Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 46


__ADS_3

"Kalau kamu sekolah di mana?" Tanya Azel.


"SMA negeri 1 Tenggara," ucap Azel.


"Besok akan ku antar pergi ke sekolah," ucap Azel.


"Tidak usah, nanti biar sopirku yang akan mengantarkanku. Kamu kan juga masuk sekolah," ucap Claren.


"Nggak apalah kan satu arah sama sekolahku, lagian kamu berangkatnya juga masih pagi," ucap Azel.


"Baiklah, tapi aku tanya ke mama dulu," ucap Claren.


"Ya," ucap Azel.


Setelah selesai berbelanja mereka diantar pulang oleh Azel. Sesampainya di kompleks Azel bertanya kepada Claren, dimana tempat tinggalnya.


"Di depan belok kiri, lurus terus kemudian belok kanan. Rumahku ada di samping kiri," ucap Claren.


Setelah sampai di depan rumahnya, paman satpam membukakan gerbangnya. Sesampainya di dalam pak satpam membantu menurunkan barangnya dari mobilatangla dan di bawa ke dalam kamar Claren.


"Semua ini langsung aja dibawa ke kamar Claren," ucap mama Vanco.


"Terima kasih nak, maaf ngerepotin sudah ngrepotin kamu," ucap mama Vanco.


"Tidak tante, saya tidak merasa keberatan telah mengantarkan tante," ucap Azel.


Kemudian mama Vanco masuk ke dalam rumah. Tetapi Claren masih berada di luar bersama Azel, kemudian datanglah sebuah mobil. Ternyata itu mobilnya Arvin, dia diundang untuk makan malam bersama kakek.


"Kenapa dia ada disini?" Pikir Claren.

__ADS_1


"Eh Claren kamu sama cowok ini lagi?" Tanya Arvin.


"Lo kenapa ada disini? Apa jangan-jangan kakek yang ngundang lo," kata Claren.


"Iya begitulah," ucap Arvin.


"Lo benar-benar nggak dengar sama sekali perkataanku ya, aku sudah bilang berulangkali jangan deketin keluargaku!" Tegas Claren.


"Aku mengerti, tapi aku tidak bisa menolak permintaan kakek," ucap Arvin.


Kemudian Arvin masuk ke dalam, sedangkan Claren semakin emosi melihat Arvin berada disini.


"Claren? Kamu nggak apa kan? Kelihatannya kamu sangat kesal dengan dia?" Tanya Azel.


"Ehmm, lebih baik kita masuk dulu ke dalam. Sekalian makan malam bersama," ajak Claren.


"Sorry gue nggak bisa kali ini," ucap Azel.


Claren menggandeng tangan Azel untuk masuk ke dalam rumah. Sesampainya di dalam rumah, Arvin dan kakek yang sedang duduk di ruang tamu melihat Claren sedang memegang tangan seorang laki-laki. Kakek langsung berdiri setelah melihat Claren, sepontan Claren melepaskan tangannya dari Azel.


"Siapa kamu?" Tanya kakek.


"Nama saya Azel Putra, saya temannya Claren," ucap Azel.


Arvin kaget mendengar pernyataan itu, dia sangat heran. Karena seorang Claren tidak mau memiliki teman dikarenakan masa lalunya dan Azel bukan dari satu sekolah dengan Claren. Sedangkan Claren baru pindahan disini, itulah yang berada di pikiran Arvin.


"Kamu Azel Putra?" Tanya kakek.


"Iya kakek, saya anak pertama dari dua bersaudara," ucap Azel.

__ADS_1


"Ya ya, saya tahu keluarga kamu. Saat ini keluarga kamu sedang menjalin bisnis dengan keluarga kami," ucap kakek.


Claren, Azel, dan Arvin terkejut mendengar ucapan kakek.


"Kalau tidak salah sedang bekerjasama dalam sebuah proyek besar dengan luar negeri?" Ucap Azel.


"Oh ya benar sekali, anak saya yang ke sana untuk membahas proyeknya," ucap kakek.


"Kebetulan sekali," ucap Azel.


"Kamu ikutlah makan malam bersama kami," ucap kakek.


"Dia memang saya undang untuk makan malam bersama," ucap Claren.


Kakek kembali duduk bersama Arvin.


"Kalau tidak salah sedang bekerjasama dalam sebuah proyek besar dengan luar negeri?" Ucap Azel.


"Oh ya benar sekali, anak saya yang ke sana untuk membahas proyeknya," ucap kakek.


"Kebetulan sekali," ucap Azel.


"Kamu ikutlah makan malam bersama kami," ucap kakek.


"Dia memang saya undang untuk makan malam bersama," ucap Claren.


Kakek kembali duduk bersama Arvin.


"Duduklah disini bersama kami," ajak kakek.

__ADS_1


"Maaf kakek kami ingin ke ruang baca, untuk melihat beberapa koleksi buku-buku disana," ucap Claren.


__ADS_2