu bahkan tidak menanyakan kabarku?”


“Untuk apa? Aku selalu tahu kabarmu, setiap hari kamu mengeluh, menangis, bercerita, aku mendengarmu,” balas Lala tersenyum.  


Rico mendelik, “Lalu kenapa kamu tidak bangun? Sengaja ingin menyiksaku?”


“Pengen banget, tapi enggak tahu kenapa rasanya enggak kuat. Maaf, kalau harus membuatmu kalang kabut selama ini. Terima kasih telah menjaga anak-anak dengan baik, Sayang,” ucap Lala.


Rico tidak ingin bicara lagi, ia segera naik ke ranjang pasien itu dan bergabung dengan Lala. Memeluk wanitanya dengan begitu erat. “Tidurlah dulu, anak-anak besok akan ke sini. Kasihan Ozil jika dibawa tengah malam,” ucapnya menempelkan kepala Lala pada dadanya. Lala mengangguk, ia juga masih merasa sangat lelah dan tidak bisa bergerak.


...\=\=\=\=ooo\=\=\=\=...


Keesokan harinya, dokter kembali memeriksa kondisi Lala. Ia telah sadar sepenuhnya, namun harus menjalani beberapa terapi agar bisa menggerakkan tubuhnya dengan normal.


“Mama!” pekik Zora di ambang pintu berlari menghampiri. Ia langsung mengambur memeluk wanita yang telah melahirkannya itu.


Tak berapa lama, menyusul Rain yang menggendong adik kecilnya. Ia melangkah pelan hingga berhenti di belakang Zora yang meraung saking bahagianya.


Pandangan Lala mendongak, hingga bertumbukan dengan netra Rain, yang kini mengulas senyum di bibirnya. Kemudian sedikit menunduk, menemukan bayi mungil yang tengah memainkan jari-jari tangan, sesekali menggigitnya sendiri sambil tertawa.


“Zora, jangan terlalu kuat, nanti mama engap,” ucap Rico menyadarkan.


“Maaf, Ma!” Zora meregangkan pelukannya. Menoleh ke belakang dan meminta Rain untuk mendekat. “Ma, ini Ozil. Bagus ‘kan namanya? Aku loh yang pilihin nama. Ozil Cemal Stevanus, yang berarti kekuatan Tuhan yang sempurna. Kalau Stevanus sih ambil nama papa,” celoteh gadis itu bersemangat.


Lala tersenyum bangga, putrinya yang begitu manja dan kekanak-kanakan kini sudah lebih dewasa, bahkan ia sangat menyayangi adiknya. Lala menangkup kedua pipi Zora, mencium kening dan pipinya dengan lembut, “Terima kasih, Sayang.”


Zora beranjak berdiri, melepas gendongan depan Rain lalu meraih tubuh mungil adiknya. “Ozil, itu mama, Dek,” ucapnya menatap ke arah Lala.

__ADS_1


Bayi itu memandang bergantian pada Lala dan juga sang kakak, lalu tersenyum lebar hingga gusinya terlihat. Perlahan Zora meletakkan Ozil di pangkuan sang mama. Bayi itu menatap lekat sang mama yang kini mulai berkaca-kaca.


Pertemuan pertama kali bayi dan ibu itu mengundang keharuan di seluruh penjuru ruangan. Apalagi Ozil terus menatap Lala tanpa berkedip. Lala menciumnya bertubi-tubi lalu memeluknya dengan erat sambil menyandarkan punggungnya.


Rico, Rain dan juga Zora tak ingin ketinggalan. Mereka turut merapat pada kedua sisi ranjang. Lengan mereka menjulur dan memeluk Ozil bersama.


Lengkap sudah kebahagiaan keluarga Rico bersama ketiga buah hatinya. Drama kehidupan yang teramat menyakitkan, mampu terlampaui meski harus melalui rasa sakit yang menghujam, deraian air mata yang deras. Hatinya tidak pernah berubah, sekalipun terkikis waktu yang bahkan tidak sebentar.


Kesetiaan keduanya, bahkan tidak memerlukan validasi lagi. Tak peduli jarak yang membentang, waktu yang terus berjalan, cinta di hati mereka tetap sama.


...\=\=\=\=T A M A T\=\=\=\=...


Terima kasih banyak semua supportnya like, komen, gift, vote untuk novel ini.


Langsung mampir yaa, Besti di karya baru aku. Klik saja profilku.


Judul : Reinkarnasi Istri Kecil Mafia


Blurb:


Kecelakaan besar yang disengaja, membuat Yura Afseen meninggal dunia. Akan tetapi, Yura mendapat kesempatan kedua untuk hidup kembali pada 10 tahun yang lalu. Gadis itu bertekad balas dendam atas semua perbuatan ibu dan saudara tirinya.


Zefon Xeverest—ketua mafia yang saat itu berburu chip berisi harta kekayaan keluarganya, tidak sengaja menemukan Yura dalam kondisi penuh luka.


Zefon menyelamatkan Yura dari para bandit yang menculiknya. Apalagi setelah gadis itu memberi informasi terkait keberadaan chip yang sangat berharga baginya.


Sejak saat itu, Zefon terus melindungi Yura dan membantu semua masalahnya. Sebagai gantinya, Yura harus menjadi pengantinnya.


Akankah misi Yura berhasil? Lalu, bagaimana Yura membalas dendam atas semua penindasan yang ia terima selama ini? Yuk, ikuti kisahnya hanya di noveltoon.


Ditunggu kehadirannya. Yang udah stanby sabar ya, nunggu feedback editor dulu baru bisa up lagi. semoga hari ini 🥰 Love you sejagat raya.

__ADS_1


__ADS_2