Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 2


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Claren mendaftar di SMA Negeri 1 Bangsa sekolah yang terkenal di kota A yang terdapat murid-murid yang pintar dan golongan teratas. Claren adalah anak pindahan dari SMA Negeri 1 Bangsa, dulunya Claren tinggal di luar negeri tetapi kedua orang tuanya memutuskan untuk pindah ke rumah kakek dan neneknya Claren.


"Sayang... Claren, cepatlah bangun nak hari sudah pagi. Hari ini kamu hari ini papa dan mama akan mendaftarkan mu ke sekolah baru nak." (dengan suara yang lembut)


"kreeekkk......!" (dibukalah pintu kamar)


"Hari ini aku sudah siap ma..🙂, tadi aku bangun lebih awal dan mempersiapkannya." ucap mama Claren.


"Anak pintar! Mama sangat merasa bangga!" Ucap mama Claren


"Sekarang kita turun dan sarapan bersama papa, nenek, dan kakek. Kamu harus bersikap sopan padanya karena mereka lebih tua darimu," ucap Mama Claren.


"Baik ma..," ucap Claren.

__ADS_1


Claren dan mamanya menuruni tangga dengan perlahan. Sesampainya di bawah Claren melihat ayah, kakek, dan neneknya sudah duduk di meja makan. Suasana yang terasa sangatlah sepi, Claren sempat merasa ketakutan. Claren bersama mamanya menuju ke meja makan. Sesampainya disana Claren memberanikan diri untuk menyapa kakek dan neneknya.


"Selamat pagi kakek dan nenek!"


Setelah menyapa mereka masih tidak ada jawaban dari mereka. Claren pun memilih duduk di dekat papa dan mamanya. Tak lama kemudian kakek dan neneknya menjawab.


"Selamat pagi cucuku. Kenapa kamu tidak duduk disamping kakek?" Tanya kakek Claren.


"Kamu mau sarapan apa?" tanya nenek Claren.


"Saya sarapan sama roti dan selai kacang aja nek." jawab Claren dengan suara pelan.


"Baiklah, nenekmu akan mengambilkannya untukmu. Tapi kamu harus makan yang banyak supaya tidak terlihat kurus," kata kakek

__ADS_1


Kemudian Claren tersenyum kepada kakeknya, setelah itu suasana di meja makan berubah yang tadinya menakutkan sekarang menjadi ramah. Setelah selesai sarapan Claren beserta mama dan papanya pergi mendaftar ke sekolah baru. Di perjalanan Claren sangat menikmati pemandangan-pemandangan yang dia lewati.


Sesampainya di sekolah pak sopir mulai membukakan pintu mobil, Clarenpun mulai melangkahkan kakinya ke tanah. Claren mulai melihat sekolah barunya, kemudian dia berjalan bersama kedua orang tuanya ke kantor kepala sekolah. Di depan pintu kantor kepala sekolah sudah menyambut mereka, dengan ramah. Kepala sekolah mengajak kedua orang tua Claren untuk masuk ke dalam kantor.


"Claren kamu bisa jalan-jalan sebentar sambil keliling lingkungan sekolah, mama dan papa akan berbicara dengan kepala sekolah," ucap mama Claren.


"Baiklah," jawab Claren.


Kedua orang tua Claren segera masuk ke ruangan kepala sekolah. Setelah itu Claren beranjak pergi bersama salah satu penjaga yang menemaninya berkeliling, sang penjaga menunjukkan setiap rungan kepada Claren.


"Kringggggg!" (bel istirahat berbunyi)


Semua murid-murid keluar dari kelas mereka masing-masing, ada yang membawa bekal makanan. Semua murid-murid pergi ke kantin sebagian murid laki-laki ada yang bermain basket di ruangan khusus basket yang berada di sekolah itu. Saat itu Claren dan penjaga sekolah berjalan menuju ruangan basket, saat Claren tiba di ruangan basket itu ada satu anak yang hendak melemparkan bola basket ke ring ternyata di halangi oleh seorang laki-laki. Tiba-tiba bola itu menuju ke arah Claren yang sedang memperhatikan penjelasan penjaga itu.

__ADS_1


__ADS_2