Mendadak jadi HOT DADDY

Mendadak jadi HOT DADDY
Bab 55 ~ Lega


__ADS_3

Rico berpencar dengan Rain, keduanya bergerak cepat untuk menemukan Zora. Rico langsung menuju kamar Lala, sedangkan Rain menuju ruang pemantau CCTV.


Tidak ingin membuat Lala panik dan terkejut, Rico menetralkan napasnya. Membuka handel pintu, lalu mendorongnya dengan sangat pelan.


Sempat menahan napasnya sesaat, Rico melongokkan kepala ke penjuru kamar. Hingga matanya menangkap dua wanitanya berbaring di ranjang yang sama. Sontak, embusan napas penuh kelegaan berembus dari hidung dan mulut Rico.


Zora tampak memeluk erat punggung ibunya, tak membiarkan Lala bergerak sedikit pun. Kepalanya bersandar di punggung sang mama.


“Zo, Mama nggak bisa gerak, Sayang,” ucap Lala terkejut hendak melepas lilitan tangan Zora. Namun tidak bisa.


“Biarin gini aja dulu, Ma,” tolak Zora semakin mengeratkan pelukannya.


Lala mendesah pasrah, hanya merasakan punggungnya yang basah. Ia pun menunggu selama beberapa saat agar anak gadisnya puas menangis.


“Zora mau apa?” tanya Lala setelah cukup lama mereka saling berdiam.


“Ma, apa pria yang bersama Mama itu ayahku? Ayah kandungku?” tanya Zora dengan suara serak. Ia melonggarkan pelukannya, hingga kini Lala bisa berbalik menatapnya.


Bibirnya mengurai senyum tipis, menyeka sisa-sisa air mata Zora. “Iya, Rico namanya. Dia ayahmu. Maafin Mama, enggak pernah memberitahumu soal ini. Semua salah Mama, karena sudah menyembunyikanmu dari semua orang. Terutama ayahmu,” ucap Lala menatapnya nanar.

__ADS_1


“Mama kira, dengan kepergian Mama kita semua bisa bahagia. Rain, ibunya, ayah kamu dan kita. Mama pikir ini yang terbaik. Ternyata Mama justru menyakiti kalian semua. Mama jahat ya, Zo. Kamu mau maafin Mama ‘kan?” lanjut Lala dengan nada bergetar.


“Apa Mama mencintai pria itu?” cetus Zora menatap lekat kedua matanya.


“Tentu saja, Sayang. Makanya Mama nggak mau membuat papamu dilema. Salah Mama karena sejak saat itu, memutus semua komunikasi, bahkan meninggalkan atm yang biasa mama pakai agar tidak bisa dilacak. Mama sama sekali nggak tahu kabar mereka dan mencoba melupakan semuanya. Membuka lembaran baru sama kamu, hanya berdua denganmu. Tapi ternyata, takdir membawa kita kembali, Zora. Jika kamu ingin menyalahkan, cukup salahkan mama saja. Bukan papamu, atau Rainer,” papar Lala dengan tenggorokan tercekat.


Zora menarik napas panjang, menghirup oksigen sebanyak mungkin untuk mengurai sesak di dadanya. Gadis itu tidak bisa marah dengan ibunya. Wanita itu sudah berjuang seorang diri selama ini, demi membahagiakannya. Setetes air mata sang ibu, teramat menyakitinya.


“Ma.” Zora memeluk ibunya lagi. Seperti saat ia masih kecil, bersandar nyaman di pelukan ibunya. “Zora nggak bisa marah sama Mama. Makasih selama ini Mama sudah berjuang sendirian untuk Zora. Maaf jika Zora menyakiti Mama,” ucapnya dengan tangis yang pecah.


Lala kesusahan menelan salivanya. Tidak menyangka jika putrinya dengan lapang memaafkannya. Cinta ibu dan anak yang besar itu, mampu mematahkan kebencian yang sempat menyelinap di hati.


“Samperin, Yah,” bisik Rain menyenggol lengan ayahnya.


Rico terkejut, ia tidak tahu jika ternyata Rain ada di sebelahnya. Karena sedari tadi terlalu fokus dan tegang mendengar pembicaraan Zora.


“Sejak kapan kamu di sini?” tanya Rico menautkan alisnya.


“Sejak tadi. Ayah aja yang nggak sadar!”

__ADS_1


Mendengar kebisingan di kamarnya, Lala dan Zora beranjak duduk serentak. Mereka terkejut akan kehadiran dua lelaki yang berdebat tak jelas itu.


“Rico, Rain, kalian ngapain?” tanya Lala melihat jam di ponselnya. Tercengang ketika melihat waktu yang sudah lewat tengah malam.


“Anu ... eee ... itu ....” Rico menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia tergagap menjawabnya.


“Ngawasin cabe rawit itu, Ma. Ngilang aja bikin orang panik!” cibir Rain mengedikkan dagu ke arah adiknya. Zora mendelik sembari mengerutkan bibirnya.


Deheman Rico mengalihkan atensi mereka. Sepasang manik Zora, kini saling menatap lekat netra ayahnya. Perlahan, Rico mengayunkan kakinya hingga mengikis jarak di antara mereka.


Tatapan keduanya masih begitu dalam dan tak ingin terlepas. Hingga, Rico berdiri tepat di samping ranjang king size tersebut.


 


Bersambung~


Bestii... Sambil nunggu up, mampir kuyy di novel karya kak Navizaa yang berjudul, Gamon (Gagal Move On) 💖💖


__ADS_1


__ADS_2