Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 9


__ADS_3

Claren berpamitan kepada kakek dan neneknya untuk berangkat ke sekolah.


"Hati-hati di jalan ya," kata nenek.


"Baik nek," jawab Claren


Claren berangkat ke sekolah, sesampainya di sekolah Claren berpapasan dengan Arvin di depan gerbang, dia dan Arvin memasuki gerbang bersama-sama. Dia berjalan menuju kelas bersama sama, Claren berjalan di depan Arvin. Karena watak Claren yang tidak mau dikalahkan oleh siapapun. Sesampainya di kelas tempat duduk yang diduduki Claren kemarin berganti menjadi tempat duduk Zelin. Zelin menyukai Arvin dari pertama kali dia datang, Arvin sebenarnya murid pindahan sama seperti Claren. Arvin memang dilahirkan di negara ini, tapo saat dia kecil dia pindah ke negara A, kemudian keluarga Arvin memutuskan untuk kembali.


"Zelin, kenapa kamu duduk di sampingku?" tanya Arvin.


Arvin sangat tidak menyukai gadis yang banyak bicara dan banyak gaya seperti Zelin. Zelin sangat lebay sifatnya jika sudah berhadapan dengan laki-laki yang dia sukai.


Karena sikap itu Arvin membenci Zelin.


"Loh emangnya nggak boleh ya? Kemarin kan Claren juga duduk disini, kalau Claren boleh kenapa aku nggak?" tanya Zelin.

__ADS_1


Sedangkan Claren memilih tempat duduk yang lain. Tanpa berbicara lagi Arvin mulai mencari tempat duduk yang lain, karena semua tempat duduk yang ditempati anak laki-laki sudah penuh maka Arvin meminta gadis yang duduk di samping Claren untuk segera pindah ke samping Zelin. Akhirnya Claren dan Arvin duduk bersama lagi, melihat tingkahnya Arvin kepada Zelin. Dia sangat kesal dan marah dengan Arvin.


"Kringgg.....," pertanda masuk.


Beberapa saat Bu guru datang dan menyuruh semua murid yang ada di kelas disuruh keluar menuju ruang laboratorium untuk segera melakukan praktik. Claren baru teringat kalau buku tulis dia hilang. Dia berfikir untuk bertanya kepada Arvin.


"Tunggu!" Teriak Claren.


Arvin masih tidak menghentikan langkahnya.


"Hei! Tunggu laki-laki jelek!" Teriak Claren karena kesal.


"Apa kamu bilang?" Tanya Arvin dengan kaget, karena baru pertama kali ada seorang wanita yang berbicara kepadanya seperti itu.


"Apa kamu benar-benar tidak dengar ya?" Jawab Claren dengan raut wajah kesal.

__ADS_1


"Mau tanya apa? Kalau mau ngajak jalan sorry aku nggak bisa!" kata Arvin dengan tegas.


"Heh😒 PD banget ya?" Tanya Claren.


"Biasanya kan cewek kayak lo seperti itu," jawab Arvin (sedikit malu).


"Aku cuman mau tanya, kamu kemarin masukkin buku tulisku di tas kamu?" tanya Claren dengan sabar.


Arvin mengingat kalau dia pernah melihat buku lain di dalam tasnya.


"Ternyata itu buku lo, oke nanti akan kembalikan," jawab Arvin.


Setelah mendengar ucapan Arvin, Claren langsung pergi meninggalkan Arvin sendirian.


"Huh," Arvin menghela nafas.

__ADS_1


Semua murid sudah masuk ke dalam ruang laboratorium kecuali Arvin, disana Zelin mulai memikirkan rencana untuk mencelakai Claren. Praktik sudah di mulai para murid mulai menuangkan cairan kimia yang sudah disediakan sekolah untuk dimasukkan ke wadah yang dibawa murid-murid dari rumah. Mereka mulai mencampur cairan satu per satu ke dalam wadah sesuai perintah guru.


Zelin sudah menemukan ide yang bagus untuk mencelakai Claren, dia mengganti wadah yang berisi cairan dengan takaran yang pas. Saat Claren mencampurkan cairan tersebut maka akan terjadi ledakan kecil, nantinya akan mengenai wajah Claren. Dikarenakan cairan yang melebihi takaran maka akan menyebabkan ledakan itu.


__ADS_2