Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 37


__ADS_3

Mama Vanco kemudian datang ke arah Claren.


"Claren kenapa kamu yang menyirami tanaman ini? Dimana tukang kebunnya?" Tanya mama.


"Aku menyuruhnya untuk pergi, aku ingin menyirami tanaman ini," ucap Claren.


"Baiklah mama akan ambilkan jus buat kamu, nanti biar paman yang ngelanjutkannya. Mama ingin ngobrol denganmu sebentar," ucap mama.


Beberapa menit kemudian mama kembali dengan membawakan segelas jus jeruk buat Claren.


"Claren kemarilah!" Ucap mama.


"Paman! Tolong lanjutkan menyirami tanaman ini," kata Claren.


"Baik non," ucap paman.


Claren menghampiri mamanya.


"Claren ini jus kamu, mama mau tanya ada masalah apa kamu sama kakek?" Tanya mama.


"Aku tidak tahu ma, kakek sifatnya berubah setelah biacar sama itu anak. Mungkin gara-gara dia salah ngomong ke kakek, malah kakek marah sama aku," jawab Claren.


"Tapi apa yang Arvin omongin sama kakek?" Tanya mama.


"Intinya dia ngobrol sama kakek tentang masalahku. Aku sudah bilang jangan bawa dia ke rumah ini, aku dari awal nggak suka sama perilakunya," ucap Claren.


"Baiklah mama akan bantu kamu supaya kamu dan kakekmu dekat kembali," kata mama.

__ADS_1


"Kalau masalah itu aku pasrah saja ma, aku tidak tahu harus berbuat apa. Yang penting aku tidak dekat lagi sama itu anak," kata Claren.


"Hmm," gumam mama.


"Ayo kita masuk ke dalam, hari sudah semakin larut," ucap mama.


Claren kemudian pergi ke dalam sambil membawa segelas jeruk.


"Ma aku ke atas dulu," ucap mama.


"Iya," kata mama.


Mama menuju ke ruang tengah, sedangkan Claren ke kamarnya.


"Hmm..., ini adalah saat yang harus aku manfaatkan untuk bersantai. Mungkin nantinya aku tidak bisa sesantai ini di kemudian hari," ucap Claren.


"Halo?" Kata Claren.


"Apakah kamu sudah lupa sama aku? Kenapa kamu tidak ada kabar setelah pulang ke rumah kakek?" Tanya seseorang.


"Kakak sepupu! Apa kabar? Maaf kakak bukannya aku lupa sama kakak, mana mungkin aku lupa sama kakakku," ucap Claren.


"Kabarku baik-baik saja di sini, semua baik-baik saja kan disana?" Tanya kakak sepupu.


"Iya kakak," kata Claren.


"Kapan-kapan kamu mainlah ke sini, aku akan menyiapkan semua yang kau butuhkan," ucap kakak.

__ADS_1


"Baiklah aku akan kesana saat libur sekolah nanti," ucap Claren.


"Janji ya?" Tanya kakak.


"Baiklah aku janji," kata Claren.


"Oh ya, bagaimana tentang sekolahmu yang baru?" Tanya kakak.


"Kakak tolong jangan bahas itu kali ini," kata Claren.


"Emangnya kenapa? Pasti ini ada masalah," kata kakak.


"Kakak saat aku bertemu dengan kakak, aku akan menceritakan semuanya. Hari ini tolong bahas yang lain aja ya," kata Claren.


"Iya iya," ucap kakak.


"Eh kakak ada tempat wisata baru di sini, memang tempatnya sedikit jauh tetapi disana sangat indah pemandangannya. Nanti kita kesana yuk waktu kamu berlibur ke sini," ucap kakak.


"Aku pikir-pikir dulu ya kak," kata Claren.


"Kenapa harus dipikirkan lagi sih, kan kita biasanya traveling bareng. Ayolah Claren," ajak kakak.


"Nanti dulu ya kak, karena aku masih tidak tahu berapa lama aku liburan disana," ucap Claren.


"Baiklah," ucap kakak.


Claren mengobrol panjang lebar dengan kakaknya. Saat di luar negeri Claren terkadang traveling bersama kakak sepupunya. Walaupun Claren sempat menolak tapi kakak sepupunya tetap memaksanya untuk ikut. Claren memang sedikit dekat dengan kakak sepupunya, tetapi dia kurang suka dengan sikap kakaknya yang terlalu blak-blakan.

__ADS_1


__ADS_2