Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 13


__ADS_3

Claren bersama nenek dan kakeknya melanjutkan sarapan mereka. Setelah sarapan selesai kakek mengajak Claren pergi ke taman belakang rumah untuk mengobrol-ngobrol. Bibi Surti datang dan membawakan segelas jus untuk Claren serta secangkir teh buat kakek.


"Claren bagaimana hari-harimu saat di sekolah baru," tanya kakek.


"Semua berjalan dengan lancar, walaupun ada beberapa anak yang tidak menyukaiku di kelas," jawab Claren.


"Apakah kamu sudah menemukan teman di sekolah barumu?" tanya kakek.


"Belum kakek," jawab Claren.


"Kenapa? Apakah tidak ada yang mau berteman denganmu?" tanya kakek.


"Tidak kakek," jawab Claren


Claren masih menutupi kenapa dia masih tidak mempunyai seorang teman. Di hati kakek masih merasa kejanggalan, tetapi Claren tidak ingin kakek tahu mengenai sifatnya kepada teman-temannya.


"Apakah ada yang kamu sembunyikan dari kakek," tanya kakek.


Claren memang menceritakan kejadian saat temannya mengecewakannya dulu, tapi dia tidak menceritakan perubahan sikapnya terhadap teman-teman yang lainnya kepada kakek. Dia berfikir tentang kesehatan kakek, dia khawatir kalau dia menceritakan semua masalahnya yang sepele kakek tetap saja memikirkannya.


"Tidak ada kakek," jawab Claren.


"Benar? Tidak ada yang disembunyikan?" ltegas kakek.

__ADS_1


"Tidak ada. Kalau begitu Claren permisi ke ruang belajar untuk menyelesaikan beres-beres kemarin," ucap Claren.


Claren segera berdiri dan pergi ke ruang belajarnya. Tapi kakek masih tidak percaya dengan kata-kata Claren, karena terlihat jelas dari ekspresi yang di tunjukkan Claren kepada kakeknya.


Seharian Claren berada di ruang belajar untuk melanjutkan menata buku yang masih ada di dalam kardus. Tiba-tiba bibi datang ke ruang belajarnya.


"Tok tok tok," (suara mengetuk pintu).


"Masuk," jawab Claren.


"Permisi non, tuan dan nyonya sudah pulang, non sedang ditunggu di bawah. Biar saya yang melanjutkannya,"


Claren langsung meletakkan buku di atas meja, lalu dia segera berlari menghampiri papa dan mamanya di bawah.


"Kenapa papa dan mama tidak mengabariku sebelum ke sana?" tanya Claren.


"Kalian juga tidak pernah meneleponku saat berada di sana," sambung Claren.


"Papa dan mama terburu-buru sayang, mama nggak tega bangunin kamu sepagi itu. Saat berada di sana mama dan papa sudah mencoba berulang kali untuk meneleponmu tapi disana tidak ada sinyal sayang. Maafin mama dan papa ya," ucap mama Claren.


"Kalau begitu keadaannya aku tidak masalah ma, aku sangat khawatir jika kalian tidak ada kabar," kata Claren.


Semua masalah sudah kembali normal, Claren membiarkan kedua orang tuanya beristirahat, karena perjalanan jauh mereka pasti capek. Claren berinisiatif untuk membuatkan minuman dan makanan ringan untuk kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Tok tok tok," suara mengetuk pintu.


"Masuk," jawab papa.


"Ini ma Claren bawakan minuman dan makanan ringan untuk kalian," kata Claren.


"Makasih sayang," jawab papa Claren.


"Aku taruh di meja aja ya," ucap Claren.


"Baiklah," jawab papa.


"Sayang papa dan mama belikan sesuatu buat kamu. Ini spesial buat kamu," kata papa Claren.


"Wah.. Bagus sekali liontinnya," jawab Claren.


"Itu liontin yang sengaja papa dan mama khusus pesan buat putriku tersayang, didalam liontin itu ada foto kita bertiga buat kamu," ucap mama Claren.


"Makasih, aku akan menjaga dan merawat liontin ini dengan baik," ucap Claren.


"Iya sayang," jawab papa Claren.


"Claren permisi ke kembali ke kamar, kalian jangan lupa makan cemilannya," ucap Claren.

__ADS_1


"Baiklah," jawab mama Claren.


__ADS_2