Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 20


__ADS_3

"Hehh baguslah! Kenapa kamu malah ngerasa bersalah," ucap Zelin.


"Ternyata orang yang selalu bertengkar denganku untuk menyelamatkan orang lain. Malah sekarang mendukungku," ucap Zelin.


"Emangnya kamu ada dendam apa sama Clare?" Tanya Zelin.


"Aku tidak ada masalah dengannya, aku h


hanya sengaja menabraknya. Dan aku sampai kapanpun tidak akan pernah mendukung rencana jahatmu!" Tegas Elina.


Elina langsung pergi meninggalkan kelas itu dan kembali ke kelasnya. Tetapi Claren berpikiran negatif dengan perbuatan Elina, dia lagi-lagi teringat dengan temannya dulu. Yang berpura-pura baik tetapi dibalik semua itu niatnya cuman memanfaatkan Claren. Bisa dibilang Claren masih trauma dengan kejadian itu.


"Kasihan banget ya!" Ucap Zelin.


"Aku sudah menjumpai teman sepertimu dan aku tidak kaget dengan tingkah lakumu. Silahkan saja kamu merasa senang, akupun tidak akan pernah peduli dengan orang semacam kamu," tegas Claren.


"Kringg....Kringg....Kringg....," bel mausk berbunyi.


Arvin kembali ke kelas bersama Hersel dan Coco, sejenak dia melihat ke arah Claren. Dia terkejut melihat tangan Claren diperban. Dia ingin bertanya kepada Claren, tetapi dia merasa jengkel jika tidak dijawab oleh Claren. Arvin memutuskan tidak bertanya kepada Claren dan membiarkannya.

__ADS_1


4 jam kemudian.


"Murid-murid di SMA 1 Bangsa yang sudah mendaftar perlombaan di bidang ilmu pengetahuan segera turun ke bawah untuk mengikuti seleksi perlombaan. Kalian diharapkan untuk membawa tas kalian," ucap salah satu Bu guru (melalui pengeras suara).


"Baik anak-anak kalian boleh keluar yang sudah mendaftar, untuk mengikuti seleksi perlombaan," ucap Bu guru (saat di kelas).


Murid-murid yang mendaftar lomba segera ke bawah. Sesampainya disana semua sudah berkumpul, Bu guru yang bertugas untuk menyeleksi mendata anak-anak. Semuanya sudah lengakap, mereka duduk di tempatnya masing-masing dan diberikan soal.


"Anak-anak kalian akan diberikan sebuah soal, kalian isi soal itu dalam waktu 120 menit," ucap Bu guru.


Semua murid mulai mengerjakan. 120 menit sudah berlalu murid-murid mengumpulkan lembar kertasnya di atas meja Bu guru. Lalu berpamitan pulang. Claren sudah ditunggu oleh mamanya di mobil, kemudian Claren masuk ke dalam mobil.


"Iya ma, semuanya lancar," jawab Claren.


"Baguslah nak!" Kata mama.


"Sekarang kita akan menuju ke tempat lesnya," ucap mama.


Mama Claren kemudian melihat ke arah Claren, kemudian dia terkejut melihat tangan Claren yang diperban.

__ADS_1


"Eh ini tangan kamu kenapa kok diperban?" Tanya mama Claren.


Claren tidak berani berkata bohong kepada mamanya, dia akhirnya menceritakan semuanya.


"Tidak sengaja ada anak yang menabrakku saat aku membawa mie rebus di tangan, lalu air panas yang ada di mangkuk mie itu tumpah mengenai tangan kiriku," jawab Claren.


"Ya ampun sayang," ucap mama


(sedikit sedih).


"Mama nggak usah khawatir tadi sudah sempat diobati di ruang UKS," ucap Claren.


"Sekarang kita putar balik aja, menuju ke rumah sakit yang terbaik disini," peeintah mama kepada sopir.


"Sayang hari ini mama batalin aja ketemu guru lesnya, sekarang kita akan fokus untuk mengobati luka di tanganmu itu," ucap mama.


"Tapi ma aku tetap ingin pergi les, supaya ini bisa dibuat tambahan belajarku untuk mengikuti perlombaan," kata Claren.


"Tidak sayang, kalau mama sudah memutuskan untuk membawamu berobat dan mengundur pertemuan lesnya. Itu tetap menjadi keputusan mama," tegas mama.

__ADS_1


__ADS_2