
"Apa!? Itu karena aku hubunganmu dan kakekmu renggang?" Tanya Arvin (terkejut).
"Sudalah, aku tahu kamu pasti balas dendam kan atas perilaku dinginku?" Kata Claren.
"Aku tidak bermaksud Claren, apa yang aku katakan kepada kakek sampai terjadi kesalahpahaman antara kalian?" Tanya Arvin.
"Vin pergilah dari sini, sebelum kesabaranku habis. Dan tolong jangan sok baik di depan keluargaku," tegas Claren.
Arvin yang mengerti perasaan keadaan Claren saat ini, dia memutuskan untuk kembali ke tempat duduknya.
"Pasti saat ini suasana hati Claren lagi emosi, lebih baik aku biarkan saja," pikir Arvin.
Bu guru datang ke kelas dan memberitahukan perlengkapan yang harus dibawa oleh murid-murid saat pergi camping besok.
Skip..
Setelah pulang sekolah Claren pergi keluar untuk membeli perlengkapan camping besok bersama mamanya. Saat di perjalanan pak sopir merasa tidak nyaman saat mengemudi, kemudian dia mengecek ban mobilnya. Ternyata kedua ban mobil itu bocor, Claren dan mama Vanco keluar dari mobil setelah di beritahu oleh sopir kalau ban mobil bocor.
"Bagaimana ini, ban cadangannya hanya satu. Apakah disini tidak ada bengkel?" Tanya mama Vanco.
"Ada nyonya tapi sangat jauh dari sini, mobilnya perlu di derek supaya bisa ke bengkel," ucap pak sopir.
"Coba kamu terpon sopir yang satunya, suruh dia kesini untuk menjemput kami," perintah mama.
Pak sopir menelpon sopir lain untuk menjemput mereka, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang mengangkat teleponnya. Kemudian pak sopir berulangkali menelponnya kembali, tetapi tidak ada yang terjawab semua.
__ADS_1
"Maaf nyonya, saya sudah telpon tetapi tidak ada yang mengangkatnya," ucap pak sopir.
"Ya ampun.. kemana perginya para sopir ituš¤¦, saat dibutuhkan malah nggak ada yang nongol," ucap mama Vanco.
"Lebih baik cari taksi saja, daripada kita nungguin lama disini," ucap Claren.
"Tapi dimana taksinya? Dari tadi belum ada yang lewat sini?" Tanya mama.
Beberapa menit kemudian ada sebuah mobil yang menghampiri mereka, ternyata mobil itu milik Azel.
"Loh ini kan mobilnya Azel," ucap Claren.
"Apa? Kamu beneran nak?" Tanya mama.
Tak lama kemudian Azel keluar dari mobil itu.
Tanya Azel.
"Mobil kami mengalami ban bocor," ucap Claren.
"Oh ya perkenalkan ini mamaku," sambung Claren.
"Azel tante," ucapnya.
Mama Vanco tersenyum ke arahnya.
__ADS_1
"Kalau begitu kalian naik mobilku saja, nanti akan saya antar ke tujuannya," ucap Azel.
"Tidak usah nak, nanti ngrepotin kamu aja," ucap mama Vanco.
"Tidak tante, saya senang bisa membantu orang," ucap Azel.
"Tapi zel kamu kan mempunyai tujuan yang berbeda sama kita, biar aku sama mama naik taksi saja," ucap Claren.
"Aku sudah mau pulang Claren, aku juga santai aja pulangnya. Aku lebih senang kalau bisa mengantarkan kalian," ucap Azel.
"Mari tante, biar saya yang antar kalian," ucap Azel.
Mama Vanco berpikir jika dia terlalu lama berada disini pasti akan membuang waktu. Dan belum tentu taksi akan lewat ke sini, hari juga semakin sore. Akhirnya mama Vanco memutuskan naik ke dalam mobilnya Azel.
"Claren kamu bisa duduk di depan, jika mama kamu duduk di belakang," ucap Azel.
"Baiklah," jawab Claren.
Claren duduk di depan bersama Azel, kemudian mereka melanjutkan perjalanannya ke toko untuk membeli perlengkapan camping besok. Sesampainya di toko, mereka bertig masuk ke dalam dan mengambil keperluan Claren yang dibutuhkan untuk besok. Mama Vanco sedang melihat-lihat barang lain, sedangakan Claren dihentikan oelh Azel.
"Kenapa?" Tanya Claren.
"Kamu mau pergi camping?" Tanya Azel.
"Iya, besok sekolah mengadakan camping di pegunungan," ucap Claren.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu kamu sekolah dimana?" Tanya Azel.
"SMA Negeri 1 Bangsa," jawab Claren.