Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 3


__ADS_3

Akhirnya bola itu mengenai kepala Claren, setelah itu Claren jatuh pingsan. Anak laki-laki yang terkhir memegang bola tersebut menghampiri Claren yang tergeletak di lantai. Penjaga dan anak laki-laki itu mengangkat Claren untuk di bawa ke ruang UKS, tibanya di sana Cleren di letakkan di tempat tidur UKS. Di sana terdapat seorang doctor wanita yang akan memeriksa Claren, sang penjaga itu kemudian pergi untuk mengabari kedua orang tua Claren yang masih berada di dalam kantor kepala sekolah.


"Bapak dan Ibu sudah melengkapi formulir pendaftarannya, serta saya juga sudah melihat prestasi yang telah di hasilkan Claren. Saya memutuskan untuk menerima Claren," ucap Kepala Sekolah.


"Terima kasih banyak atas semuanya." ucap papa Claren (sambil berjabat tangan dengan kepala sekolah)


"Sebagai rasa bahagia saya sudah menerima putri saya untuk bersekolah di sini, saya akan berdonatur ke sekolah ini." kata papa Claren.


"Waahhh... Makasih banyak pakk!" Ucap Kepala Sekolah.


"Tok tok tok....!" suara orang mengetok pintu.


"Iya, masuk!" ucap Kepala Sekolah


"Permisi pak Kepala Sekolah, saya mau memberitahu bahwa gadis yang bersama saya tadi dia sedang pingsan sekarang dia berada di ruang UKS." kata penjaga.

__ADS_1


Kedua orang tua Claren terkejut, mereka mulai khawatir terhadap keadaan Claren.


"Pak tolong tunjukkan ruangan UKS nya saya mau melihat keadaan anak saya!" kata mama Claren (dengan raut wajah cemas)


Mereka bergegas menuju ruang UKS, sesampainya di sana mereka melihat Claren tertidur di tempat tidur UKS dengan doctor yang masih memeriksa Claren.


"Bagaimana keadaan putri saya Claren?" tanya mama Claren.


"Keadaannya baik-baik saja dia hanya mengalami syok karena terkena bola basket."


Ibu Claren bertanya kepada penjaga yang menemani Claren berkeliling. Penjaga itu menjelaskan semua kejadian yang terjadi kepada orang tua Claren. Kedua orang tua Claren sempat marah, tetapi mereka juga memahami keadaan yang terjadi. Anak laki-laki itu masih berada di ruangan UKS dan menghampiri kedua orang tua Claren.


"Baiklah saya maafkan, karena kamu tidak sengaja melakukannya." Kata papa Claren.


"Nama kamu siapa nak?" tanya mama Claren.

__ADS_1


"Nama saya Arvin Andhara." jawab anak laki-laki itu.


Ibu Claren hanya bersenyum kepada Arvin, lalu mama Claren menghampiri Claren yang masih pingsan .


"Doctor kapan Claren akan sadar?" tanya mama Claren.


"Dia sebentar lagi akan segera sadar." jawab Doctor


Kedua orang tua Claren masih menunggu Claren sadar


"Kringggg......Kringgggg.....!" (bel berbunyi)


Menandakan istirahat telah selesai. Kepala Sekolah meminta Arvin kembali ke kelasnya, Arvin pun beranjak kembali ke kelasnya. Setelah itu Claren tersadar, dia melihat kedua orang tuanya berada di sampingnya.


"Syukurlah kamu akhirnya tersadar, apakah ada yang sakit nak?" tanya mama kepada Claren.

__ADS_1


"Tidak ada ma.., aku baik-baik saja" jawab Claren.


Clarenpun bangun dari tempat tidur, dia memutuskan untuk pulang bersama orang tuanya. Mereka pun berpamitan kepada Kepala Sekolah dan beranjak ke mobil. Sopir membukakan pintu mobil dan mereka masuk ke dalam mobil, setelah itu mereka beranjak pulang. Selama dalam perjalanan Claren hanya terdiam, karena dia masih merasa sedikit pusing. Sesampainya di rumah Claren turun dari mobil dan dipapah bersama mamanya, Claren dibawa mamanya ke kamar untuk beristirahat terlebih dahulu. Setelah Claren berbaring di tempat tidur mamanya beranjak keluar kamar.


__ADS_2