
"Kringggg.....Kringgg......," (menandakan waktu istirahat selesai)
Cleren baru memasuki kelas kemudian disusul oleh Arvin di belakangnya. Lagi-lagi ketua geng itu curiga bahwa tadi Cleren keluar kelas untuk menemui Arvin. Tak lama kemudian ibu guru masuk ke dalam kelas.
"Sekarang kita akan melanjutkan materi sebelumnya," ucap ibu guru.
Murid-murid mulai membuka bukunya dan melanjutkan pekerjaan mereka.
"Anak-anak apakah ada yang selesai mengerjakan tugas tadi yang saya berikan?"
ibu guru bertanya.
"Kalau ada yang sudah salah satu boleh maju ke depan," perintah Bu guru.
Claren mulai berdiri dari tempat duduknya kemudian dia berjalan menuju papan tulis untuk menjawab pertanyaan. Sedangkan murid yang lain masih sibuk mengerjakan tugas. Claren mulai menulis jawaban di papan tulis tanpa menggunakan buku tulisnya, beberapa menit kemudian Claren berhasil menjawab semua pertanyaan telah diberikan oleh Bu guru.
"Bagus sekali Claren! Jawabanmu benar semua!" Ucap Bu guru dengan bangga
__ADS_1
Claren meletakkan spidol di meja guru lalu dia kembali ke tempat duduknya. Zelin sangat kesal melihat sikap Claren yang sok pintar, saat Claren kembali ke tempat duduknya Zelin dan semua temannya melihat ke arah Cleren dengan rasa kesal. Tetapi Claren tetap berjalan menuju tempat duduknya dengan santai tanpa menghiraukan mereka.
"Baik anak-anak kita lanjutkan materi yang lain," ucap Bu guru.
Akhirnya semua kembali berjalan dengan normal. Anak-anak mulai mendengarkan materi yang disampaikan Bu guru. Setelah beberapa jam tidak terasa hari sudah hampir sore, bel pulang pun segera berbunyi.
"Kringggg.....Kringggg.....Kringgg.....!"
(Suara bel berbunyi)
"Sebelum menutup pelajaran kali ini, saya mau menyampaikan kepada kalian semua. Besok kalian di wajibkan membawa peralatan kimia untuk praktik di laboratorium," perintah Bu guru.
Mereka segera menutup buku dan memasukkannya ke dalam tas masing-masing, tetapi saat Arvin memasukkan semua bukunya ke dalam tas dia tidak menyadari kalau dia memasukkan buku tulis si Claren yang berada di bawah buku paketnya Arvin, Claren tidak menyadari hal tersebut. Kemudian Bu guru keluar kelas disusul dengan anak-anak. Sesampainya di gerbang dia sudah di tunggu oleh supir yang menjemput Claren. Claren pun masuk mobil dan pulang ke rumah. Selang beberapa menit Claren akhirnya tiba di rumah, dia keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah.
"Sayang kamu baru pulang?" tanya mama Claren sambil menuruni anak tangga.
"Iya," jawab Claren.
__ADS_1
Cleren naik ke atas menuju ke kamarnya, kemudian Claren pergi untuk mandi. Setelah dia mandi, dia duduk di cermin untuk menyisir rambutnya yang indah.
"Tok tok tok!" (suara mengetuk pintu)
"Masuk!" Ucap Claren.
Pembantu itu masuk ke dalam kamar Claren.
"Non nyonya menyuruh saya untuk memanggil non, supaya non ke bawah. Ada yang perlu di sampaikan oleh nyonya untuk non," kata pembantu itu.
"Baik," ucap Claren.
Setelah merapikan rambutnya Claren keluar kamar untuk menghampiri ibunya yang sedang duduk di ruang tamu.
"Claren, ada hal penting yang harus mama bicarakan sama kamu," ucap mama.
Claren duduk di samping mamanya dia mulai mendengarkan mamanya berbicara.
__ADS_1
"Sayang.., mama sudah memilih les privat untukmu. Semua mata pelajaran terdapat gurunya masing-masing, mama sudah menyiapkannya untukmu jadi kamu tidak perlu keluar rumah untuk mengikuti les, seperti dulu," ucap mama Claren.