Mendadak jadi HOT DADDY

Mendadak jadi HOT DADDY
Bab 61 ~ Tidak Ada yang Sia-sia


__ADS_3

Kelelahan, dehidrasi dan kehilangan banyak tenaga, membuat tubuh gadis lincah itu tak berdaya di atas ranjang pasien, dengan selang infus yang menancap di salah satu lengannya.


Lala sedari tadi tidak bisa menghentikan tangisnya, terus menyalahkan dirinya atas apa yang menimpa Zora. Rico memeluk erat tubuh wanita itu, berusaha untuk memberi ketenangan.



Sedikit pun Rain tak beranjak dari kursi. Matanya menatap lekat wajah pucat sang adik yang sangat ia sayangi, walaupun baru dipertemukan beberapa hari ini.


“Mama istirahatlah, biar Rain yang jaga. Zora gadis yang kuat, dia pasti akan segera siuman. Dia hanya butuh istirahat, Ma. Jangan sampai Mama sakit juga,” tutur Rain dengan lembut.


Rico meregangkan pelukannya, ia menunduk menyeka kedua pipi Lala yang basah. “Benar, kata Rain. Percayalah, dia selalu bisa diandalkan,” ujarnya memapah tubuh Lala duduk di sofa.


Wanita itu mengangguk, merebahkan kepala di pangkuan Rico. Tak butuh waktu lama, ia terlelap karena sentuhan lembut tangan Rico pada puncak kepalanya. Ia juga merasa lebih tenang, karena dua lelaki itu siap siaga menjaganya maupun putrinya.


Tanpa mereka sadari, sedari tadi Hera mengamati pergerakan mereka di balik pintu. Hatinya campur aduk sekarang. Ia sampai tidak bisa memberikan ekspresi selain menangis. Bersyukur karena putri satu-satunya telah kembali, meski dengan kondisi tak terduga.


Namun melihat ketulusan Rico yang tidak berubah sejak dulu, kebahagiaannya pun berkali lipat. Tidak peduli sejauh apa pun mereka terpisah, jika memang sudah digariskan bersama, nyatanya akan kembali juga.


Kecewa sudah pasti, akan tetapi rasa itu terkikis oleh kerinduan yang membuncah. Tidak akan ada orang tua yang tega merenggut kebahagiaan buah hatinya.


“Masuklah, Nek,” ucap Rainer yang rupanya menyadari kehadirannya.

__ADS_1


Hera berjingkat kaget, lamunannya buyar karena tiba-tiba lelaki muda itu sudah berdiri di hadapannya. Wanita tua itu mengangguk, melangkah masuk setelah Rain memberikan jalan.


Kakinya melangkah dengan pelan, tujuan pertamanya adalah brankar pasien di mana cucunya terbaring di sana. Hera tersenyum, meraba pipi Zora yang masih begitu merah.


“Cantik sekali cucuku,” gumamnya mencium bekas tamparan suaminya.


Rain menarik kursi, “Silakan duduk, Nek,” ujarnya sopan.


Hera mendudukkan tubuhnya, meraih jemari lemah Zora dan menempelkan di pipinya. Tidak bisa berkata apa-apa lagi. Mengingat dalam tubuh gadis itu ada garis keturunan keluarganya. Membayangkan kehidupannya seorang diri selama ini, membuat dadanya sesak.


“Maaf atas sikap papa Lala,” ucap wanita itu ketika menoleh pada Rico.


“Semua sudah terjadi, sesal pun tidak akan ada gunanya lagi. Satu pesanku, tolong bahagiakan putriku, Rico,” sambung Hera menatap lelaki itu nanar.


“Itu pasti, Ma. Sudah sejak lama aku mencarinya. Dan sekarang, tidak akan pernah aku lepaskan lagi,” sahut Rico mantap.


“Rain izin cari makan dulu, Yah. Permisi, Nek,” ucap Rain mundur sembari membungkuk, lalu meninggalkan ruangan.


“Dia anak yang kamu temukan dulu?” tanya Hera setelah Rainer menghilang di balik pintu.


“Iya, Ma. Dia juga yang telah membawa Lala dan Zora kembali,” balas Rico membanggakan putranya.

__ADS_1


Hera menghela napas berat, “Sebagai orang tua, Mama hanya bisa mendoakan untuk kebahagiaan keluarga kalian. Terutama kebahagiaan cucuku,” ucapnya lemah membelai puncak kepala Zora.


“Terima kasih banyak, Ma.”


...\=\=\=\=xxx\=\=\=\=...


Malam kian menanjak, Rain sudah kembali dengan banyak makanan di tangannya. Ia melihat Lala sudah terbangun dan saling berpelukan erat dengan ibunya. Ia lega, setidaknya kedatangannya ke sini tidaklah sia-sia.


“Makanan datang!” seru Rain lebih bersemangat melenggang masuk ke ruangan. Dengan rapi, pria itu menata setiap box dan menyodorkannya pada setiap orang di sana.


“Buat aku mana, Kak?” cetus Zora yang ternyata sadar dari tidur lelapnya.


“Zora!” seru mereka bersamaan, berlomba-lomba untuk mencapai brankar lebih dulu.


 


Bersambung~


Mampir juga ya best, di karya temen 🤗


__ADS_1


__ADS_2