
"Claren ada dimana? Kenapa dia belum turun dari tadi?" Tanya papa Claren.
"Mungkin dia maish tidur di kamarnya," jawab mama Claren.
"Nggak biasanya Claren seperti ini. Apakah dia tidak enak badan?" Tanya papa kepada mama Claren.
"Sebenarnya hari ini aku menyuruh Claren supaya tidak masuk sekolah, karena tangannya yang maish sakit," jawab mama Claren.
"Tangan Claren kenapa?" Tanya papa Claren.
"Tangannya kemarin terkena tumpahan air panas, lukanya sedikit besar di tangannya. Aku sudah membawanya ke Doctor kemarin," jawab mama Claren.
"Terus lukanya parah atau tidak?" Tanya nenek Claren.
"Lukanya tidak begitu parah, tapi jika dibiarkan tidak diganti perban maka lukanya bisa timbul iritasi kulit," jawab mama Claren.
"Tapi kamu sudah pastikan untuk rutin mengganti perbannya kan saat perbannya terkena air?" Tanya papa Claren.
"Aku kemarin sedikit kesal dengan Claren, karena dia membangkang perkataanku. Jadinya aku tidak tahu dia sudah menggantinya atau belum," jawab mama.
"Menantu sekarang kamu lihat kondisi Claren di kamar," perintah kakek Claren.
"Baiklah kek," jawab mama Claren.
Mama Claren naik ke atas menuju kamar Claren, kemudian dia membuka pintu kamar dan kondisi kamar Claren kosong. Mama Claren segera turun ke bawah dan memberitahu ke semua keluarga.
"Papa! Claren tidak ada di kamarnya, kamarnya kosong," kata mama Claren (sangat cemas).
__ADS_1
"Kok bisa! Claren nggak mungkin pergi dari rumah tanpa izin, pastinya dia maish ada di rumah," jawab papa Claren.
"Coba kita lihat di ruang belajarnya, Claren biasanya di sana," jawab papa Claren.
Semua keluarga pergi ke ruang belajar Claren dan menginggalkan sarapannya.
"Krekk...!" Ayah Claren membuka pintu ruang belajar.
Semua orang terkejut melihat Claren tidur di tempat belajarnya dan mendapati lukanya yang semakin merah serta semakin melempuh.
"Claren!" Teriak mama.
"Claren bangun sayang!" Ucap papa Claren.
"Nak! Buka matamu!" Teriak nenek dan kakek.
"Cepat siapkan mobilnya!" Teriak kakek kepada sopir.
Mereka akhirnya berangkat ke rumah sakit.
"Pak tolong lebih cepat lagi!" Teriak mama Claren (sambil menangis).
"Sabar menantu, Claren pasti akan baik-baik saja," ujar nenek.
Sesampainya di rumah sakit Claren langsung di letakkan di ranjang pasien. Lalu di bawa ke ruang UGD.
"Aku akan mengurusi administrasinya, tolong periksa anak saya Doctor," ucap papa Claren.
__ADS_1
"Baik, segera bawa ke ruangan suster," ucap Doctor.
Mama Claren terus menangis melihat Claren tidak sadarkan diri.
Beberapa menit kemudian.
Doctor keluar dari ruangan, setelah papanya mengurus administrasinya Claren segera dipindahkan ke ruangan terbaik di rumah sakit itu.
"Bagaimana Doctor keadaan anak saya?" Tanya mama Claren.
"Keadaannya baik-baik saja, lukanya sudah saya obati. Nanti setelah 3 jam putri ibu akan bangun karena dia tadi saya beri suntikan agar tidak merasakan rasa sakit di akibat lukanya," jawab Doctor.
Semua keluarga sedang menunggu di ruangan tempat Claren di rawat. Kemudian mama Claren menelpon guru kelasnya, untuk mengabari Claren hari ini tidak dapat masuk.
"Halo Bu, permisi saya mengganggu ibu saat jam pelajaran. Saya mau beritahukan kepada Bu guru kalau putri saya masuk rumah sakit dan tidak bisa mengikuti pelajarannya," kata mama.
"Claren sakit apa Bu?" Tanya Ibu guru.
"Tangannya kemarin terkena air panas saat di kantin, sekarang dia maish terbaring lemas di ranjang pasien," jawab mama Claren.
"Kok bisa terkena air panas Bu?" Tanya Ibu guru.
"Karena kemarin ada salah satu anak yang menabraknya saat membawa kuah mie yang panas," jawab mama Claren.
"Saya do'akan supaya Claren cepat sembuh dan bisa masuk sekolah kembali," ucap Bu guru.
"Terima kasih Bu," jawab Claren.
__ADS_1
Setelah itu mama Claren menutup teleponnya.