
Mama Claren tiba-tiba memanggilnya dari dapur.
"Claren! Kamu sudah pulang?" Tanya mama Claren dari kejauhan.
Claren terkejut mendengar suara mamanya.
"Ada apa, coba ceritakan sama kakek," ucap kakek.
"Kakek, nanti aku ceritakan semuanya tapi sekarang Claren ke kamar dulu," bisik Claren kepada kakeknya.
Claren langsung berlari naik ke atas.
"Ada apa dengan tingkah Claren🤨. Namanya anak zaman sekarang sulit dimengerti," gumam kakek.
"Loh ayah sendirian? Tadi aku sempat mendengar orang mengobrol?" Tanya mama Claren penuh dengan keheranan.
"Iya tadi Claren sudah pulang sekolah," kata kakek.
"Terus Clarennya kemana?" Tanya mama.
__ADS_1
"Claren pergi ke kamarnya, lebih baik kamu menyiapkan makanan buat Claren," perintah kakek.
"Baik yah," jawab mama Claren.
Claren langsung mandi, setelah selesai mandi dia berdandan di depan cermin. Dia mengenakan baju yang sangat indah, baju itu menambah keanggunan di diri Claren. Warna rambut keperakan yang indah menambah aura kecantikan Claren. Claren selesai berdandan, kemudian dia menuju ke ruang belajar untuk mengerjakan PR yang diberikan Pak guru. Sesampainya di ruang belajar Claren menyempatkan dirinya untuk melihat informasi yang ada di grup sekolah. Dia melihat informasi tentang pendaftaran lomba yang sudah dikirim gurunya di grup.
Claren segera menyelesaikan tugasnya, dia mengerjakan banyak soal dalam waktu 2 jam. Setelah selesai dia merapikan buku dan alat tulis, tak lupa dia mempersiapkan buku-buku untuk besok. Kemudian dia turun untuk memberitahukan perlombaan kepada mamanya.
"Claren sini nak! Mama sudah menyiapkan makanan dan segelas susu buatmu," kata mama Claren.
"Ma aku mau bicara dengan mama tentang perlombaan yang akan diselenggaraka," kata Claren.
"Perlombaan di bidang ilmu pengetahuan dan olahraga, kalau olahraga meliputi sains, matematika, dan ilmu pengetahuan sosial. Kalau di bidang olahraga meliputi lomba lari," ucap Claren.
"Itu lombanya dalam waktu bersamaan atau tidak?" Tanya mama Claren.
"Itu lombanya bersamaan ma kalau yang ilmu pengetahuan, tapi kalau yang di bidang olahraga sendiri-sendiri," jawab Claren.
"Mama tetap mendukung kamu, kamu nantinya kan bisa ikut lomba di bidang olahraga juga," ucap mama.
__ADS_1
"Kalau begitu aku butuh saran dari mama, enaknya aku ikut lomba matematika, sains, apa ilmu pengetahuan sosial?" Tanya Claren.
"Saran mama sih mending ikut lomba matematika, karena kamu kan juga jago matematika dan soalnya matematika juga menantang," jawab mama Claren.
"Baiklah kalau begitu, besok sudah mulai seleksi perlombaan," ucap Claren.
"Baiklah kamu siapkan diri kamu, besok kamu juga bisa mulai masuk lesnya sayang," jawab mama.
"Sekarang kamu makan dulu supaya tetap sehat badannya," perintah nenek.
"Baik nek," jawab Claren.
"Besok mama akan ikut jemput kamu ke sekolah, nanti mama akan kenalkan kami ke guru les kamu," ucap mama.
"Baik ma," jawab Claren.
Claren segera menyelesaikan makannya, lalu dia meminum segelas susu kemudian naik ke atas ke ruang belajar. Saat di ruang belajar dia sempat menuliskan suatu kata-kata di bukunya, yang mengatakan "Hidup itu ibaratkan air sungai yang terus mengalir dan menyusuri tempat-tempat baru tanpa menengok ke belakang lagi" itulah yang ia tulis dibukunya. Kemudian dia melanjutkan belajarnya sampai larut malam. Papanya pun pulang ke rumah.
"Loh kok lampu kamarnya Claren masih menyala? Apakah Claren belum tidur?" pikir papa.
__ADS_1
Papanya Claren memutuskan untuk menengok Claren di kamar.