Menemukan Sahabat Terbaikku

Menemukan Sahabat Terbaikku
Episode 56


__ADS_3

"Claren? Sejak kapan kamu ada di sini?" Tanya Elina.


"Sudah lumayan lama," jawab Claren.


"Kamu lagi mikirin apa?" Tanya Elina.


"Ya biasalah, sedikit rindu suasana rumah🙂," ucap Claren.


"Hhh😂, kok sama sih. Aku saat sebelum tidur juga merindukan kehangatan para anggota keluargaku," kata Elina.


"Hari semakin sore, aku mau mandi dulu ya," ucap Elina.


"Baiklah," jawab Claren.


Claren ditinggal sendirian oleh Elina, Claren merasa damai disana tetapi dia merasa sedikit tidak senang karena berada jauh dengan keluarganya. Beberapa menit kemudian Elina selesai mandi, setelah itu Claren masuk ke dalam dan pergi ke kamar mandi.


"Hei, teman-teman ayo bangun," ucap Elina (membangunkan temannya).


"Elina, kenapa kamu membangunkan kami? Hari kan masing siang," tanya Vinka.


"Ini sudah sore, bangun dan lihatlah sekarang sudah jam berapa!" Tegas Elina.


Vinka terbangun dari tidurnya, dia melihat ke arah jam dan waktu menunjukkan pukul 17.36 sore.


"Ya ampun! Ternyata sudah sore😰, aku masih mengantuk. Kenapa waktu berjalan sangat cepat😭," ucap Vinka.


Dia melihat Kirana masih tertidur nyenyak, tanpa berpikir lagi Vinka langsung berteriak sangat kencang di dekat telinga Kirana.

__ADS_1


"KIRANA BANGUN!!" Teriak Vinka.


Kirana langsung bangun mendengar teriakkan Vinka.


"Vinka! Apa tidak ada cara lain salain berteriak di dekat telingaku😠!!" Ucap Kirana (dengan marah).


Baiklah aku minta maaf🥺," ucap Vinka.


Kirana merasa sedikit pusing karena bangun secara tiba-tiba.


"Kamu kenapa Na?" Tanya Vinka.


"Minggir!" Tegas Kirana.


"Kamu masih marah ya?" Tanya Vinka.


"Kirana, kamu mau kemana?" Tanya Vinka.


"Sudahlah biarin dia sendiri dulu, nantinya dia akan semakin marah jika kamu mengejarnya. Biar aku saja yang mengejarnya," kata Elina.


Elina pergi untuk mengejar Kirana, dia mulai mencari Kirana. Lalu saat Elina melintasi taman dia melihat Kirana yang duduk sambil memegang kepalanya.


"Kirana! Kamu nggak papa?" Tanya Elina.


"Dia benar-benar keterlaluan! Apakah dia tidak berpikir dulu sebelum melakukan itu!" Kata Kirana (dengan kesal).


"Tunggu sebentar, aku akan segera kembali," ucap Elina.

__ADS_1


Elina pergi ke kantin penginapan untuk membelikan air dingin buat Kirana, setelah membeli airnya Elina langsung kembali ke taman.


"Kirana, minumlah air ini," ucap Elina.


"Tidak, aku ingin sendiri aja disini," ucap Kirana.


"Air dingin ini mungkin bisa membuat meredakan emosimu🤭, ayolah minum airnya. Kamu akan lebih baik nantinya," kata Elina.


Karena Elina terus memaksa Kirana, akhirnya dia mau meminum air dingin itu. Setelah itu dia merasa sedikit tenang dengan ditemani Elina di sampingnya.


"Makasih buat air dinginnya," kata Kirana.


"Sama sama, lebih baik kita jalan-jalan sebentar menikmati udara di sore hari. Setelah itu baru kembali lagi ke kamar jika kamu sudah tenang," ucap Elina.


"Hmmm, baiklah," jawab Kirana.


Kirana dan Elina berkeliling sekitar penginapan, sambil menikmati pemandangan yang indah Elina memberi sedikit masukan buat Kirana supaya lebih tenang. Sedangkan di sisi lain Claren selesai mandi, dia melihat Vinka sedikit cemas.


"Vinka? Ada apa?" Tanya Claren.


"Ada masalah," ucap Vinka.


"Masalah apa?" Tanya Claren.


"Tadi aku membangunkan Kirana dengan berteriak di dekat telinganya dan dia langsung terbangun dari tidurnya. Kemudian Kirana marah😟, lalu dia pergi ke luar," ucap Vinka.


Claren berusaha membuat Vinka tidak cemas lagi, setelah itu Claren melihat seisi kamar tetapi dia tidak melihat Elina di sana.

__ADS_1


__ADS_2