Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 29


__ADS_3

"Claren! Ayo bangun sayang," ucap mama.


"Ini sudha waktunya kamu minum obat dan mama akan ganti perbannya," kata mama.


"Emm, mama sudah selesai masaknya?" Tanya Claren.


"Masih kurang sedikit lagi, ada bibi di dapur jadi mama kesini," kata mama.


"Ma, Claren ke kamar mandi dulu untuk cuci muka," kata Claren.


"Baiklah, mama akan siapkan obatnya," jawab mama.


Setelah beberapa menit Claren akhirnya keluar dari kamar mandi. Claren memakan makanan yang telah dibawakan oleh mamanya. Setelah itu mama Vanco memberikan obat berupa pil dan salep ke Claren.


"Mana tanganmu, mama akan mengobati lukanya," ucap mama.


Mama Vanco membuka perbannya dan mengoleskan obat di tangan Claren.


"Ma besok aku boleh masuk sekolah lagi kan?" Tanya Claren.


"Itu terserah kamu nak, jika kamu sudah merasa sehat betul. Mama izinkan kamu masuk ke sekolah," jawab mama.


"Makasih mama🤗," ucap Claren.


"Mama sudah selesai mengganti perbannya, mama akan keluar untuk ngelanjutkan memasak," kata mama.


"Baik ma," jawab Claren.


Waktu begitu cepat berlalu, semua orang sibuk untuk menyiapkan makan malam nanti. Ada yang beres-beres, dan ada juga yang memasak di dapur.

__ADS_1


Claren merasa jenuh di kamar seharian, akhirnya dia memutuskan untuk mandi lalu pergi ke ruang belajar. Sekarang bisa dikatakan ruang belajar adalah ruang favorit Claren untuk menyendiri. Hari menjelang sore, mama Vanco menelpon Arvin untuk ke rumahnya.


"Drtt....Drrtt ..," suara handphone berdering.


Arvin sedang belajar, kemudian dia mendengar suara HP nya berdering. Lalu dia pergi untuk mengangkat teleponnya.


"Halo?" Ucap Arvin.


"Nak Arvin saya bibi Vanco," ucap mama.


"Ada apa bibi?" Tanya Arvin.


"Bibi mengadakan acara makan malam, ya.. acaranya kecil-kecil an untuk merayakan kepulangan Claren. Bibi sangat berharap kamu bisa datang ke sini," kata mama.


"Demi bibi aku akan datang ke sana," ucap Arvin.


"Makasih banyak nak,. bibi sangat senang mendengarnya," kata mama.


"Baiklah bibi" jawab Arvin.


Mama Vanco menutup telponnya, kemudian melanjutkan masak di dapur. Sedangkan Arvin bersiap-siap untuk pergi ke rumah Claren.


2 jam kemudian.


Arvin sedang dalam perjalanan ke rumah Claren. Sesampainya disana dia bertemu dengan kakeknya Claren.


"Selamat sore kakek," ucap Arvin.


"Selamat sore, kamu siapa?" Tanya kakek.

__ADS_1


Kemudian papa Claren ke depan pintu untuk menyapa Arvin.


"Nak Arvin sudah datang?" Tanya papa.


"Iya paman, saya baru saja datang," jawab Arvin.


"Perkenalkan ayah ini namanya Arvin dia teman sekelasnya Claren. Dan Arvin ini adalah ayah saya, kakeknya Claren," jawab papa.


Arvin dan kakek hanya tersenyum saja.


"Ayo kita masuk," ucap kakek.


Arvin masuk ke dalam, kemudian papa Claren ingin pergi sebentar untuk urusan bisnis. Sekarang tinggal Arvin dan kakek saja.


"Ayo kita ngobrol di taman belakang, sambil minum jus," kata kakek.


"Baik kek," ucap Arvin.


"Bi tolong bawakan segelas jus dan secangkir teh,"perintah kakek.


"Baik tuan besar," jawab bibi.


Arvin bersama kakek menuju ke taman belakang.


"Duduklah disini, kakek mau mengobrol sebentar denganmu," ucap kakek.


"Kakek bisa memberikan saya pertanyaan yang kakek ingin ketehui tentang saya," kata Arvin.


"Nama lengkapmu siapa? Kamu tinggal dimana? Apakah kamu dekat dengan cucu saya?" Tanya kakek.

__ADS_1


"Nama saya Arvin Andhara," jawab Arvin.


__ADS_2