
Setelah beberapa jam mengikuti pelajaran, bel istirahat pun berbunyi.
"Kringgggg.....," (bunyi bel istirahat)
Anak-anak di kelas itu mulai menutup buku, dan guru mengakhiri pembelajarannya.
"Pembelajaran sampai disini dulu, nanti akan kita lanjutkan setelah istirahat selesai," ucap Bu guru
Bu guru keluar dari kelas disusul oleh murid-murid. Salah satu ketua geng perempuan di kelas itu menghampiri Claren yang masih mengerjakan.
"Eh anak baru! Berani banget ya lo bisa deket sama Arvin. Gue aja nggak pernah duduk di kursi samping Arvin!" Teriak anak ketua geng itu.
Tetapi Claren tidak memperhatikannya dia tetap mengerjakan tugas. Itu semakin membuat ketua geng itu semakin jengkel dan kesal. Ketua geng itu mengacungkan tangannya kepada salah satu teman geng lainnya.
__ADS_1
"Hersi! urus dia!" perintah ketua geng itu.
Ketua geng itu mulai duduk di atas meja.
"Heh! Lo gk tahu ketua geng kami mengajukan pertanyaan ke elo! Harusya dijawab dong!" Teriak Hersi salah satu anggota geng.
Mendengar semua itu Claren malah tersenyum.
Dia anak bungsu dari keluarga Mythio dari 3 bersaudara. Semua saudaranya laki-laki, bisa dibilang dia anak tunggal perempuan di keluarga itu. Tujuan didirikannya geng itu untuk melindungi murid-murid wanita yang ada di kelas itu, tetapi semua itu disalah gunakan oleh Zelin. Anggota geng itu terdiri dari 20 siswi 5 orang siswi termasuk anggota inti. 5 anggota inti itu terdiri dari ketua geng dan wakil ketua geng 3 lainnya adalah orang yang dipilih ketua geng.
Ketua geng bernama Zelin Mythio, wakil ketua geng bernama Elina, gadis remaja yang memiliki hati baik. Zelin dan Elina sering kali bertengkar karena perbedaan pendapat. Wakil ketua geng berada di kelas IPS .
"Hihh! Maish gk jawab juga?!" Kata Zeline dengan nada kesal.
__ADS_1
Cleren masih tetap sama, setelah dia sudah menyelesaikan tugas. Dia bergegas keluar kelas dengan membawa bekalnya, berjalan menuju kantin untuk menikmati bekal makan siang yang sudah dibawakan dari rumah.
Di kantin terdengar suara ricuh, karena suara anak-anak lain. Claren memilih tempat duduk yang masih kosong, tidak ada siapapun yang duduk di meja itu cuman Claren seorang. Dia menikmati bekal yang dia bawa, tiba-tiba datanglah seorang gadis yang berwajah polos. Gadis itu mengingatkan Claren kepada teman yang dulu pernah memanfaatkannya saja.
"Kakak, bolehkah aku duduk di sini. Kursi lainnya sudah penuh?" tanya gadis itu
"Terserah." jawab Cleren dengan tegas dan singkat.
Gadis itu mencoba memperkenalkan dirinya kepada Cleren, karena dia tidak mempunyai seorang teman selama ini. Dia terus mencoba mendekati anak yang lain tapi sama saja dia tetap disingkirkan.
"Perkenalkan kak namaku lovita aku kelas 10," ucap lovita dengan ramah
Tanpa mengucapkan kata-kata lagi Cleren segera membereskan kotak makan siangnya dan pergi meninggalkan gadis itu sendirian.
__ADS_1