
Dia berendam selama beberapa menit di dalam kamar mandi untuk merelaksasikan pikirannya. Dia selalu melakukan ini setiap hari sabtu setelah pulang sekolah.
20 menit kemudian.
Claren keluar dari kamar mandi dan segera duduk di depan cermin. Walaupun terkenal sebagai gadis yang dingin, tetapi dia masih memperhatikan kecantikannya. Di mulai memakaikan masker ke wajahnya. Haripun mulai menjelang malam, Claren segera mencuci wajahnya. Wajah Claren semakin berkilau seperti berlian, kemudian Claren mengambil handphonenya dari dalam tas. Dia tergerak untuk melihat notifikasi dari salah satu pesan yang terkirim. Banyak sekali pesan yang dikirim oleh orang itu, tapi Claren tidak mengetahui siapa yang mengirim pesan sebanyak itu untuknya. Clarenpun menutup dan membiarkannya, dia berjalan menuju rak buku yang ada di kamarnya. Semua buku itu berisikan carita-cerita dongeng yang sengaja disiapkan oleh kakek untuk cucunya sebelum Claren pindah.
Claren mengambil salah satu buku yang berada di rak, kemudian dia berbaring di ranjang sambil membaca bukunya. Handphonenya dari tadi terus berdering tetapi Claren membiarkannya. Beberapa jam kemudian saatnya makan malam, kakek menunggu Claren di bawah untuk makan bersama. Tetapi Claren tidak kunjung turun untuk makan.
"Dimana Claren? kenapa dia tidak turun untuk makan malam bersama?" tanya nenek.
"Bi Surti tolong beritahu Claren, aku sedang menunggunya di sini bersama nenek," perintah kakek kepada kepala pembantu.
"Baik tuan," jawab Bi Surti.
Bi Surti segera pergi ke kamar Claren.
"Tok tok tok!" Bi Surti mengetuk pintu.
__ADS_1
Claren tidak segera menjawab, bibi Surti memberanikan dirinya untuk masuk ke dalam kamar Claren. Dia melihat Claren sedang tidur tengkurap beserta bukunya yang masih berada di atas kasur. Bibi segera membalikkan badan Claren dan menyelimutinya, dia juga mengembalikan buku itu ke dalam rak buku. Bibi Surti keluar dari kamar Claren. Bibi segera melapor kepada kakek.
"Maaf tuan, nona Claren sedang tertidur pulas di kamarnya. Saya tidak berani membangunkannya," ucap bibi Surti.
"Tapi apakah Claren sudah makan tadi, aku khawatir kalau dia sakit nantinya," kata nenek (sedikit khawatir).
"Mungkin dia sudah makan. Biarkan saja dia tertidur mungkin dia kelelahan," jawab kakek.
SKIP..
Keesokan harinya Claren bangun sedikit kesiangan. Kakek dan neneknya sudah menunggunya di meja sarapan dari tadi.
"Selamat pagi kakek dan nenek, maaf aku sedikit kesiangan," ucap Claren.
"Pagi..," jawab kakek dan nenek Claren.
"Claren apakah kemarin kamu di sekolah makan siang?" tanya nenek Claren.
__ADS_1
"Kemarin aku tidak sempat makan siang," jawab Claren.
"Jadi kamu kemarin hanya sarapan saja?"
Ucap nenek sedikit khawatir.
"Nenek jangan khawatir aku sudah terbiasa makan sekali dalam sehari. Setiap harinya di luar negeri kegiatanku full dengan ekstrakulikuler," kata Claren.
"Ya ampun cucuku, makanya kamu pulang dari sana terlihat ramping sekali," kata nenek.
"Aku terkadang lupa untuk makan jika sudah berhadapan dengan kegiatan-kegiatan, sesampainya di rumah aku langsung pergi tidur," sambung Claren.
"Nenek tidak akan membiarkan kamu sampai mengulangi itu lagi disini," tegas nenek.
"Nenek tidak perlu mencemaskanku, aku tidak akan mengulangi ini lagi," jawab Claren untuk menyakinkan neneknya.
Claren tidak ingin membuat neneknya merasa khawatir dengan perkataan jujurnya. Setelah menyakinkan neneknya, perasaan nenek Claren sudah kembali tenang.
__ADS_1
"Sekarang kamu akan makan lebih banyak hari ini," kata nenek.
"Sudah-sudah nek, ini terlalu banyak nantinya tidak akan habis," kata Claren.