Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 49


__ADS_3

Zelin kemudian menghampiri Arvin yang sedang menatap ke arah Claren.


"Vin, lo tahu nggak itu cowok siapa?" Tanya Zelin.


"Dia namanya Azel Putra, sekarang dia temennya Claren," jawab Arvin.


"Apa!? Kok itu cowok mau aja temenan sama cewek dingin kayak Claren?" Tanya Zelin.


"Itu kan urusan mereka!" Tegas Arvin.


Arvin pergi meninggalkan Zelin, sedangkan Zelin sangat kesal dengan Claren. Lalu teman-teman Zelin menghampirinya.


"Itu cowok siapa Lin?" Tanya salah satu temannya.


"Namanya Azel Putra, yang lebih parahnya dia temenan sama Claren! Gue jadi iri sama Claren. Kenapa sih Claren selalu beruntung? Ada dua cowok tampan yang membantunya?" Ucap Zelin.


"Kalau dipikir-pikir perkataanmu sangat masuk akal," ucap temannya.

__ADS_1


"Baik anak-anak sekarang semuanya sudah datang, kalian silahkan merapat ke sini," ucap pak guru.


"Ya sudah Zel aku ke sana dulu," ucap Claren.


"Baiklah, kamu hati-hati. Ingat pesanku kalau ada apa-apa langsung telfon aku," ucap Azel.


"Pasti," jawab Claren.


Claren dan Azel berjabat tangan, kemudian Claren berjalan menuju tempat berkumpulnya semua murid-murid. Kemudian Azel masuk mobil dan berangkat ke sekolahnya, pak guru menyampaikan sedikit pengarahan kepada mereka.


"Baik anak-anak kalian carilah kelompok yang terdiri empat orang dalam satu kelompok!" Perintah pak guru.


"Belum," jawab Claren.


"Kalau begitu aku satu kelompok sama kamu, nanti dua orang lainnya kita cari,"


"Baiklah," jawab Claren.

__ADS_1


Kemudian Kirana dan Vinka datang untuk bergabung bersama Elina dan Claren.


"Baik anak-anak jika kalian sudah menemukan anggota kelompoknya maisng-masing silahkan tulis dalam sebuah kertas, dan serahkan ke pada saya disini," ucap Pak guru.


Semua anak berbaris untuk menyerahkan kertas yang berisi nama anggota kelompok masing-masing ke pak guru.


"Perhatikan sebentar anak-anak! Saya akan memanggil nama kelompok kalian dan kalian akan mendapatkan bus yang mana," ucap pak guru.


Setelah semua anak yang dipanggil pak guru masuk ke dalam bus, mereka kemudian memilih bebas memilih tempat duduk. Claren sangat lega karena dia tidak satu bus sama Arvin, karena dia mendapatkan bus ke 3 sedangkan Arvin mendapatkan bus pertama bersama Zelin. Elina duduk bersama Claren saat di bus, Claren memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela. Dia sangat suka melihat pemandangan alam yang akan dia lewati nantinya.


Bus yang mengangkut semua murid kelas 11 akhirnya berjalan menuju tujuan mereka. Di perjalanan semua asyik ngobrol dengan temannya maisng-masing. Claren mendengarkan musik sambil melihat-lihat pemandangan yang asri di sampingnya. Selama di perjalanan bus sempat berhenti di sebuah pom bensin untuk istirahat dan beribadah sejenak. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanannya, malam pun tiba semua murid-murid di bus sudah tertidur. Begitu juga dengan Claren yang tertidur lelap, tempat tujuan semakin dekat. Anak-anak yang berada di bus segera dibangunkan untuk bersiap-siap. Claren dan Elina terbangun dari tidurnya, tiba-tiba Azel telepon Claren. Dia kemudian mengangkatnya, sedangkan yang lain masih bersiap-siap memegang barangnya masing-masing.


"Claren, sudah sampai tujuan?" Tanya Azel.


"Ini hampir sampai, tempatnya sedikit jauh makanya sampai malem," ucap Claren.


"Oh.., pasti capek ya di bus lama-lama?" Tanya Azel.

__ADS_1


"Ya gitulah, tapi pemandangan disini bagus-bagus kalau dilihat di pagi hari," ucap Claren.


Claren mengobrol sedikit panjang dengan Azel, sedangkan Elina penasaran dengan siapa Claren sedang telponan.


__ADS_2