
Bu guru segera memberitahukan ke teman-teman Claren, supaya memberikan do'a dan dukunga kepada Claren.
"Murid-murid tolong perhatikan baik-baik, Bu guru mau menyampaikan kabar kurang bahagia," ujar Bu guru.
Arvin masih sibuk mengerjakan tugasnya dan tidak memperhatikan Bu guru di depan, tetapi anak-anak yang lain berhenti menulis dan mendengarkan informasi yang akan disampaikan oleh Bu guru.
"Anak-anak kalian tahu hari ini teman baru kalian yang bernama Claren sedang masuk rumah sakit, dia tidak bisa mengikuti pembelajaran selama beberapa hari. Mari kita do'akan supaya teman kalian bisa cepat sembuh," kata Bu guru.
Seketika mendengar nama Claren yang disebutkan oleh Ibu guru, Arvin langsung berhenti menulis dan dia jadi tahu alasan Claren tidak masuk hari ini.
"Heh baguslah kalau anak sombong itu sakit," ucap Zelin kepada teman-temannya.
"Semoga teman kalian yang bernama Claren segera sembuh," kata Bu guru.
"Aminnn," jawab murid-murid.
Kemudian murid-murid kembali belajar. Sedangkan mama Claren terus memegang tangan Claren dan menangis.
"Ayah dan ibu, kalian pulang aja. Biar saya yang akan menjaga Claren disini nanti saya akan kabari Claren kalau Claren sudah sadar," ucap papa Claren.
"Baiklah nak kami akan pulang, tapi tolong kabari perkembangan cucuku," ucap nenek Claren.
"Baik ibu," jawab papa Claren.
"Nak kami pulang dulu ya, cucuku harus sembuh. Semua orang menyayangimu," ucap kakek.
__ADS_1
"Nenek dan kakek akan selalu mendo'akan agar kamu sehat selalu," ucap nenek.
"Menantu jangan sedih terus, Claren akan baik-baik saja," ucap nenek.
"Iya ibu, kalian hati-hatinya," jawab mama Claren.
"Mari, biar kuantar kalian dari depan. Pak sopir tolong antar ayah dan ibu pulang," kata papa Claren.
"Baik tuan," jawab pak sopir.
Mereka keluar dari ruangan Claren dirawat. Akhirnya mereka masuk mobil dan pulang ke rumah. Papa Claren kembali ke ruangan Claren.
Saat di sekolah Arvin berinisiatif untuk menjenguk Claren ke rumah sakit, dia ingin tahu tentang keadaan Claren.
3 jam telah berlalu.
"Claren kamu sudah sadar nak? Apakah ada yang sakit," tanya mama Claren.
"Bagaimana kondisimu sekarang sayang?" Tanya papa Claren.
"Mama dan papa nggak usah khawatir, aku baik-baik saja," jawab Claren (dengan suara lemas).
Doctor kemudian datang ke ruangan dan memeriksa keadaan Claren.
"Bagaimana Doctor keadaan anak saya?" Tanya papa Claren.
__ADS_1
"Keadaannya mulai membaik, cuman butuh istirahat saja. Tetapi lukanya nanti akan di rawat oleh Doctor spesialis kulit," ucap Doctor.
"Baik Doctor," jawab papa Claren.
"Boleh saya tahu kapan saya akan diperolehkan pulang ke rumah?" Tanya Claren.
"Nanti kita akan lihat perkembangan dari lukanya dan saya akan bekerjasama dengan Doctor spesialis kulit," jawab Doctor.
"Baik Doctor, terima kasih," ucap mama Claren.
"Sama-sama," ucap Doctor.
Doctor kemudian pergi dari ruangan Claren.
"Sayang kamu harus sembuh dulu, sementara ini jangan mengikuti lomba itu. Kamu kan bisa mengikuti lomba yang lainnya," tegas mama.
"Maafkan aku jika aku membantah perintah mama, tapi aku sangat ingin ikut lomba itu," jawab Claren.
"Baik kalau begitu keputusan Claren, papa mendukung keputusan Claren. Tetapi ada satu syaratnya," ucap papa.
"Pa tapi..," kata mama.
"Ma biarkan aku yang bicara dengan putriku yang keras kepala ini," jawab papa.
"Apa syaratnya?" Tanya Claren.
__ADS_1
"Kamu papa bolehin untuk ikut lomba, tetapi kamu harus memperhatikan kesehatanmu juga. Setidaknya tunggulah dua sampai tiga hari kamu dirawat di rumah sakit," tegas papa.
"Baiklah, aku akan memperhatikan kesehatanku selama dua hari ini. Jika saat itu aku sudah sehat aku akan pulang," jawab Claren.