
Keesokan paginya Claren turun ke bawah, dia hanya berpamitan kepada mama dan neneknya. Claren sama sekali tidak berani mendekat kepada kakeknya lagi, kakeknya pun enggan menatap Claren.
"Nak kamu tidak makan?" Tanya mama.
"Tidak ma, aku sudah terlambat," ucap Claren.
Mama Claren mengerti kalau Claren tidak ingin sarapan bersama kakeknya di meja makan.
"Ini bekal kamu," kata mama.
"Terima kasih, aku berangkat dulu," ucap Claren.
"Hati-hati nak," ucap nenek.
Claren berangkat ke sekolah di antar dengan sopir pribadinya. Setelah semua anggota keluarga selesai sarapan, kakek pergi ke luar untuk bertemu teman lamanya.
"Ibu, bisakah kita mengobrol sekarang?" Tanya mama Vanco.
"Baiklah, kita akan mengobrol di ruang baca saja," ucap nenek.
__ADS_1
Mama Vanco bersama nenek ke ruang baca disana nenek mulai menceritakan semua masalah yang kakek alami dulu.
"Dulu ayahmu satu kampus denganku, saat itu dia tidak memiliki teman sama sekali. Dia terus belajar dan belajar, pada waktu itu dia mengenal 1 orang teman dan dia berteman dengan orang itu. Persahabatannya sangat dekat kemana-mana selalu bersama," ucap nenek.
"Suatu hari dia dan temannya membantu salah satu anak kampus yang sedang kesusahan, akhirnya anak yang ditolong oleh ayahmu itu menjadi temannya. Kemudian mereka berdua ingin memiliki ayahmu sebagai seorang temannya seorang, mereka berdua berebut. Pada suatu malam hujan sangat deras saat itu mereka pulang sekolah mereka akhirnya pergi ke luar gerbang bersama-sama," sambung nenek.
"Saat itu mereka menyebrangi jalan bersama-sama, tiba-tiba ada mobil yang datang ke arah mereka. Lalu teman pertama ayahmu menyelamatkan ayahmu yang hampir ke tabrak mobil, dan dialah yang akhirnya ke tabrak. Setelah itu ayahmu ingin menolongnya tetapi teman yang satunya mengajaknya untuk pergi meninggalkan anak itu. Kemudian ayahmu dan teman barunya itu pergi meninggalkannya," kata nenek.
"Lalu bagaimana dengan temannya itu ibu?" Tanya mama Vanco.
"Sebenarnya temannya itu bisa diselamatkan nyawanya kalau ayahmu dan teman barunya tidak meninggalkannya😔, sampai saat ini dia masih menyesali semuanya. Karena keegoisannya membuat temannya itu meninggal," ucap nenek.
"Pada saat itu jalanan sangat sepi, setelah hujan sedikit reda ada beberapa orang yang melihatnya, sedangkan mobil itu langsung tancap gas," kata nenek.
"Dan sejak saat itu dia membenci orang yang bersikap egois dan orang yang suka menyiksa orang lain," sambung nenek.
"Aku harus menasehati Claren untuk mengubah sikapnya," ucap mama Vanco.
Nenek akhirnya pergi meninggalkan menantunya, sedangkan Claren dan teman kelas lainnya merencanakan untuk camping.
__ADS_1
"Anak-anak sekolah mengadakan camping di sebuah gunung, disana kalian akan melakukan penjelajahan. Kalian tidak perlu khawatir disana kalian disediakan tempat penginapan yang layak buat kalian istirahat setelah camping," kata Bu guru.
"Berapa lama kita akan camping disana?" Tanya Hersel.
"Selama tiga hari, besok lusa kalian akan berangkat," jawab Bu guru.
"Baik Bu!" ucap anak-anak.
Mereka melanjutkan pelajarannya, tetapi di hati Claren dia sangat tidak senang mendengar kabar itu. Baginya lebih baik dia mengikuti pembelajaran seperti ini ditimbang harus pergi camping. Beberapa jam telah berlalu pembelajaran akhirnya selesai, semua anak keluar dari kelas untuk pulang.
"Bu permisi," ucap Claren.
"Iya, ada apa?" Tanya Bu guru.
"Semisal tidak ikut pergi camping boleh atau tidak?" Tanya Claren.
"Itu wajib bagi semua murid, jika kamu tidak bisa ikut kamu boleh izin kepada kepala sekolah. Biar kepala sekolah yang memutuskannya," ucap Bu guru.
"Baik, terima kasih," kata Claren.
__ADS_1
Bu guru pergi ke ruang guru, sedangkan Claren berlari segera ke mobil untuk segera sampai di rumah. Setelah sampai di rumah Claren berlari menemui mamanya.