Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 62


__ADS_3

"Kamu harus berjanji satu hal sama kakek," ucap kakek.


"Janji apa kakek?" Tanya Claren.


"Janji kalau kamu akan menjadi anak yang baik, ramah, dan membantu orang lain," ucap kakek.


"Jika kamu berjanji kepada kakek, nantinya kakek akan memaafkan mu," sambung kakek.


"Baiklah kakek aku berjanji," kata Claren.


"Apa alasan kakek marah sama saya?" Tanya Claren.


"Itu tidak penting, sekarang kakek sudah memaafkan mu," kata kakek.


Kakek berbalik ke arah Claren.


"Yang penting kamu bisa merubah dirimu menjadi orang yang lebih baik dan disukai oleh banyak orang. Kakek tidak mau ada orang yang membencimu, jika semua teman-teman mu membencimu maka saat kamu kesusahan nantinya tidak akan ada yang menolong mu nak," tutur kakek.


Claren hanya terdiam di hadapan kakeknya, dia tidak tahu harus berkata apalagi.


"Kakek tidak membenci sikap egois mu, kakek sangat mengerti sikap egois mu itu berawal dari temanmu yang pernah menyakiti mu. Kakek berharap sambil berjalannya waktu kamu bisa merubah sikapmu jauh lebih baik dari yang sebelumnya," ucap kakek.


Kakek pergi meninggalkan Claren di ruang baca, lalu kakek pergi ke luar rumah.


"Tapi alasan apa yang membuat kakek marah kepadaku? Aku harus mencari tahu semua ini, kalau ini semua gara-gara perkataan Arvin itu juga masuk akal. Tetapi pasti ada sangkut pautnya dengan yang lain," pikir Claren.


Matahari sudah ditutupi dengan awan mendung, sebentar lagi hujan akan turun. Tetapi semua nenek dan mama Vanco belum kunjung pulang. Claren berusaha menelfon mamanya tapi tidak terjawab, dia mulai cemas. Suara petir yang gemuruh di atas langit membuat Claren sedikit merasa takut.

__ADS_1


"Bibi!" Panggil Claren.


"Ada apa non?" Tanya bibi.


"Apakah bibi tahu nenek dan mama pergi ke mana?" Tanya Claren.


"Saya juga tidak tahu non," jawab bibi.


Kemudian bibi pergi ke dapur, Claren keluar dari ruangan baca. Dia langsung menuju ke kamarnya dan menutup pintunya, Claren duduk di sebuah kursi gantung.


Beberapa menit kemudian bibi memanggil Claren ke bawah, saat itu Claren tertidur di kursi tersebut. Bibi memutuskan untuk pergi ke kamar Claren.


"Non? Bangun," ucap bibi.


"Ada apa bi?" Tanya Claren.


Claren yang mendengar perkataan bibi langsung berdiri, dia merasa sangat terkejut.


Hujan sudah reda, Claren di antar oleh pak sopir untuk pergi ke rumah sakit. Sesampainya di sana, Claren menuju ke ruang mamanya di rawat.


"Mama! Dia kenapa Doctor?" Tanya Claren.


"Bu Vanco masih pingsan, dia mengalami cedera ringan di jidatnya. Anda tidak perlu khawatir, beliau akan baik-baik saja," kata Doctor.


"Kapan Doctor mama saya akan sadar?" Tanya Claren.


"Beberapa jam lagi dia akan sadar, lebih baik anda menunggunya di luar. Biarkan pasien istirahat dulu," ucap Doctor.

__ADS_1


Claren keluar bersama Doctor dan suster, dia menatap mamanya yang terbaring di ranjang pasien. Kemudian dia teringat oleh kondisi neneknya, dia pergi ke ruang resepsionis untuk bertanya di mana neneknya di rawat.


Setelah itu dia menuju ruang neneknya di rawat, disana ada kakek yang sedang menemani nenek.


"Nenek tidak luka parah kan?" Tanya Claren.


"Tidak nak, aku baik-baik saja. Hanya mengalami luka gores ringan," jawab nenek.


"Syukurlah, aku sangat senang mendengar kalau nenek baik-baik saja," ucap Claren.


"Dimana mama mu nak? Apakah keadaannya baik-baik saja?" Tanya nenek.


"Dia masih pingsan, nenek tenang saja sebentar lagi mama akan siuman. Mama hanya mengalami luka ringan di jidatnya," kata Claren.


"Lebih baik kamu menemani mama mu di kamarnya, biar kakek yang menemani nenek disini. Nanti kalau mama kamu bangun, kabari kami," ucap kakek.


Baik kak, aku pergi dulu. Nenek cepat sembuh," ucap Claren.


"Iya nak," jawab nenek.


Claren pergi ke ruangan mamanya di rawat, dia menunggu mamanya di dalam sambil memegang tangan mamanya.


2 jam kemudian.


Mama Vanco terbangun, Claren tertidur di samping tangan mamanya. Kemudian mama Vanco mengusap rambut Claren, dia hanya tersenyum melihat anaknya yang tertidur dengan kepala di letakkan di samping tangan mamanya. Setelah itu Claren terbangun, dia melihat mamanya sudah sadar.


"Mama sudah sadar😊, aku panggilkan Doctor sebentar," ucap Claren.

__ADS_1


__ADS_2