Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 52


__ADS_3

"Mmm.. Claren aku mau menanyakan sesuatu kepadamu," ucap Elina (sedikit ragu).


"Tanyakan saja," jawab Claren.


"Aku dengan kemarin saat di bus kamu... sedang bicara ditelpon bersama seseorang, dan kamu sebut Zel. Kalau boleh tahu itu siapa?" tanya Elina.


"Itu temanku namanya Azel," ucap Claren.


"Oh.., jadi itu temen mu," kata Elina.


Suasana kembali canggung, tak lama kemudian Kirana dan Vinka masuk ke dalam kamar sambil membawa Doctor. Kemudian Claren diperiksa olehnya, setelah itu Doctor dan Kirana pergi untuk mengambil obatnya Claren.


"Ini tehnya, minumlah selagi masih hangat," ucap Vinka.


"Makasih," ucap Claren.


"Ya🙂," jawab Vinka.


Claren meminum tehnya dan Kirana membawa makanan dan obat ke kamar.

__ADS_1


"Makanlah sedikit sebelum kamu minum obat," ucap Kirana.


"Kalian bagaimana?" Tanya Claren.


"Kami sebentar lagi akan dipanggil ke ruang makan," ucap Kirana.


Akhirnya Claren memakan makanan yang sudah dibawakan Kirana. Setelah itu dia meminum obatnya dengan teh hangat tadi.


"Habiskan lah minumannya," ucap Elina.


"Tidak, aku sudah merasa kenyang," ucap Claren.


Dia kemudian tertidur, setelah itu pak guru memanggil para murid untuk menuju ke ruang makan. Beberapa menit kemudian teman-teman Claren kembali ke kamar, Elina melihat Claren sudah tertidur lelap. Tiba-tiba ponsel Claren berbunyi, ada seseorang yang menelponnya. Tetapi teman-temannya tidak berani mengangkat telponnya, Elina memberanikan diri untuk melihat siapa yang menelpon Claren. Ternyata mama Vanco yang sedang menelpon Claren.


"Kita tidak mungkin menjawab telponnya itu, kalau kita mengangkat teleponnya nantinya kita akan ditanyai macam-macam sama mamanya," kata Kirana.


"Lebih baik kita matikan ponselnya saja, supaya Claren tidak merasa terganggu dan tidak ada yang menelponnya. Kasihan juga kan Claren kalau dia harus dibangunin dari tidurnya, apalagi besok ada perlombaan lain," ucap Elina.


Elina mematikan ponsel Claren, setelah itu mereka tidur. Keesokan paginya teman-teman Claren sudah bangun dan bersiap, sedangkan Claren masih tertidur.

__ADS_1


"Ren, bangun ini sudah siang," ucap Elina.


Kemudian Claren terbangun dari tidurnya, dia melihat semua teman-temannya sudah bersiap.


"Kalian sudah rapi?" Tanya Claren (sedikit tercengang).


Karena dia tidak pernah bangun siang seperti ini.


"Kami tidak tega membangunkan mu pagi-pagi, jadi kami bersiap dulu baru membangunkan mu," ucap Vinka.


Claren segera bersiap-siap, dia merasa kalau badannya sudah sembuh. Tetapi kakinya masih sedikit bengkak, setelah itu mereka semua pergi ke ruang makan. Kemudian semuanya berkumpul di halaman depan penginapan. Semua mengikuti lomba, tetapi Claren hanya duduk dan menyemangati kelompoknya yang ikut lomba. Lomba pertama diikuti oleh tiga orang, sedangkan lomba ke dua semua anggota kelompok wajib ikut serta. Sekarang tinggal 10 kelompok saja yang tersisa lainnya sudah di pulangkan, lomba pertama telah berakhir sekarang giliran lomba ke dua akan dimulai.


"Anak-anak lomba pertama sudah selesai dan sekarang persiapkan diri kalian untuk mengikuti lomba ke dua," ucap Pak guru.


Elina dan Vinka menemui Bu guru untuk berbicara mengenai kondisi Claren. Tetapi Claren menghentikan Elina dan Vinka, dia tidak mau kalau kelompoknya nentinya akan di eliminasi karena salah satu anggota kelompok tidak ikut serta.


"Aku tidak masalah untuk mengikuti lomba ini, kita harus berjuang untuk mendapatkan juara," ucap Claren.


"Tapi Claren lomba ini harus berlari, kakimu saat ini sedang sakit. Kami tidak bisa memaksakan itu," ucap Vinka.

__ADS_1


"Percayalah, aku masih bisa berlari," ucap Claren.


Mereka memutuskan untuk meletakkan Claren di posisi paling akhir. Karena posisi itu larinya jarak pendek daripada yang lain.


__ADS_2