Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 19


__ADS_3

Sesampainya di sekolah Claren bertemu Arvin di gerbang sekolah. Claren bersikap dingin dengan Arvin, tetapi Arvin sudah mulai merubah sikapnya. Selama perlombaan ini mereka benar-benar fokus pada perlombaan.


Sesampainya di kelas mereka masih di tempat duduknya kemarin


"Vin bolehnya aku duduk disini?" Tanya Zelin.


"Terserah," jawab Arvin.


Zelin sangat senang akhirnya bisa duduk di samping Arvin, sekarang dia berpikir kalau tidak ada seorang pun yang bisa dekatin Arvin kecuali dia. Dia semakin bersemangat membuat kekacauan antara Arvin dan Claren.


"Kringgg....," bel berbunyi.


Bu guru datang ke kelas.


"Selamat pagi Bu," ucap murid-murid.


"Selamat pagi," jawab Bu guru.


"Anak-anak bagi kalian yang ingin mengikuti lomba di bidang ilmu pengetahuan, kalian saya izinkan saat pelajaran saya kalian boleh tidak mengikutinya. Dan kalian segera mendaftar ke ruang OSIS," kata Bu guru.


"Tapi bagi kalian yang tidak mengikuti perlombaan, kalian masih mengikuti pembelajaran dari Bu guru," sambung Bu guru.


"Baik Bu," jawab murid-murid.


Zelin bersama temannya Vita dan Kyra keluar dari kelas, di susul Claren, Kirana, Vinha, Arvin. Sesampainya di ruang OSIS mereka mengantri untuk daftar, semua murid diberitahukan kalau pendaftaran akan ditutup hari ini jam 12.30 dan seleksi perlombaan akan diadakan jam 14.15 sebelum pulang sekolah. Setelah pendaftaran selesai Claren kembali ke kelas lebih awal, dan disusul oleh Arvin serta Kirana di belakangnya


"Tok tok tok," suara mengetuk pintu.

__ADS_1


"Masuk," ucap Bu guru.


"Claren kamu sudah selesai? Dan yang lain di mana?" Tanya Bu guru.


"Yang lain masih ada di ruang OSIS Bu, untuk menyelesaikan pendaftarannya," jawab Claren.


Claren kembali duduk dan mengikuti pembelajarannya.


"Kringg.....Kring....," bel istirahat berbunyi.


Claren lupa tidak membawa bekalnya, dia memutuskan untuk pergi ke kantin. Claren memesan mie rebus di salah satu penjual makanan di kantin. Setelah pesanannya selesai Claren memberikan uangnya kemudian dia berjalan ke salah satu tempat duduk uang kosong, saat dia hendak menuju tempat duduk itu Elina menabrak dia dari depan. Sampai kuah di mangkuk mie itu tumpah dan mengenai tangan kiri Claren yang sedang membawa mie.


"Ah..!" Teriak Claren.


"Sorry sorry aku nggak sengaja. Kamu nggak papa kan?" Tanya Elina.


Helen melihat tangan Claren yang memerah akibat air panas itu.


"Ikut aku, aku akan membawamu ke UKS untuk di obati," ucap Elina.


"Bu ini teman saya sedang terluka tadi tidak sengaja ketumpahan air panas," kata Elina.


"Baiklah saya akan memberikan salep di lukanya," ucap Doctor.


Doctor mengoleskan obat ke tangan Claren kemudian memperban tangan Claren. Nanti kamu bisa mengontrolkan lukamu ke rumah sakit.


"Maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja. Nanti aku akan bertanggung jawab atas semua ini," ucap Elina.

__ADS_1


"Tidak usah berlebihan," jawab Claren.


"Aku bisa sendiri dan nggak usah lagi sok perhatian," sambung Claren.


Claren pergi ke kelas sendiri, hari ini dia tidak jadi makan siang.


"Walaupun sikapnya angkuh, tapi aku tetap bersalah. Ini semua salahku aku harus pastikan dia sampai sembuh," pikir Elina.


Elina mengikuti Claren dari belakang lalu dia memberanikan diri untuk berbicara padanya.


Claren memasuki kelas kemudian dia ikut memasuki kelas Claren.


"Tunggu!" Kata Elina.


Claren duduk di tempatnya.


"Aku mau tanya siapa namamu?" Tanya Elina.


"Kamu nggak perlu tahu namaku siapa, kamu jangan takut urusannya tidak akan ku perbesar lagi. Sudah cukup sampai disini, pergilah," jawab Claren dengan tegas.


"Baiklah aku akan pergi, tolong maafkan aku. Dan yang aku khawatirkan adalah luka di tanganmu itu," jawab Elina.


Tiba-tiba Zelin datang ke kelas.


"Kamu ada disini Elina?" Tanya Zelin.


"Iya aku disini untuk menanyakan nama dia siapa, karena aku merasa bersalah tidak sengaja tadi menabraknya sampai tangannya terkena air panas," jawab Elina.

__ADS_1


__ADS_2