Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 53


__ADS_3

Saat itu mereka menunggu giliran mereka bermain.


35 menit kemudian.


Kini kelompok Elina dipanggil dan di lawan kan dengan kelompok Gea anak kelas lain. Setelah itu mereka bersiap di posisinya masing masing, perlombaan ini juga membutuhkan kecepatan anggota kelompok.


Pak guru sudah membunyikan bel nya kemudian mereka memulai perlombaan. Saat ini adalah giliran Claren berlari menuju finish, dia terus berusaha keras untuk berlari lebih cepat lagi. Lawannya sudah hampir mendekatinya, Claren berusaha lari lebih keras.


Dan tinggal sedikit lagi dia akan mencapai garis finish, anggota kelompoknya bersorak untuk menyemangati Claren. Pada detik-detik terakhir Claren berhasil mencapai garis finish dan akhirnya kelompok Claren yang menang dalam perlombaan itu. Sebenarnya kelompok Elina dengan kelompok Gea sangat beda tipis hasilnya. Karena kemauan Claren yang ingin menang membuatnya berlari lebih cepat, semua anggota kelompoknya memberikan selamat satu sama lain.


"Claren duduklah disini, apakah kakimu terasa sakit?" Tanya Elina.


"Sedikit," jawab Claren.


"Aku akan mengambilkan salepnya di kamar," ucap Karina.


"Tidak perlu, kamu disinilah. Sebentar lagi pengumuman siapa pemenangnya, pastinya kamu mau mendengar itu kan? Lebih baik nanti saja mengobatinya," ucap Claren.


"Tapi...," kata Kirana.


"Sudahlah, aku benar-benar tidak apa-apa," ucap Claren.

__ADS_1


Kemudian hasil lomba sedang diumumkan oleh Bu guru, dan kelompok Elina masuk ke lima besar. Setelah itu semua murid-murid di persilahkan untuk istirahat terlebih dahulu, dan besoknya akan di adakan lomba untuk penentuan siapa yang akan menjadi juara- juaranya.


"Claren mana lukamu, aku akan mengobatinya," ucap Vinka.


"Tidak usah, biar aku saja yang mengobati lukanya sendiri," jawab Claren.


Setelah itu ponsel Claren berbunyi, lalu dia melihat ponselnya. Ternyata mama Vanco yang menelponnya, Claren pun mengangkatnya.


"Halo ma," ucap Claren.


"Bagaimana kabarmu nak? Kemarin malam mama sempat menelpon mu, tapi kamu tidak mengangkatnya," ucap mama.


"Mama bisa mengerti kondisimu, tetapi kamu baik-baik saja kan? Mama sangat khawatir dengan keadaanmu disana, hati mama terus merasa gelisah," ucapnya.


"Mama tidak perlu khawatir, aku sehat-sehat saja disini. Ada teman-temanku yang membantuku disini," ucap Claren.


"Syukurlah kamu baik-baik saja. Apakah kamu sudah makan?" Tanya mama.


"Tadi sudah sarapan ma, sebentar lagi makan siang," ucap Claren.


"Jaga dirimu baik-baik ya nak, mama sangat khawatir jika kamu berada di luar sana," ucap mama.

__ADS_1


"Ma, aku baik-baik disini. Jangan terlalu khawatir denganku, aku disini belajar mandiri agar lebih dewasa," ucap Claren.


"Iya ya, anak mama sudah dewasa sekarang. Waktu berjalan begitu cepat, mama tidak mengira kamu sudah sebesar ini sekarang," ucapnya.


"Hhhhh, di mata mama aku masih kecil seperti dulu, dan aku sebagai anaknya juga menikmatinya," ucap Claren.


"Sekarang kamu istirahatlah yang cukup, mama sudah lega mendengarkan kabar mu. Mama tutup dulu telponnya," ucap mama.


"Iya, mama yang sehat ya. Besok lusa aku sudah pulang," ucap Claren.


"Mama akan masakin makanan favorit mu, pasti kamu akan sedikit kurus saat di sana," ucap mama.


"Hhhh," tawa Claren.


"Baiklah nak, sampai jumpa," ucap mama.


"Daaaa, mama," ucap Claren.


"Daaa," jawab mama.


Claren meletakkan ponselnya setelah mama mematikan telponnya. Claren dan kelompoknya pergi ke ruang makan, karena ini sudah waktunya jam makan siang. Setelah itu mereka diperbolehkan untuk berkeliling di sekitar penginapan. Claren saat itu sedang duduk sendirian di taman, dia menikmati tanaman-tanaman yang berada di sekitar taman.

__ADS_1


__ADS_2