Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 51


__ADS_3

Cuaca sedikit mendung, semua murid-murid ingin cepat menyelesaikan teka-teki tersebut.


"Minumlah air putih dulu, mungkin kamu sedikit kecapean," kata Elina.


"Aku membawa obat-obatan di dalam tas, tolong ambilkan kotak obatnya. Mungkin disana ada salep," ucap Claren.


"Ini Ren," ucap Kirana.


Claren membuka kotaknya dan menemukan salep di dalamnya.


"Sini Ren biar aku saja yang ngolesin ke lukamu," ucap Elina.


Claren memberikan salepnya kepada Elina, kemudian dia mengoleskan salepnya ke pergelangan kaki Claren. Beberapa menit mereka istirahat sambil memikirkan teka-teki berikutnya.


"Aku sudah memecahkan teka-teki yang terakhir," ucap Elina.


"Kalau begitu ayo kita jalan," ucap Kirana.


"Apakah kamu sudah merasa baikan?" Tanya Vinka.


"Aku bisa jalan kok," ucap Claren.

__ADS_1


"Aku dan Vinka akan membantumu untuk berjalan," ucap Elina.


"Thanks," ucap Claren.


Elina sedikit terkejut ketika Claren mengucapkan terimakasih padanya. Kemudian kelompok Elina mulai berjalan menuju lokasinya. Beberapa menit mereka berjalan kaki, akhirnya mereka menemukan barangnya. Mereka semua bergegas untuk keluar dari hutan dan menyerahkan barang itu kepada Bu guru. Saat di perjalanan hujan pun turun sedikit deras, semua anak belum ada yang sampai. Semua guru mulai khawatir karena perubahan cuaca yang sangat mendadak.


"Aduh, hujan turun sedikit deras," ucap Vinka.


"Lebih baik kita istirahat di pohon itu sebentar," ucap Kirana.


Mereka beristirahat sejenak di bawah pohon.


"Kita tidak bisa disini terlalu lama, apakah kalian tidak berfikir kalau kita lama-lama di hutan ini nantinya akan sangat berbahaya. Lebih baik kita segera keluar dari hutan dan tiba di penginapan," ucap Claren.


"Aku akan berusaha, ini demi keselamatan kita semua," ucap Claren.


Mereka semua berjalan keluar dari hutan, setengah jam kemudian mereka keluar dari hutan. Semua baju mereka sudah basah kuyup terkena air hujan, setibanya di sana Elina menyerahkan barang itu kepada sang guru. Tim kesehatan pun mulai menghampiri Claren dengan membawa tandu, setelah itu Claren berbaring di tandu tersebut. Kemudian para tim medis membawanya ke tempat pengobatan yang sudah di sediakan. Ada beberapa kelompok yang sudah datang, mereka dinyatakan lolos dalam lomba kali ini. Sedangkan yang lainnya sudah di evakuasi untuk kembali ke penginapan.


Kaki Claren sedang diobati oleh salah satu Doctor sekolah yang ikut camping. Teman-teman kelompok Claren menunggunya di ruang tersebut. Setelah itu mereka baru kembali ke kamar bersama Claren.


"Claren kamu mandilah terlebih dahulu, nantinya kamu akan sakit jika tidak segera ganti baju," ucap Vinka.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan cepat mandinya supaya kalian bisa cepat mandi," ucap Claren.


Claren masuk ke dalam kamar mandi, setelah beberapa menit disusul Kirana yang masuk ke dalam kamar mandi.


"Makasih untuk kalian yang sudah menolongku tadi," ucap Claren.


"Sama-sama, kita sesama teman harus bisa saling membantu. Saat kita berada di posisi yang sama," ucap Elina.


"Claren kamu istirahatlah terlebih dahulu, nanti kakimu akan tambah bengkak jika berjalan terus-menerus," ucap Vinka.


"Iya🙂," jawab Claren.


Setelah semua selesai mandi, mereka mengobrol-ngobrol dengan yang lainnya di kamar sambil memakan-makanan ringan yang dibawa mereka masing-masing dari rumah.


"Claren kamu kenapa?" Tanya Elina.


"Aku tidak apa-apa," ucap Elina.


"Badan kamu sedikit panas," ucap Kirana.


"Tunggu sebentar aku akan panggil Doctor dan membawakan segelas teh panas untukmu," ucap Vinka.

__ADS_1


"Aku akan menemanimu ke bawah," kata Kirana.


Mereka turun ke bawah untuk mengambil teh panas dan memanggil Doctor supaya memeriksa keadaan Claren. Sedangkan Elina menemani Claren di kamar, suasana disana sangat canggung.


__ADS_2