Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 16


__ADS_3

Sesampainya di sana Claren mencari tempat duduk yang jauh dari para anak-anak lainnya. Dia menikmati makanannya sendirian saat itu, tetapi di hatinya dia sudah merasa senang.


20 menit kemudian.


Bel masuk berbunyi yang menandakan istirahat telah selesai. Claren membereskan kotak makannya dan pergi ke kelas. Saat di sampai di kelas dia berjalan ke tempat duduknya. Saat itu kaki Zelin sengaja menghadang di tengah jalan, supaya Claren terjatuh. Tetapi Claren sudah mengetahui rencana Zelin dia kemudian melangkahkan kakinya di atas kaki Zelin. Zelin dengan kesal tidak berhasil membuat jatuh Claren. Pak guru datang ke kelas dan memulai pembelajarannya.


3 jam kemudian.


Pembelajaran selesai, anak-anak mulai membereskan buku-buku mereka ke dalam tas. Pak guru mengakhiri pembelajarannya dan menberukan tugas tambahan untuk dikerjakan di rumah. Pak guru keluar kelas kemudian disusul oleh anak-anak, Zelin dan teman-temannya menunggu Claren keluar kelas terlebih dahulu. Kemudian dia membuntuti Claren ternyata Claren pergi ke kamar mandi sebelum pulang. Zelin dan teman-temannya mengambil jalan pintas menuju ke kamar mandi. Dia bersama temannya membuat rencana untuk memberikan pelajaran kepada Claren. Tetapi Arvin mengetahui rencana Zelin dan teman-temannya dia kemudian berlari mengejar Claren. Dia ingin memberitahukan rencana yang sudah Zelin buat.


Zelin sudah menyiapkan rencananya di kamar mandi, kemudian Claren tiba di depan pintu kamar mandi. Di belakangnya Arvin berlari menuju Claren, saat Claren membuka pintu kamar mandi di sampingnya ada Arvin. Lalu Arvin ingin memberitahukan rencana Zelin kepada Claren.


"Claren aku mau bicara sesuatu," kata Arvin.


Sebelum Arvin menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba teman Zelin menyiramkan air ke tubuh Claren. Tetapi Arvin juga terkena siraman air itu, kemudian Zelin dan teman-temannya terkejut kalau ada Arvin juga disini.


"Kalian apa-apan sih, kenapa kalian menyiram mereka berdua," ucap Zelin.

__ADS_1


Zelin berpura-pura menyalahkan temannya.


"Loh kok kamu malah nyalahin kita sih!" Jawab temannya.


"Cukup! Aku tahu kok ini ulah siapa," kata Arvin.


Zelin langsung kaget melihat pernyataan Arvin.


"Ini ulah kamu kan Zelin?" Tanya Arvin.


Mereka masih ribut dengan siapa yang melakukan rencana ini. Tetapi Claren cuman terdiam dan memutuskan untuk pergi, dia tahu kalau ini pasti ulang Zelin. Karena sejak dia pertama kali masuk sekolah ini, Zelin sudah tidak menyukainya.


"Claren tunggu!" Teriak Arvin.


Dia berlari menuju arah Claren.


"Claren kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Arvin.

__ADS_1


Claren langsung pergi meninggalkan Arvin tanpa menjawab pertanyaan Arvin.


"Lagi-lagi Claren pergi, sebenarnya ada apa dengan dirinya?" pikir Arvin.


Claren masuk ke dalam mobil dan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Claren masuk dengan hati-hati supaya anggota keluarganya tidak melihat dia basah kuyup. Tetapi kakek Claren tiba-tiba datang dari belakang.


"Claren! Tunggi," kata kakek.


Claren terkejut dan menghentikan langkahnya. Kemudian dia berbalik ke hadapan kakeknya, kakek Claren seketika terkejut melihat baju Claren yang basah.


"Claren kenapa kamu basah kuyup seperti sedang kehujanan?" Tanya kakek.


"Emm..., tidak apa-apa kakek. Ini tadi ketumpahan air minum," jawab Claren.


"Masak ketumpahan air sampai ke sekujur tubuh?" tanya kakek.


Claren sudah kehabisan kata-kata untuk menjawab.

__ADS_1


__ADS_2