Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 42


__ADS_3

"Ma, aku ingin mendengar pendapat mama," ucap Claren.


"Soal apa?" Tanya mama.


"Besok lusa sekolah mengadakan untuk pergi camping di pegunungan, disana juga di sediakan tempat penginapan yang layak," ucap Claren.


"Kamu ikut juga tidak papa, tapi kamu harus jaga diri baik-baik," kata mama.


"Ma, tapi Claren tidak suka camping, mama tahu kan dari kecil Claren tidak pernah mau ikut camping," ucap Claren.


"Ya kamu berusahalah untuk memberanikan diri ikut camping, ini juga melatih kemandirian mu," kata mama.


"Ma, tapi disana ada Arvin juga yang ikut. Aku tidak mau melihat wajahnya setiap hari," kata Claren.


"Nak, kamu harus belajar untuk menghadapi sesuatu yang ada dalam diri kamu. Entah itu sebuah masalah atau bukan kita harus maju. Jangan pernah mundur gara-gara orang yang kita benci, itu akan merugikan diri sendiri," tutur mama.


"Baiklah, kalau itu yang mama inginkan," ucap Claren.


Dia langsung pergi ke atas, hatinya sedikit kecewa karena mama yang biasanya mendukung keputusan dia saat kegiatan sekolah. Malah sekarang mama menyuruhnya untuk ikut camping.


"Claren!" Panggil mama.


Ini pertama kalinya Claren tidak berhenti saat mama memanggilnya.


"Anak ini🤦," kata mama.

__ADS_1


Sore harinya Claren bersiap-siap untuk keluar rumah. Saat menuruni tangga kakeknya sudah pulang, setelah itu kakeknya langsung pergi ke kamar tanpa menyapa Claren.


"Claren tunggu," panggil nenek.


"Ya nenek," jawab Claren.


"Kamu mau kemana?" Tanya nenek.


"Saya mau pergi ke toko buku," jawab Claren.


"Hati-hati di jalan," ucap nenek.


"Iya nek," kata Claren.


Claren keluar dari rumahnya, tetapi dia tidak berpamitan kepada ibunya. Kemudian pak sopir membukakan pintu mobil untuk Claren. Dia pun masuk ke dalam, setelah itu mereka berangkat menuju toko buku. Sesampainya di sana Claren masuk ke dalam, dia melihat isi buku terlebih dahulu. Jika ada buku yang membuatnya tertarik dia baru akan membelinya. Saat mengambil buku di rak, tangan Claren menyentuh bukunya tiba-tiba ada tangan laki-laki juga yang menyentuh buku itu secara bersama-sama.


"Kamu? Ada di sini?" Tanya Claren.


"Wah.. kita bertemu lagi," ucap Azel.


"Mungkin kebetulan," jawab Claren.


"Kamu ingin membeli buku ini?" Tanya Azel.


"Itu buat kamu saja," singkat Claren.

__ADS_1


"Harusnya aku yang mengalah disini🙂, ini bukunya buat kamu saja. Aku sudah mendapatkan buku yang lain," kata Azel.


"Thanks," ucap Claren.


"Sama-sama, oh ya aku belum tahu nama kamu," ucap Azel.


Lalu Claren pergi melihat buku-buku lain.


"Halo?" Tanya Azel.


"Kenapa?" Tanya Claren.


"Kamu kan sudah tahu namaku, sekarang giliran kamu yang ngasih tahu nama kamu," kata Azel.


"Aku tidak meminta kamu memberitahukan namamu kepadaku, buat apa sekarang kamu perlu tahu namaku," tegas Claren.


Dia mengambil buku di rak, kemudian pergi ke kasir untuk membayar.


"Baiklah, kalau kamu tidak mau aku mengetahui namamu. Mungkin lain kali😅," ucap Azel.


Azel juga membayar bukunya di kasir, setelah itu Azel yang membayar buku-buku yang dibeli Claren.


"Sekalian sama bukunya, berapa totalnya?" Tanya Azel.


"Tidak perlu repot-repot, aku bisa membayarnya sendiri. Ini uangnya," ucap Claren kepada penjaga kasir.

__ADS_1


"Tolong kembalikan uangnya, terima saja yang ini," ucap Azel.


Kemudian penjaga kasir mengembalikan uangnya kepada Claren, setelah itu Azel dan Claren keluar dari toko.


__ADS_2