
"Saya selaku panitia penyelenggara perlombaan akan membacakan hasil perlombaan," kata panitia.
Panitia mulai membacakan hasil perlombaan, semua peserta berharap mereka bisa mendapatkan juara. Beberapa menit setelah pembacaan nama Claren, Elina, dan Arvin disebutkan oleh panitia. Claren akhirnya mendapatkan juara 1 dalam lomba mapel matematika, Elina mendapatkan juara 1 dalam lomba mapel ilmu pengetahuan sosial, sedangkan Arvin mendapatkan juara 2 dalam lomba sains. Peserta yang mendapat juara maju ke depan untuk menerima penghargaan setelah itu mereka foto bersama.
Dan juara umum dari perlombaan tersebut diperoleh dari SMA Negeri 1 Bangsa. Bu guru pembina dan pendamping mengucapkan selamat kepada mereka. Setelah itu mereka berpamitan untuk pulang ke rumah. Claren menghampiri mamanya yang sedang menunggunya.
"Selamat sayang, kamu berhasil," ucap mama (bahagia).
"Makasih mama, ini juga karena dukungan yang mama berikan," kata Claren.
"Mama akan masakin makanan favorit kamu di rumah," kata mama.
Claren dan mamanya pulang ke rumah, begitu juga dengan Elina dan Arvin. Sesampainya di rumah Claren ingin menunjukkan hasil perlombaan pertama yang dia ikuti di sekolah kepada kakek dan neneknya.
"Nenek, kakek. Aku pulang," ucap Claren.
"Bagaimana cucuku peelonbaanmu tadi?" Tanya nenek.
"Aku berhasil mendapatkan juara nenek," ucap Claren.
"Wahh, nenek turut bahagia dengan prestasimu Claren," ucap nenek.
__ADS_1
Claren hanya tersenyum, dia kemudian menghampiri kakeknya.
"Kakek," kata Claren.
"Tingkatkan prestasimu terus, jangan merasa sombong setelah memenangkan perlombaan," ucap kakek.
Setelah itu kakek pergi meninggalkan Claren.
Claren mengerti kalau kakek masih sedikit marah dengannya, kemudian dia pergi ke kamarnya untuk istirahat. Besok adalah hari Minggu Claren mungkin akan di rumah seharian. Hari sudah sore Claren turun ke bawah untuk menikmati suasana di taman depan saat sore hari.
"Claren kamu mau kemana?" Tanya mama.
"Besok setelah pulang sekolah kamu pergi ke tempat les yang baru ya," ucap mama.
"Udah lama tidak masuk les," sambung mama.
"Iya ma, aku juga ingin pergi les," ucap Claren.
Tiba-tiba papa Claren pulang dari kantor.
"Loh papa kok sudah pulang dari kantor?" Tanya mama.
__ADS_1
"Papa mau siap-siap berangkat ke luar negeri untuk bisnis," kata papa.
"Papa kok mendadak perjalanan bisnis ke luar negeri?" Tanya Claren.
"Papa mau perjanjian bisnis sama salah satu perusahan di luar negeri, dan orangnya waktu luangnya besok," kata papa.
Papa langsung ke dalam dan mempersiapkan barang bawaannya. Beberapa jam kemudian papa Claren keluar dan pergi menuju ke bandara, sebelum itu papanya berpamitan sama orang rumah.
"Nak papa berangkat dulu, jaga dirimu baik-baik," ucap papa.
"Iya, hati-hati di jalan," kata Claren.
Claren masih di taman depan setelah keberangkatan papanya. Semua orang masuk ke dalam ke cuali Claren, dia masih merenungkan dirinya sendiri sambil menatap langit yang senja. Salah satu tukang kebun di rumah Claren mulai menyirami tanaman dan Claren memutuskan untuk membantunya.
"Biar saya saja paman yang menyirami tanaman ini," ucap Claren.
"Tidak usah non ini kan sudah jadi tugas saya, nanti nyonya marah sama saya kalau non yang menyirami tanaman ini," kata paman.
"Tidak apa, nanti paman bilang saja ke mama kalau ini keinginan saya," ucap Claren.
Tukang kebun itu menyerahkan selangnya kepada Claren. Dengan suasana hati yang sedikit senang Claren menyirami tanaman itu supaya tumbuh subur.
__ADS_1