Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 18


__ADS_3

Papa Claren mengetuk pintu kamarnya, tetapi Claren tidak menjawabnya. Kemudian papa Claren masuk ke dalam kamarnya.


"Claren? Kok belum tidur," ucap papa Claren.


Dia melihat kamar Claren yang kosong.


"Dimana Claren? Sudah jam sebelas malam kok belum tidur?" Pikir papa Claren.


Dia pergi ke kamarnya dan dia melihat istrinya sudah tidur. Mendengar suara orang membuka pintu mama Claren terbangun.


"Mmm.., Papa baru pulang?" Tanya mama Claren.


"Iya ini baru pulang," jawab papa Claren.


"Aku panaskan makanannya dulu ya," ucap mama Claren.


"Tidak usah ma, tolong bawakan aku segelas susu hangat," perintah papa.


"Baiklah," jawab mama Claren.

__ADS_1


"Eh tunggu ma," ucap papa Claren.


"Ada apa pah?" Tanya mama Claren.


"Aku tadi lihat lampu kamar Claren masih menyala, kemudian aku pergi ke kamarnya. Tetapi tidak ada Claren disana kamarnya kosong. Dimana Claren?" Tanya papa Claren.


"Dia tadi pergi ke ruang belajar, tapi masak dari tadi belum selesai belajarnya?" Pikir mama Claren.


"Kalau begitu biar aku saja yang lihat," ucap papa.


Papa menuju ruang belajar, dia melewati lorong rumah yang sepi sebelum ke ruang belajarnya. Sesampainya di sana dia masih melihat lampu ruang belajar masih menyala.


"Masuk," jawab Claren.


"Claren kamu masih belajar dari tadi sore?" Tanya papa.


"Papa! Aku masih ingin belajar untuk mempersiapkan diri mengikuti lomba," jawab Claren.


"Lomba apa sayang?" Tanya papa.

__ADS_1


"Aku ingin mengikuti lomba matematika pa," jawab Claren.


"Besok diadakan seleksi sebelum mengikuti pembinaan nantinya," sambung Claren.


"Papa merasa sangat senang dengan kerja kerasmu, tetapi jika terlalu larut untuk tidur besok saat di sekolah malah merasa kecapean," tutur papa.


"Lebih baik kamu belajar sampai disini dulu, sekarang kamu masuk ke kamar dan tidur," kata papa.


"Baiklah pa aku akan membereskannya," jawab Claren.


Claren dan papanya pergi dari ruang belajar, Claren kemudian kembali ke kamarnya dan segera tidur.


"Ini pa susunya," kata mama Claren.


"Baik, taruh di meja dulu ma aku mau madi terlebih dahulu," kata papa Claren.


Disisi lain Arvin masih belajar dia menargetkan sampai jam dua belas tengah malam. Dia masih sendiri di rumahnya tanpa ditemani kedua orang tuanya, dia juga tidak memberitahu ke orang tuanya kalau dia mengikuti lomba di sekolah. Dia tidak begitu dekat dengan kedua orang tuanya, dia justru dekat dengan kakaknya. Karena kedua orang tuanya sibuk dengan urusan bisnis di luar negeri. Mereka biasanya di sana sampai tiga sampai empat bulan di luar negeri, paling lama delapan bulan. Arvin selalu sendiri di rumah saat mereka di luar negeri, biasanya kakaknya yang menemani dia. Tetapi kakaknya saat ini masih kuliah di luar negeri.


Nantinya Arvin setelah lulus SMA dia juga akan disekolahkan di luar negeri. Di universitas terbaik di sana, Claren pun juga mengalami nasib yang sama nantinya. Kedua orang tua Claren dan Arvin menginginkan anaknya bisa mandiri nantinya, akhirnya orang tua Claren memutuskan untuk mengirimnya ke luar negeri. Dengan begitu bisa melatih kemandirian mereka, walaupun buat orang tua Claren itu adalah masa-masa paling menyedihkan harus membiarkan anak semata wayangnya hidup jauh dari kedua orang tuanya. Saat kedua orang tua Claren memikirkan untuk berpisah dengan anaknya membuatnya sangat sedih dan sangat-sangat berat.

__ADS_1


Keesokan harinya Claren berangkat ke sekolah seperti biasa Claren dan keluarganya sarapan bersama lalu pergi ke sekolah. Begitu juga dengan Arvin.


__ADS_2