
"Baik ma," jawab Claren dengan menurut.
"Sayang mama hampir lupa, mama mau bilang kalau mama memutuskan untuk mendaftarkan kamu les khusus melukis dan menyanyi. Mama berfikir kalau kamu sudah lama tidak les sejak kita pindah ke sini, maka itu akan percuma jika dibiarkan," tutur mama Claren.
"Makanya mama bicara dulu sama kamu sebelum mama mendaftar kan mu, tapi mama sedikit keberatan soalnya lesnya itu berada di luar rumah. Gurunya tidak bisa datang ke sini, jadi kamu yang harus datang ke tempatnya," kata mama Claren.
"Iya ma," jawab Claren.
"Kalau begitu mama akan atur jadwal buat kamu besok," kata mama Claren.
Claren dan keluarganya berbincang-bincang sambil menikmati waktu sore hari. Claren sangat memanfaatkan waktunya karena besok dia sudah padat jadwal, mungkin dia akan jarang kumpul bersama-sama. Beberapa lama kemudian Claren memutuskan untuk membersihkan peralatan belajarnya bersama salah satu pembantu di rumah itu. Di dalam rumah di sediakan satu ruang khusus untuk Claren belajar, semua peralatan belajarnya dari buku-buku disusun rapi di dalam rak besar yang sudah di sediakan.
__ADS_1
"Mama, kakek, nenek aku permisi dulu mau membersihkan ruangan belajarku," ucap Claren.
"Baiklah sayang...hati-hati ya saat merapikan barang-barang," tutur mama Claren.
"Iya ma," jawab Claren.
Claren pun pergi menuju ke atas ke tempat ruang belajarnya. Sesampainya di sana terdapat banyak tumpukan kardus yang berisi buku-buku dan perlatan pembelajarannya saat masih sekolah di luar negeri. Claren dan bibi membongkar isi kardus itu satu per satu kemudian diletakkan dalam tempat yang sudah disediakan. Claren menata buku-buku itu ke dalam rak buku sedangkan bibi mengelap meja yang nantinya akan dibuat Claren belajar.
"Non, biar saya bantu meletakkannya non duduk aja dan memberikan arahan kepada saya. Dimana saya harus meletakkan semua ini," ucap bibi.
Tetapi Claren tetap membantu bibi itu meletakkan buku di rak. Waktu pun berjalan dengan cepat sore sudah berganti malam. Sebagian buku masih belum dikeluarkan dari dalam kardus
__ADS_1
"Non, sudah saatnya makan malam. Nanti kita lanjutkan besok saja," tutur bibi
Claren dan bibi menyudahi beres-beres mereka. Mereka akhirnya turun, Claren membersihkan tangannya sebelum makan malam. Para pembantu sedang menyiapkan makan malam, saat itu papa Claren belum pulang. Para keluarga menuju ke meja makan.
"Dimana Crish sekarang?" tanya nenek.
"Dia masih berada di kantor Bu, dia hari ini pulang malam. Karena masih ada banyak berkas yang belum diselesaikan," kata mama.
"Apakah dia sudah makan malam disana?" tanya nenek.
"Saya sudah mengirim bekal makan malam ke sana," ucap mama Claren.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, ayo lanjutkan makan malam," ucap kakek.
Semua keluarga menikmati makan malam yang sudah di hidangkan. Setelah selesai makan malam Claren bersama keluarganya meninggalkan meja makan. Claren menuju ke ruang belajarnya dia mulai menyiapkan peralatan yang akan dia bawa besok. Semua peralatan dia masukkan ke dalam tas bawaan, dia juga menyiapkan buku-buku untuk dimasukkan ke dalam tas. Saat Claren mengeluarkan buku mata pelajaran yang tadi, dia baru sadar kalau buku tulisnya ada yang hilang. Dia mulai mencari buku itu, tapi dia tidak kunjung menemukannya. Kemudian dia berhenti sejenak untuk berfikir, lalu dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Setelah itu keesokan paginya dia bersiap ke sekolah, saat di meja makan dia tidak melihat kedua orang tuanya. Claren bertanya kepada kakeknya, kakeknya pun menjawab kalau orang tuanya ada urusan di luar kota dan pulangnya sedikit lama.