Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 28


__ADS_3

Arvin masuk kedalam, kemudian mama Vanco terbangun dari tidurnya.


"Eh nak Arvin, darimana?" Tanya mama.


"Saya habis mengobrol sebentar dengan om," jawab Arvin.


"Sekarang kamu bisa panggil tante dengan sebutan bibi dan memanggil om dengan sebutan paman. Kami adalah teman bisnis sama kedua orang tuamu, kami sudah seperti saudara," ucap mama Claren.


"Baik bibi," jawab Arvin.


"Segeralah tidur, karena besok kamu harus pergi pagi-pagi sekali untuk sekolah besok," kata mama Claren.


Arvin hanya tersenyum lalu pergi tidur di sofa. Mama Claren pergi ke luar untuk mengobrol dengan suaminya. Keesokan harinya Arvin pulang ke rumah untuk bersiap-siap pergi ke sekolah. Sedangkan Claren dia sudah membersihkan dirinya.


"Ma besok aku boleh pulang kan?" Tanya Claren.


"Sebentar lagi Doctor akan kesini, nanti akan diberitahu kapan kamu diperbolehkan pulang ke rumah," jawab mama Claren.


"Permisi, bagaiman keadaan Claren?" Tanya Doctor spesialis kulit.

__ADS_1


"Keadaan saya lebih baik," jawab Claren.


"Saya akan memeriksa lukanya," kata Doctor.


Beberapa menit kemudian Doctor selesai memeriksa keadaan Claren.


"Bagaimana Doctor keadaannya?" Tanya papa Claren.


"Keadaannya mulai membaik, Claren bisa pulang besok pagi. Hari ini adalah pengobatan terakhir yang akan didapat oleh Claren. Rutinlah mengganti perban 1 hari minimal 3 kali dan rutin mengoleskan obatnya," kata Doctor.


"Kemungkinan berapa lama lukanya akan sembuh?" Tanya mama Claren.


"Makasih Doctor," ucap papa Claren.


"Sama-sama," jawab Doctor.


Doctor keluar dari ruangan bersama suster.


Claren sangat senang, hari ini semua berjalan normal seperti biasanya. Waktu terus berjalan haripun semakin malam, Claren tidur seperti biasa. Dia sudah merasa sehat dengan kabar itu. Keesokan paginya Claren dan kedua orang tuanya sedang membereskan barang-barang, sedangkan Claren dibantu oleh suster untuk melepaskan infusnya. Papa Claren menuju ke resepsionis untuk mengurusi administrasinya Claren. Setelah semuanya selesai Claren diajak mamamya keluar dari ruangan. Dan disusul oleh papanya di depan pintu keluar rumah sakit, Claren beserta kedua orangtuanya masuk ke dalam mobil, lalu pulang ke rumah.

__ADS_1


Doctor juga sudah menjadwalkan hari dimana Claren harus kontrol ke rumah sakit. Setibanya di rumah Claren disambut oleh kakek dan neneknya, semua orang di rumah sangat senang melihat Claren pulang.


"Bagaimana kabarmu nak?" Tanya kakek.


"Aku sudah merasa sehat sekarang," jawab Claren.


"Sekarang kamu harus istirahat ke kamar," ucap nenek.


"Kami akan mengundang Arvin ke sini untuk makan malam, ya itung-itung untuk merayakan kepulanganmu," ucap mama.


Claren dan mamanya pergi ke kamar atas.


"Mama kenapa harus mengundangnya juga, kan disini juga ada banyak pembantu. Mereka seperti keluarga bukan? Lalu kenapa harus mengundangnya? Apakah keluarga kita tidak cukup untuk merayakan kepulanganku?" Tanya Claren.


"Sayang bukannya seperti itu, semua orang di rumah ini memang sudah banyak. Tetapi mama kasihan sama Arvin dia kan sendirian di rumahnya. Makanya dia mama undang ke sini supaya dia tidak kesepian," jawab mama.


"Mama kenapa terlalu peduli kepadanya? Mama tolong jangan terlalu berbuat baik kepada orang lain, belum tentu orang lain akan berbuat baik juga sama kita," kata Claren.


"Sudahlah sekarang kamu tidur dan mama akan menyiapkan semuanya. Mama akan pergi ke dapur dulu," ucap mama.

__ADS_1


Claren sedikit kecewa sama mamanya, dia membenci Arvin. Dia tidak mau mamanya merasakan hal yang sama seperti yang dia alami dulunya.


__ADS_2