Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 50


__ADS_3

"Sepertinya Claren tidak telponan dengan orang tuanya, lantas dia bicara sama siapa?" Pikir Elina.


"Anak-anak tujuan kita ada di samping kiri kita, kalian bersiap saja. Sebentar lagi kita akan turun," ucap pak guru.


"Zel sudah dulu ya, nanti kalau lagi senggang aku akan telepon lagi," ucap Claren.


"Baiklah," jawab Azel.


"Selamat malam," sambungnya.


"Selamat malam juga," ucap Claren.


Akhirnya bus berhenti, karena sudah sampai pada tujuan. Semua murid-murid keluar dari bus sambil membawa barang bawaannya, setelah itu salah satu anggota kelompok mengambil kunci kamar. Sesuai anjuran guru mereka mengambil kunci kamar satu per satu, setelah itu mereka pergi istirahat ke kamarnya masing-masing. Tempat penginapannya bernuansa pedesaan, disana masing-masing dinding kamar berupa kayu jati, sedangkan atapnya dari ijuk.


"Claren kamu ingin tidur di mana?" Tanya Elina.


"Aku akan tidur di ranjang yang ini saja," ucap Claren.

__ADS_1


Kemudian mereka meletakkan barang-barangnya ke tempat yang sudah disiapkan. Anak perempuan kamarnya berada di samping kanan, jika anak laki-laki kamarnya berada di samping kiri. Claren dan teman-temannya bergantian mandi, kamar mandinya berada di dalam kamar. Setelah itu mereka pergi tidur, semua anak diwajibkan tidur. Karena besok semuanya sudah melakukan kegiatan penjelajahan, keesokan paginya semua murid-murid di bangunkan sangat pagi. Claren dan temannya mandi bergantian, setelah itu mereka bersiap untuk sarapan terlebih dahulu.


Kemudian mereka berjalan menuju ruang makan, disana mereka makan dengan kelompoknya masing-masing. Mereka diberi jam makan selama 20 menit.


20 menit kemudian


Semua murid-murid berkumpul di halaman depan penginapan, mereka diberi pengarahan oleh salah satu guru pendamping.


"Para murid-murid tolong dengarkan saya baik-baik supaya kalian mengerti rutenya dan peraturan yang harus kalian perhatikan saat melaksanakan penjelajahan!" Teriak Bu guru.


Semua murid-murid berbaris rapi dan mendengarkan perkataan Bu guru dan pak guru.


"Jadi kita camping di sini untuk mengikuti perlombaan ini?" Tanya Karina.


"Hadehh, apa sebaiknya kita ikutin lomba ini atau kalah saja?" Tanya Vinka.


"Nggak boleh! Kita harus ikut ini lomba bagaimana pun caranya kita juga harus memenangkan perlombaan ini," tegas Claren.

__ADS_1


"Aku sangat setuju dengan pendapat Claren," ucap Elina.


"Kita sudah ke sini jauh-jauh, kalau kita mundur mending nggak usah ikut," ucap Claren.


"Ya, itu betul sekali," ucap Kirana.


Semua anak mulai keluar dari penginapan dan mereka belok ke arah kanan untuk masuk ke hutan. Mereka mulai mencari akal supaya dapat memecahkan teka-tekinya.


Hari menjelang sore.


Semua anak-anak masih belum ada yang datang, kelompoknya Elina sedang mencari tahu tentang maksud dari teka-teki itu. Saat pendakian kaki Claren tersandung oleh kayu, dan akhirnya Claren terjatuh.


"Claren! Kamu tidak apa-apa?" Tanya Elina.


"Kaki gue sakit banget," jawab Claren.


"Biar ku lihat sebentar," kata Vinka.

__ADS_1


"Astaga Claren, kakimu sedikit bengkak," ucap Vinka.


Claren hanya terdiam dan menahan rasa sakitnya.


__ADS_2