Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 62


__ADS_3

30 menit kemudian.


"Claren, apakah sudah selesai?" Tanya mama.


"Sudah ma," jawab Claren.


Mereka kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanannya, tiba-tiba ada seseorang yang menyeberang jalan di tol. Azel langsung berhenti seketika, semua orang jadi panik dan terkejut.


"Siapa itu, apakah dia tidak lihat kalau ada mobil yang lewat?! Kenapa dia tiba-tiba nyelonong?!" Ucap mama.


Azel kembali menginjak gas, mobil berjalan belum jauh dari tempat tadi. Tetapi saat itu mama Vanco menengok ke belakang, dia terkejut sekali. Karena disana tidak ada orang yang lewat tadi, kemudian dia sedikit merasa takut.


"Claren, tadi mama lihat ke belakang. Tapi anehnya orang itu tidak terlihat sama sekali, padahal mobil kita berjalan tidak jauh dari tempat tadi," ucap mama.


"Mama beneran?" Tanya Claren.


"Iya nak, mama tidak bercanda," kata mama.


"Sudahlah ma biarkan saja," jawab Claren.


Hari hampir menjelang pagi, akhirnya mereka hampir sampai di rumah. Beberapa menit kemudian mereka sudah masuk gerbang rumah Claren. Setelah itu Azel berhenti ti depan pintu rumah, Claren, mama, dan Azel keluar dari mobil. Ada seorang bibi yang membuka pintu rumah, kemudian dia mengangkat semua barang-barang Claren dari bagasi mobil.

__ADS_1


"Itu ada baju kotornya yang masih ada disana, bibi tolong bawa masuk itu," perintah mama.


"Makasih banyak Azel, kami sudah banyak ngerepotin kamu. Ayo masuk," ucap mama.


"Tidak tante, saya langsung balik saja," ucap Azel.


"Kalau begitu hati-hati di jalan," ucap mama.


Mama masuk ke dalam rumah, sedangkan Claren masih di luar.


"Ngomong-ngomong besok lusa kamu ada waktu luang?" Tanya Claren.


"Hmm, ada sih. Tapi sore hari," jawab Azel.


"Baiklah, kalau begitu aku cabut dulu ya," ucap Azel.


"Ya kakak, hati-hati di jalan," ucap Claren.


"Oke," jawab Azel.


Claren kemudian masuk ke dalam dan Azel keluar dari rumah Claren menuju ke rumahnya. Rumah Azel bisa dibilang dekat dengan rumah Claren, dengan menempuh waktu dalam 5 menit akan sampai di rumah Claren. Dia masuk ke kamar, Claren merasakan perbedaan pada dirinya setelah dekat dengan Azel. Claren memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, lalu dia pergi tidur. Keesokan paginya Claren bangun kesiangan sekali, setelah itu dia pergi mandi dan turun ke bawah. Disana hanya kakek seorang, rumah kelihatan tampak sepi sekali. Kakek melihat Claren di yang turun dari tangga, suasana benar-benar canggung sekali. Kemudian kakek pergi ke kamarnya, saat itu Claren memberanikan dirinya untuk bertanya kepada kakek dan segera menyelesaikan perselisihan dengan kakek.

__ADS_1


"Kakek tunggu," ucap Claren.


Kakek tetap berjalan menuju kamarnya, dia masih marah dengan cucunya.


"Kakek, saya ingin bicara sebentar dengan anda. Hari ini saya ingin tahu segalanya dan menuntaskan perselisihan antara kakek dan saya," ucap Claren.


Claren merasa sedikit takut, kemudian kakek berhenti dan pergi ke ruang baca. Claren langsung mengikuti kakeknya, disana kakek berdiri menghadap jendela.


"Kamu ingin menyelesaikan perselisihan ini kan?" Tanya kakek.


"Benar kakek," jawab Claren.


"Kalau begitu kamu harus berjanji terlebih dahulu kepadaku," ucap kakek.


"Aku harus menyetujui perkataan kakek kali ini, tidak tahu resiko apa nantinya yang akan ku jalani aku akan menanggungnya," pikir Claren.


Tanpa berpikir panjang Claren langsung menyetujui perkataan kakek.


"Baiklah kakek, aku akan berjanji dengan kakek," kata Claren.


"Kalau begitu kamu tidak bisa mundur lagi," ucap kakek.

__ADS_1


Suasana di ruang baca sangat sepi dan sunyi, kakek berhenti bicara. Sedangkan Claren hanya berdiam saja menatap kakeknya.


__ADS_2