Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 21


__ADS_3

Claren tidak bisa membantah perintah mamanya lagi, dia harus menuruti semua yang dikatakan mamanya. Sesampainya di rumah sakit mama Claren langsung membawanya ke dalam.


40 menit kemudian.


Setelah selesai diobati mama Claren membawanya pulang. Mamanya sangat khawatir dengan luka di tangan Claren. Sesampainya di rumah Claren dan mama masuk ke dalam.


"Claren sekarang kamu istirahat dulu, mama akan bawakan bubur untuk makan," ucap mama.


"Baik," jawab Claren.


Claren naik ke atas sedangkan mamanya pergi ke dapur.


15 menit kemudian.

__ADS_1


Mama masuk ke dalam kamar Claren sambil membawakan bubur dan segelas susu. Saat itu Claren masih mandi di kamar mandi, sedangkan mamanya menunggu Claren keluar. Beberapa menit Claren selesai mandi.


"Claren sini mama bantu untuk mengeringkan rambutmu yang basah," kata mama Claren.


"Setelah ini mama akan ganti perbannya," cap mama.


"Ma, aku mau tanya apakah besok aku bisa masuk les?" Tanya Claren.


"Mama masih belum ngizinin kamu untuk masuk les dulu, dan mama juga akan mengirim surat izin ke sekolah besok," tegas mama.


"Claren masalah lomba kamu bisa tunda dulu, mama tidak paksakan kamu untuk mengikuti lomba itu, jika keadaan tanganmu masih sakit lebih baik jangan dulu," tutur mama.


"Tapi ma ini kesempatan Claren untuk menunjukkan kalau Claren itu bisa diandalkan sama sekolah untuk mengikuti lomba," jawab Claren.

__ADS_1


"Sekarang mama sudah selesai keringkan rambutmu, saatnya kamu makan buburnya sebelum dingin," ucap mama.


"Ma besok aku mau masuk sekolah dan aku nggak ingin mundur dalam perlombaan ini. Aku tidak akan menyerah walaupun tanganku sakit," kata Claren.


"Terserah kamu, mama sudah bilangin ke kamu. Kalau kamu masih bantah mama, mama pergi dulu," tegas mama.


"Ma! Jangan pergi!" Teriak Claren (menghentikan mamanya pergi).


Claren merasa sedih dia tidak tahu harus memilih yang mana. Karena kekhawatiran mama Claren yang berlebihan membuatnya merasa tidak nyaman. Kemudian Claren langsung pergi ke ruang belajarnya, dia tidak jadi memakan buburnya itu. Karena sekarang hatinya merasa sedih, perban di tangannya juga tidak ia ganti dengan yang baru.


Malampun tiba.


Claren masih di ruang belajar dia terus menulis tanpa henti, dia melampiaskan kemarahannya pada dirinya sendiri. Mamanya Claren sebenarnya ingin bertemu dengannya tapi dia tidak bisa melihat Claren sedih. Hari semakin larut, ini sudah mencapai dini hari tapi Claren masih berada di ruang belajar. Ayahnya bahkan sudah pulang dari tadi. Di sisi lain Arvin gelisah dia sampai tidak bisa tidur.

__ADS_1


"Kenapa sih kok gue nggak bisa tidur dari tadi! Malah ke pikiran Claren aja!" gumam Arvin (sedikit jengkel dengan dirinya sendiri).


Dia terus mengubah posisi tidurnya tetapi dia masih tidak bisa tidur. Akhirnya dia memutuskan untuk mengambil segelas susu di dalam kulkas, kemudian di duduk di ruang tamu lantai bawah. Setelah meminum segelas susu dia memutuskan untuk membaca cerita, akhirnya dia tertidur di ruang tamu. Sedangkan Claren mulai merasa kesakitan di tangannya, karena kulitnya mulai iritasi. Claren menahan sakit sampai dia mengeluarkan air mata. Claren akhirnya pingsan karena dia masih belum makan dari tadi dan dikarenakan dia menahan rasa sakit di tangannya. Saatnya sarapan, tetapi Claren masih belum turun, semua keluarganya sudah menunggu dia di meja makan. Tetapi masih belum kelihatan juga.


__ADS_2