Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 15


__ADS_3

Beberapa menit kemudian upacara bendera selesai, semua murid kembali ke kelas mereka maisng-masing. Claren berjalan sendiri ke kelasnya, sedangkan yang lain masuk ke kelas bersama para temannya.


Sesampainya di kelas semua murid-murid duduk di tempatnya masing-masing, tak lama kemudian pak guru datang ke kelas untuk memberikan materi hari ini. Pembelajaranpun dimulai, Pak guru memberi kan soal kepada murid-murid di kelas. Setelah mereka selesai mengerjakan akan maju ke depan untuk menjawab pertanyaan tadi.


"Baik anak-anak sekarang kalian jawab soal itu terlebih dahulu, setelah kalian selesai mengerjakan saya akan tunjuk kalian satu per satu untuk menjawab pertanyaan tersebut," kata Pak guru.


Zelin mulai ketakutan dia tidak ahli dalam mata pelajaran ini, dia bahkan menjawab beberapa soal saja. Pak guru berdiri dari tempat duduknya dan memeriksa jawaban murid-murid. Setelah dia mengelilingi semua tempat duduk kemudian dia keluar kelas.


Zelin langsung bertanya kepada salah satu temannya untuk menemukan jawabannya. Sedangkan Claren dan Arvin tenang mengerjakan tugas mereka sendiri.


"Hei! Kalian ada yang tau jawaban nomer ini nggak?" tanya Zelin (dengan suara lirih).

__ADS_1


"Kalau ini gampang, tapi yang ini sulit," jawab salah satu temannya.


15 menit kemudian.


Pak guru kembali ke kelas dia duduk di mejanya sambil menanyakan tugas mereka.


"Bagaimana anak-anak, apakah sudah selesai mengerjakan?" Tanya Pak guru.


"Sudah Pak!" Jawab anak-anak.


"Baiklah kalian siap-siap untuk maju ke depan, tanpa membawa buku," kata Pak guru.

__ADS_1


"Hersel kamu menjawab soal nomor 1, Vinka kamu menjawab nomor 2, Zelin kamu menjawab nomor 3, Kirana kamu menjawab soal nomor 4, dan kamu murid baru menjawab soal nomor 5. Silahkan kalian maju terlebih dahulu," ucap Pak guru.


Zelin yang belum menemukan jawaban nomor 3 yang sulit itu, akhirnya merebut buku salah satu temannya tanpa diketahui oleh Pak guru. Dia menulis semua jawaban itu di tangannya, kemudian waktunya soal nomor 2 untuk dijawab. Vinka maju ke depan untuk menjawab pertanyaan tersebut, Zelin langsung menyusul maju kedepan supaya dia tidak terlihat mencontek. Setelah itu Kirana maju kedepan, tetapi Claren tetap di tempat duduknya. Beberapa menit kemudian Kirana selesai mengerjakan di papan, Clarenpun maju ke depan. Dia terlihat tenang saat menjawab pertanyaan tersebut.


"Sekarang soal nomor 6 dijawab oleh Dera, soal nomor 7 dijawab oleh Vinha, soal nomor 8 dijawab oleh Coko, soal nomor 9 dijawab oleh Arvin, soal nomor 10 dijawab oleh Desika," ucap Pak guru.


Claren telah selesai mengerjakan di papan tulis, dia kembali ke tempat duduknya. Disusul dengan anak lainnya untuk menjawab pertanyaan itu. Saat Arvin maju ke depan dia menjawab pertanyaan itu dengan mudahnya, kemudian Arvin kembali ke tempatnya.


"Kringgg.....Kring.....," bel istirahat berbunyi.


Bapak guru mengakhiri pembelajarannya lalu keluar dari kelas itu. Semua anak menghela nafas mereka, kemudian mereka pergi ke kantin untuk membeli makan siang.

__ADS_1


"Vin ayo pergi ke kantin," ajak Hersel.


Arvin berdiri dari tempat duduknya dan pergi ke kantin bersama teman-temannya. Sedangkan Claren duduk sendirian di kelas itu, dia mengeluarkan bekalnya lalu pergi ke tempat duduk yang sudah di siapkan oleh sejolah, bagi anak-anak yang membawa bekal. Sangat sedikit dari mereka yang membawa bekal dari rumah, disana suasananya sangat sepi dan tidak berisik. Claren memutuskan untuk makan siang disana, daripada makan siang dikantin.


__ADS_2