Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 57


__ADS_3

"Dimana Elina?" Tanya Claren.


"Dia tadi mengejar Kirana," jawab Vinka.


"Sudahlah kamu jangan merasa sedih seperti itu, nanti kalau Kirana sudah tenang kamu minta maaf sama dia," ucap Claren.


"Baiklah," jawab Vinka.


Tak lama kemudian Elina dan Kirana kembali ke kamar mereka, Kirana langsung pergi untuk mandi tanpa bicara sepatah kata pun dengan Vinka.


"Kiran," kata Vinka.


Dia merasa bersalah dengan perbuatannya itu kepada Kirana.


"Vin, sudahlah kamu tidak perlu bersedih lagi. Kirana sudah tenang sekarang dia pasti akan memaafkanmu, karena kamu kan temannya," ucap Elina.


Setelah Kirana selesai mandi, Vinka meminta maaf kepada Kirana. Sekarang giliran Kirana yang mengerjai Vinka, dia berpura-pura masih marah dengannya.


"Kirana maaf ya soal tadi," ucap Vinka.


"Elina Claren, ayo kita pergi. Ini saatnya makan malam bukan? Kita harus kesana lebih awal, kalau tidak sekelompok gengnya Zelin akan memenuhi tempat duduknya sendiri," ucap Kirana.


"Tapi Na," ucap Elina.


Kirana sudah mengajak Claren keluar, lalu Elina mengajak Vinka keluar dia mencoba membuat Vinka tetap merasa sabar atas perilaku Kirana. Sesampainya disana mereka memilih tempat duduk dekat jendela, disana Kirana duduk bersama Claren dan Elina berada di depannya. Saat itu mereka mulai makan malam, setelah makan malam Kirana balik ke kamar sendirian. Claren dan Elina pergi mencari suasana baru, dia sudah merasa bosan dengan urusan Kirana dan Vinka.

__ADS_1


"Ren duduklah di ayunan ini," ucap Elina.


"Hmm, aku semakin bosan jika berada disini terus menerus😕," ucap Claren.


"Ngomong-ngomong bagaimana kakimu sekarang?" Tanya Elina.


"Masih sedikit sakit, tetapi bengkaknya sudah berkurang," jawab Claren.


"Drrrtttt.....," suara telepon.


"Emm, sebentar aku akan segera kembali," ucap Claren.


"Oke, aku akan tunggu disini," ucap Elina.


Claren berjalan sambil mengangkat teleponnya.


"Bagaimana kabarmu?" Tanya Azel.


"Mmm, kabarku baik-baik saja disini," ucap Claren.


"Tetapi kamu bilang tadi siang kakimu terluka?" Tanya Azel.


"Iya itukan insiden kemarin saat di hutan, tetapi sekarang bengkaknya sedikit berkurang," ucap Claren.


"Kamu kapan pulangnya?" Tanya Azel.

__ADS_1


"Besok lusa, sebenarnya besok sore sudah selesai lomba. Tetapi entahlah guru-guru semuanya sepakat untuk pulang besok lusa," ucap Claren.


"Baiklah, kamu semangat buat lombanya," ucap Azel.


"Pasti," jawab Claren.


"Besok akan ku telepon lagi," ucap Claren.


"Oke, sampai jumpa," kata Azel.


"Daaaa," ucap Claren.


Claren kembali menemui Elina, kemudian mereka kembali ke kamar. Setelah itu mereka semua pergi tidur dan menyiapkan energi buat besok lomba. Keesokan paginya Elina dan kelompoknya bangun lebih pagi, mereka mulai pemanasan sedikit di depan kamar supaya nanti mereka lebih semangat untuk menghadapi lomba nanti.


"Silahkan semua berkumpul di halaman tengah!" Ucap Pak Guru.


Pak guru berjalan mengelilingi kamar murid-murid dari SMA Negeri 1 Bangsa sambil menggunakan pengeras suara. Mereka semua berjalan menuju halaman tengah penginapan, dan berbaris seperti biasanya.


"Assalamualaikum Wr. Wb," ucap Bu guru.


"Waalaikumsalam Wr.Wb," jawab anak-anak.


"Baik anak-anak dengarkan Bu guru sebentar, saya akan menjelaskan tentang perlombaan ini dan peraturan-peraturannya," kata Bu guru.


"Disini kita akan menuju ke sebuah ruangan yang sudah dipersiapkan untuk lomba, disana kalian akan berlomba adu cepat dalam kepintaran dari anggota kelompok kalian masing-masing. Nantinya Bu guru dan Pak guru akan memberikan pertanyaan seputar ilmu pengetahuan dan 5 kelompok akan beradu cepat menjawabnya. Perlombaan ini akan di bagi menjadi 3 ronde, ronde pertama pertanyaan seputar sejarah, ronde kedua pertanyaan seputar rumus-rumus matematika," sambung Bu guru.

__ADS_1


Semua murid-murid di arahkan untuk menuju ke ruang perlombaan, sesampainya di sana mereka berdiri di tempat yang sudah di sediakan.


__ADS_2