
Pada malam itu Claren tidak ikut makan malam bersama keluarganya di bawah. Claren menjadi sedih mendengar perkataan kakeknya, yang di takutkan Claren telah terjadi. Kakeknya mulai tidak menyukai sifat Claren, dia akhirnya kembali ke kamarnya dan pergi tidur setelah mengganti perbannya. Hari-hari berjalan seperti biasa, Claren, Arvin, dan Elina mereka berusaha keras untuk mengikuti perlombaan itu. Siang malam mereka terus belajar, disisi lain Zelin cemburu dengan Claren yang selalu dekat dengan Arvin. Waktu terus berjalan sampai waktu perlombaan hampir tiba.
Pagi yang cerah ini, menyambut awal baru bagi Claren yang ingin berjuang untuk membanggakan sekolahnya itu. Hari perlombaan mulai dekat, sudah hampir dua Minggu mereka mempersiapkan perlombaan itu. Hari ini adalah hari terakhirnya untuk mengikuti pembinaan di sekolah dan besok adalah hari lombanya. Claren berangkat seperti biasa, tetapi hubungan Claren dan kakeknya mulai renggang. Kakeknya hanya ingin membuat Claren mengerti kalau semua manusia itu tidak bisa hidup sendiri. Semua permusuhan dan permasalahan itu pasti ada di dalam hidup kita, tetapi kita tidak boleh berhenti di sana saja. Kita harus berjalan maju dan jangan pernah menengok ke belakang.
Tetapi Claren tidak pernah mengerti dengan maksud kakeknya seperti itu. Claren masih menyimpan trauma di dalamnya, dia seakan berhenti dengan satu teman yang mengecewakannya dulu. Kakek berharap dia bisa merubah sifatnya dan bisa berteman dengan teman yang tulus kepadanya. Kakek membiarkannya terlebih dahulu, setelah perlombaan maka kakek akan berusaha menjelaskannya kepada Claren. Saat di sekolah Claren mendapatkan materi terakhir untuk perlombaan besok.
"Claren apakah kamu sudah siap untuk perlombaan besok?" Tanya Bu guru.
"Sudah Bu," jawab Claren.
"Jika kamu ada yang tidak mengerti pada pertanyaan itu, kamu bisa tanya kepadaku semuanya nanti akan Ibu jelaskan," ucap Bu guru.
"Baik Bu," jawab Claren.
"Dan untuk perlombaan besok Bu guru akan memberi kamu informasi tentang persiapan yang harus kamu lakukan besok," kata Bu guru.
__ADS_1
"Baik," jawab Claren.
Claren melanjutkan mengerjakan tugasnya.
"Sebentar Ibu akan memberitahu sebuah pengumuman untuk besok," ucap salah satu Bu guru.
Claren, Elina, dan Arvin berhenti menulis dan mendengarkan perkataan Bu guru.
"Besok kalian mengenakan seragam sekolah ini, setelah itu kalian besok berkumpul di sekolah pukul 06.00, sekarang kalian bisa pulang lebih awal untuk mempersiapkan diri kalian masing-masing," kata Bu guru.
"Semuanya sudah paham? Kalian bisa tanya ke nomor wa saya nantinya," ucap Bu guru.
"Baik Bu," jawab anak-anak.
Mereka bertiga membereskan barangnya maisng-masing kemudian berpamitan pulang.
__ADS_1
"Semangat untuk besok ya," ucap wali kelas masing-masing.
"Makasih pak," jawab Arvin dan Claren.
Beberapa menit kemudian Claren sampai di rumahnya.
"Ma aku pulang!" Teriak Claren.
"Eh Claren, sudah pulang," ucap mama.
"Sini nak kita makan siang bersama yuk," ucap nenek.
"Baik nek, aku akan mengganti baju dulu," jawab Claren.
Setelah Claren mengganti bajunya, dia ikut bergabung makan siang bersama kakek, nenek, dan ibunya di meja makan. Setelah makan siang Claren mengobrol kepada mamanya untuk membahas soal perlombaan besok.
__ADS_1