
Siang harinya mereka beristirahat ke kamarnya masing-masing, saat di kamar Vinka dan Elina sedang bercakap-cakap mengenai perlombaan tadi.
"Kalau saja yang mewakili lomba itu kamu dan Claren pasti akan mendapat juara pertama," bisik Vinka.
"Hhsstt, kamu ngomong apa sih, itu kan temenmu juga. Lagian Claren tidak masalah jika Kirana yang menggantikan dia," jawab Elina.
"Mungkin Claren terpaksa mengalah," kata Vinka.
"Aku tidak terpaksa untuk mengalah dari Kirana, tetapi aku memberikan kesempatan untuk Kirana," tegas Claren.
"Tapi kan kita malah mendapatkan juara kedua," ucap Vinka.
"Walaupun kita mendapatkan juara kedua, itu semua dari kerja keras kita sendiri. Masalah kita dapat juara berapa saja itu tidak penting, yang penting kita sudah mendapatkan juara dan pertemanan kita masih baik-baik saja," tutur Elina.
"Ada apa? Kok kalian langsung terdiam setelah melihat aku?" Tanya Kirana.
"Tidak, kami hanya sudah selesai mengobrolnya. Makanya kami diam sekarang," jawab Elina.
"Aku tidur dulu," ucap Claren.
__ADS_1
"Iya, lebih baik kita juga tidur siang. Kita harus terlihat lebih fresh saat pesta nanti," ucap Elina.
"Baiklah," jawab Kirana.
Semua anggota kelompok Elina tertidur pulas di kamarnya, beberapa jam kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu kamar mereka dengan keras. Kemudian Elina yang mendengar suara orang menggedor-gedor pintu kamar mereka, dia memutuskan untuk melihatnya.
"Siapa yang menggedor-gedor pintu kamar saat di penginapan seperti ini?" Gumam Elina.
Dibukalah pintu kamarnya, saat itu di depan Elina berdiri Zelin bersama teman-temannya.
"Kalian semua kenapa ada disini?" Tanya Elina.
"Ada apa ini?!" Tanya Elina.
"Aku tidak membuat masalah dengan kalian saat kita bertemu, tetapi kenapa lo cari gara-gara sama gue?!" Tanya Zelin.
"Aku cari masalah sama kamu? Sejak kapan?" Tanya Elina.
"Saat lo memenangkan perlombaan itu!" Jawab Zelin.
__ADS_1
Claren, Vinka, dan Kirana yang mendengar suara Zelin di depan kamarnya. Mereka langsung pergi ke depan untuk melihat keributan apa lagi yang dilakukan sama Zelin.
"Itu kan hasil dari kerja keras anggota kelompokku," jawab Elina.
"Tapi gue benar-benar tidak terima jika kamu yang mendapatkan juara keduanya!" Tegas Zelin.
Setelah Claren keluar dari kamar, Zelin melihat Claren yang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Ini dia, anak yang selalu ingin mendekati Arvin!" Teriak Zelin.
"Cukup Zelin! Kalau kamu tidak terima atas hasil perlombaan itu. Kamu bisa protes kepada gurunya langsung, bukan kepada kami. Dan jika kamu merasa aku yang mendekati Arvin, itu adalah pemikiran mu karena kamu merasa tersaingi. Jika kamu ingin Arvin memperhatikanmu maka berusahalah untuk itu, kalau aku tidak ada gunanya mendekati Arvin," tegas Claren.
Zelin sangat marah saat Claren berbicara seperti itu di hadapannya, dia langsung pergi dari hadapan Claren.
"Untung saja dia langsung pergi dari sini. Kalau tidak, keributan apa yang akan di buat si biang kerok itu lagiš¤¦," ucap Vinka.
"Sudahlah kita masuk ke dalam aja, buat apa urusin si Zelin itu," ucap Kirana.
Pukul 17.05.
__ADS_1
Pesta segera di mulai, saat itu mereka mengenakan pakaian bebas saat berpesta. Semua pemenang ke juara an sangat senang pada sore itu, disana di sediakan makanan ringan dan jus. Mereka mengobrol dan menikmati suasana sore hari, pesta akan diadakan sampai malam hari.