Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 61


__ADS_3

"Nak kamu duduk di depan saja ya bersama Azel," ucap mama.


"Iya ma," jawab Claren.


Setelah itu mereka berangkat meninggalkan penginapan itu. Bu guru kembali ke ruang pesta bersama teman-temannya Claren.


"Ya ampun gue iri banget deh sama Claren," ucap Kirana.


"Iri kenapa?" Tanya Elina.


"Lihatlah dia dijemput dengan teman cowoknya. Tapi kalau dilihat-lihat mereka juga cocok," ucap Kirana.


"Iya sih, cowoknya sudah tampan dan baik pula," ucap Vinka.


"Mereka hanya berteman, jangan membuat rumor yang tidak baik tentang Claren," ucap Elina.


"Iya ya," jawab Kirana dan Vinka.


Saat di perjalanan, suasana di mobil sangat sunyi sekali. Claren merasa canggung dengan Azel, begitu juga dengan Azel merasa canggung dengan mama dan Claren.


"Nak bagaimana lukamu?" Tanya Mama.


"Lebih baik kok ma," jawab Claren.


"Besok kita pergi ke rumah sakit ya, untuk mengobati lukanya," kata mama.


"Tidak perlu ma, aku akan baik-baik saja nantinya," ucap Claren.


"Maaf jika aku ikut campur, aku hanya memberikan sara saja. Sebenarnya yang dibilang oleh tante itu juga ada benarnya, tante ingin supaya lukamu cepat sembuh," ucap Claren.


bl


"Yang ku perlukan sekarang adalah beristirahat," ucap Claren.


Perjalanan masih panjang, Azel memutuskan untuk lewat jalan tol supaya cepat sampai tujuan. Jam menunjukkan pukul tengah malam, mama Claren sudah tertidur di belakang. Sedangkan Claren masih menemani Azel begadang, nantinya kalau tidak ada yang menemani Azel begadang takutnya Azel malah mengantuk. Suasana di mobil terasa sunyi sekali, Claren merasa sangat haus saat itu.


"Zel nanti kalau ada rest area kita berhenti sejenak ya," ucap Claren.

__ADS_1


"Ya," jawab Azel.


15 menit kemudian.


Azel menemukan rest area, dia menghentikan mobilnya saat di area parkir.


"Hmm, apakah kita membangunkan tante?" Tanya Azel.


"Biar aku saja yang membangunkannya, kamu masuklah ke dalam dulu," ucap Claren.


Claren dan Azel keluar dari mobil, Azel langsung masuk ke dalam restoran yang ada di rest area. Sedangkan Claren mencoba membangunkan mamanya yang sedang tertidur nyenyak.


"Ma, ayo kita turun dulu," ucap Claren.


Akhirnya mama terbangun dan keluar dari mobil.


"Sekarang kita sudah sampai mana?" Tanya mama.


"Ini masih di rest area ma, kita istirahat dulu disini," ucap Claren.


"Ayo ma kita masuk ke dalam, Azel sudah menunggu kita disana," sambung Claren.


"Iya ma," jawab Claren.


Claren masuk ke dalam, dia duduk di tempat yang sama dengan Azel.


"Tante ada dimana?" Tanya Azel.


"Mama sedang di ke kamar mandi sebentar," jawab Claren.


"Apakah kamu sudah pesan sesuatu?" Tanya Claren.


"Aku sudah pesan duluan, sekarang tinggal kamu sama mama. Nanti kalau aku pesan buat kalian takutnya tidak cocok dengan selera kalian," ucap Azel.


Claren hanya tersenyum, dia memesan makanan dan minuman buat mama dan dia. Setelah itu mama datang, Claren menanyakan kepada mama pesanannya.


"Nak mama hanya ingin segelas kopi saja," ucap mama.

__ADS_1


"Kalau begitu 2 cangkir kopi dan 1 nasi goreng," ucap Claren.


"Baik," jawab pelayan restoran.


Tak lama kemudian pesanan minuman Azel datang, setelah itu disusul dengan pesanan Claren.


"Ini ma kopinya," kata Claren.


"Makasih sayang," ucap mama.


"Mmm, nak mama ke luar dulu ya. Kalian disini saja," ucap mama.


"Tapi ma di luar udaranya dingin," ucap Claren.


"Tidak apa, mama ingin menelpon papamu sebentar," ucap mama.


Mama Vanco keluar dari restoran, disana hanya ada Claren dan Azel. Sebelum pesanan makanan mereka tiba, Claren berusaha mengobrol dengan Azel.


"Kalau boleh tanya, umurmu berapa?" Tanya Claren.


"Umurku sudah 18 tahun," jawab Azel.


"Jadi kamu lebih tua dariku😯, seharunya aku memanggilmu dengan sebutan kakak," ucap Claren.


"Ya.. kalau kamu ingin memanggilku Azel atau kakak itu terserah kamu. Tapi kalau di depan umum lebih baik panggil Azel saja, supaya kelihatan masih muda. Jika seperti ini kamu bisa panggil aku dengan sebutan kakak," ucap Azel.


"Oke, aku setuju dengan ide mu😂, berarti kamu sekarang sudah kelas 12? Dan sebentar lagi lulus dong?" Tanya Claren.


"Iya begitulah," jawab Azel.


"Kakak mau kuliah di mana?" Tanya Claren.


"Hmmm, aku akan di kuliah di luar negeri. Di sana aku akan hidup mandiri tanpa anggota keluargaku," ucap Azel.


"Kakak mau mengambil jurusan apa?" Tanya Claren.


"Sebagai pewaris tunggal keluarga Putra kamu pasti tahu kan aku akan mengambil jurusan apa," ucap Azel.

__ADS_1


"Oke, aku tahu itu," jawab Claren.


Pesanan mereka akhirnya datang, Claren dan Azel makan bersama. Sedangkan mama Vanco masih di luar berbincang dengan papanya Claren.


__ADS_2