
"Ayo nak masuk ke dalam," ucap mama Vanco.
Claren naik ke atas untuk mempersiapkan perlengkapan campingnya. Kemudian Claren memutuskan untuk memanggil salah satu pembantu rumah itu untuk membantunya beres-beres.
"Bi! Tolong bantu aku beres-beres buat camping besok," perintah Claren.
"Baik non," ucap bibi.
Tengah malam pun tiba, Claren masih membereskan semua perlengkapannya untuk besok. Setelah semua itu selesai Claren kemudian tidur, keesokan paginya Claren bangun pagi-pagi dan bersiap untuk pergi camping.
"Sayang kamu sudah siap?" Tanya mama.
"Sebentar lagi," jawabnya.
"Ini sarapan kamu, mama sengaja buat sedikit banyak supaya kamu benar-benar kenyang. Dan ini kotak obat-obatan yang harus kamu bawa, semuanya sudah lengkap," ucap mama.
"Makasih ma, do'akan saja semuanya berjalan dengan lancar," ucap Claren.
"Pasti nak, jika kamu ada apa-apa disana. Langsung telpon mama, jangan ragu-ragu nak," ucap mama.
"Iya๐," jawab Claren.
Setelah sarapan Claren menunggu Azel menjemputnya, beberapa menit kemudian Azel datang.
"Permisi tante," ucap Azel.
"Oh nak Azel sudah datang," kata mama.
__ADS_1
"Bibi angkat semua barang ini ke dalam mobil," perintah mama.
Claren berpamitan kepada semua anggota keluarganya, kakeknya masih terdiam. Tetapi Claren tetap berpamitan kepadanya, lalu Azel membukakan pintu mobil untuk Claren.
"Silahkan nona," ucap Azel.
"๐๐," senyum Claren.
"Tante kami pamit pergi dulu," ucap Azel.
"Hati-hati nak," ucap mama.
Azel dan Claren keluar dari rumah, saat di perjalanan Azel dan Claren mengobrol-ngobrol.
"Ngomong-ngomong boleh tidak aku meminta nomor handphone mu? Ya kalau nggak boleh ya nggak apa," ucap Azel.
"Ya itu kan privasimu, kalau jadi cowok itu harus minta sendiri. Jika aku minta nomor dari ayahmu, lalu kamunya keganggu bagaiman?" Tanya Azel.
"Hhhh๐," tawa Claren.
"Mana ponselmu?" Minta Claren.
"Ini," jawab Azel.
"Ini pertama kalinya aku yang ngisi nomor handphoneku di ponsel seseorang. Dan ini pertama kalinya ada seorang cowok yang minta langsung ke aku," kata Claren.
"Aku juga pertama kali minta nomor seorang cewek," ucap Azel.
__ADS_1
"Hhhh," tawa Claren.
"Baiklah, di dalam ponselmu sudah ada nomorku," ucap Claren.
"Thanks๐, nanti kalau kamu butuh bantuan. Telfon saja aku, jika kamu tidak mau membuat mama kamu khawatir," kata Azel.
"Baiklah," jawab Claren.
Sesampainya di gerbang sekolah, Azel menghentikan mobilnya. Disana sudah ada beberapa bus yang disiapkan pihak sekolah untuk anak-anak yang ikut camping.
"Oh ya kelas berapa yang ikut camping?" Tanya Azel.
"Hanya kelas 11 saja," jawab Claren.
Azel membantu Claren mengeluarkan barangnya dari bagasi mobil.
"Ini barang-barangmu, kamu hati-hati di sana. Kalau ada apa-apa langsung saja telfon aku," ucap Azel.
"Baik, makasih sudah membantuku," ucap Claren.
"Santai aja, kita kan sama-sama saling membantu satu sama lain," ucap Azel.
"Sebenarnya aku tidak ingin ikut camping, tetapi mama yang saranin aku untuk ikut. Apalagi disana aku bertemu dengan Arvin selama tiga hari disana, itu yang membuatku tidak tahan," ucap Claren.
"Jika kamu tidak nyaman dekat dengannya, kamu bisa cari teman lain dan bisa saja kamu menghindarinya," ucap Azel.
Semua anak-anak sedang berada di luar pagar untuk menunggu yang lainnya datang, Arvin sempat melihat kalau Azel yang mengantarkan Claren ke sekolah sampai saat ini Arvin masih melihat ke arah Claren yang sedang mengobrol dengan Azel.
__ADS_1