Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 14


__ADS_3

Claren berjalan menuju kamarnya dengan hati senang, dia berjanji di dalam hatinya akan menjaga liontin pemberian dari kedua orang tuanya. Sedangkan di sisi lain Arvin sedang memikirkan Claren, dia sempat chat ke nomer Claren yang dia dapatkan dari salah satu anak guru di sekolahnya. Arvin penasaran dengan apa yang dilakukan Claren saat hari Minggu, tetapi Claren pada hari itu tidak membuka handphone sama sekali. Padahal di sisi lain Arvin sedang menunggu balasan dari Claren. Hari pun mulai malam Arvin dan Claren tidur di rumahnya masing-masing.


Keesokan harinya Claren bangun lebih pagi dia bersiap-siap untuk ke sekolah karena hari ini ada upacara bendera setiap hari Seninnya.


Claren sarapan bersama-sama dengan keluarganya, sedangkan Arvin sarapan sendiri di rumahnya karena orang tua Arvin sedang tidak ada di rumah. Claren sarapan dengan cepat karena dia tidak mau terlambat datang ke sekolah.


"Semuanya Claren sudah selesai makan, saya akan pergi berangkat ke sekolah," kata Claren.


"Baiklah sayang," kata mama Claren.


"Ini uang sakunya," kata papa Claren.

__ADS_1


"Ini bekal buat kamu sayang, mama sudah masakin makanan favorit kamu," kata mama.


"Makasih ma," ucap Claren.


"Kalau begitu saya pamit dulu," ucap Claren.


"Iya hati-hati nak," kata papa Claren.


Claren akhirnya pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah Claren langsung berjalan menuju kelas. Saat dia sudah masuk di kelasnya, dia melihat Arvin sudah duduk di tempat duduknya yang semula. Dia tersenyum ke arah Claren, tetapi Claren berpaling darinya. Claren berjalan lurus dia melewati tempat duduk Arvin, kemudian dia memilih tempat duduk yang lain sedikit jauh jaraknya dengan Arvin. Dia duduk di tempat yang kosong tanpa adanya seorang teman di sampingnya. Semua bangku sudah penuh dengan murid-murid, tetapi cuman tempat duduk Arvin dan Claren masih ada yang kosong di sampingnya. Arvin semakin tidak mengerti apa yang di pikirkan Claren sekarang, kenapa dia tidak mau duduk di samping Arvin lagi. Itu yang ada dalam pikiran Arvin, tetapi Claren merasa lebih nyaman jika dia sendirian duduk di tempatnya tanpa ditemani seseorang teman.


"Kringgg.....," suara bel masuk.

__ADS_1


Semua murid-murid di kelas itu turun ke bawah untuk mengikuti upacara bendera. Semua murid berbaris di halaman tengah sekolah untuk mengikuti upacara, murid-murid berbaris dengan tertib di maisng-masing barisan kelasnya. Selama upacara berlangsung Claren hanya terdiam dia mengikuti upacara dengan sungguh-sungguh. Setelah selesai upacara kepala sekolah menyampaikan beberapa pidato yang berisikan tentang informasi perlombaan.


"Assalamualaikum Wr.Wb, murid-muridku semua yang ada disini. Bapak akan menyampaikan sedikit informasi tentang sebuah perlombaan. Perlombaan itu meliputi di bidang olahraga dan bidang ilmu pengetahuan," ucap Kepala Sekolah.


"Di bidang olahraga terdapat lomba lari sedangkan di bidang ilmu pengetahuan terdapat perlombaan mata pelajaran sains, matematika, dan ilmu pengetahuan sosial," kata Kepala Sekolah.


"Kalian bisa mengikuti lomba ini sesuai kemampuan kalian, kalian bisa mendaftarkan diri kalian kepada salah satu seorang guru yang khusus menangani pendaftaran perlombaan dari sekolah kita," kata Kepala Sekolah.


"Kalian juga bisa bertanya lebih lanjut mengenai kompetisi tersebut kepada guru pendaftaran, nantinya kalian akan di seleksi terlebih dahulu. Kemudian kalian akan dibimbing oleh salah satu guru khusus mata pelajaran yang ahli dalam membimbing perlombaan. Sekian informasi dari saya, jika ada salah kata mohon dimaafkan. Wassalamu'alaikum Wr.Wb," ucap Kepala Sekolah.


"Waalaikumsalam Wr.Wb," jawab semua murid.

__ADS_1


__ADS_2