Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 10


__ADS_3

Pada saat itu Claren mulai mencampurkan cairan yang berikutnya. Claren mulai mencampurkan cairan yang berasal dari wadah yang sudah diganti Zelin. Tiba-tiba Arvin datang untuk memberikan buku tulis Claren. Arvin menyempatkan kembali ke kelas untuk mengambil bukU Claren, karena dia tidak mau punya urusan lagi dengan Claren.


"Kenapa Arvin harus datang disaat Claren sudah mencampurkan cairannya," gumam Zelin sambil melihat ke arah Arvin.


Saat Arvin memberikan buku kepada Cl jikaaren tiba-tiba wadah yang berisi campuran kimia itu meledak dan mengenai lengan kanan Arvin.


"Arvinn!" teriak Zelin.


Semua orang terkejut melihat lengan Arvin terluka, Claren tidak menyangka kalau bahan kimia yang dia campurkan akan meledak.


Bu guru langsung berlari menemui Arvin dia melihat luka di tangan Arvin, Bu guru mengajak Arvin ke ruang UKS, sedangkan Claren masih berdiam diri di tempat. Zelin bersama teman-temannya menghampiri Claren.


"Kok bisa terjadi sih? Kamu benar-benar ceroboh ya! Sekarang gara-gara Lo Arvin terluka!" Teriak Zelin.


Tanpa dihiraukan lagi Claren langsung berlari meninggalkan Zelin dan teman-temannya.


Ini baru pertama kali Claren merasa cemas dengan keadaan orang lain, dia merasa bersalah kepada Arvin. Sudah bertahun-tahun dia tidak pernah merasa cemas dan bersalah selain keluarganya. Claren terus berlari ke ruang UKS untuk melihat keadaan Arvin, tanpa sadar dia sudah cemas terhadap kondisi Arvin. Saat Claren tiba di depan pintu UKS dia sejenak menghentikan langkah kakinya, lalu dia melihat luka bakar yang ada di lengan kanan Arvin yang sedang diobati. Claren berjalan perlahan ke arah Arvin, saat itu Arvin menatap Claren dia sangat keheranan. Seorang gadis yang selalu memiliki aura dingin tiba-tiba berubah menjadi cemas.

__ADS_1


Claren masih menatap luka Arvin yang sedang diobati, Arvin terus menatap muka Claren yang cemas.


"Woi! Ada apa!" Teriak Arvin dengan tegas.


Arvin masih menunjukkan tatapannya yang dingin ke arah Claren.


"Maaf aku tidak sengaja," ucap Cleren memasang muka sedih.


Sontak Arvin merasa sedikit kasihan jika dia terus bersikap dingin kepada Claren. Sikap Arvin berubah menjadi baik ke Claren.


"Jangan meminta maaf, aku tidak apa-apa,"


"Doctor bagaimana keadaan lengannya?" tanya Claren.


"Tidak ada yang perlu di cemaskan lagi, saya sudah mengobati lukanya. Tinggal beberapa hari di bawa ke rumah sakit untuk di sterilkan," kata doctor.


Tetapi Claren masih merasa bersalah sebelum luka Arvin sembuh.

__ADS_1


"Kringgg.....Kringg....," (bel istirahat berbunyi).


Tiba-tiba datanglah Zelin bersama dua orang temannya menghampiri Arvin.


"Arvin kamu nggak apa-apa kan?" tanya Zelin.


"Nggak apa-apa," jawab Arvin kembali dingin.


"Ini aku bawakan kamu makanan, pasti kamu lapar," kata Zalim dengan senyuman.


"Tidak aku tidak lapar. Ayo Claren temani aku kembali ke kelas," ucap Arvin.


Claren dan Arvin kembali ke kelas bersama-sama. Claren sebenarnya memiliki hati yang lembut dan penyayang, dulu siapapun yang akan jadi teman Claren pasti akan sangat beruntung. Tapi karena Claren pernah di kecewakan dia tidak lagi menunjukkan sikap yang baik kepada siapapun. Hati Arvin sedikit luluh melihat kekhawatiran dan rasa bersalah yang ditunjukkan Claren.


"Apakah kamu tidak ke kantin?" tanya Arvin kepada Claren.


"Tidak, aku tidak lapar," ucap Claren.

__ADS_1


Claren dan Arvin saling merasa canggung sampai jam istirahat berakhir.


__ADS_2