
Satu bulan sudah Arcelia tinggal di rumah mertuanya, kini akhirnya dia dan Irsyad akan tinggal di rumah milik mereka sendiri. Sehari setelah mereka menikah, mereka memang sudah membeli rumah dan langsung merenovasinya.
Dan beberapa hari yang lalu Irsyad mendapat kabar jika renovasinya itu sudah selesai, dan rumah mereka pun sudah siap untuk ditempati.
Jadilah sekarang mereka memutuskan untuk pindah dan kini tengah berpamitan kepada orang tua mereka, yang beberapa saat lalu sempat menahan mereka untuk tetap tinggal di sana barang sehari atau dua hari. Dan karena hal itu juga yang membuat kepindahan mereka baru terlaksana hari ini.
" Bun, nanti sering-sering ya mampir ke rumah kita. Lia pasti akan sangat merindukan Bunda. " Ujar Arcelia seraya memeluk erat ibu mertuanya itu, seolah tak rela bila harus berpisah seperti ini.
" Iya sayang pasti, tapi tidak harus selalu Bunda saja yang mampir ke sana. Kamu juga harus sering lho datang kesini, bahkan menginap disini ya.. " Sahut Lidya sambil mengelus lembut punggung Arcelia yang kini berada di pelukannya.
" Iya Bun, siap! " Timpal Arcelia yang disertai kekehan kecilnya.
" Ya sudah.. Ayah, Bunda kami berangkat sekarang. " Ujar Irsyad yang datang setelah sebelumnya menyusun barang-barang mereka di bagasi mobil.
" Iya Ayah, Bunda kami pamit. " Tambah Arcelia seraya mereka mencium tangan kedua orang tuanya bergantian.
" Iya nak, hati-hati. Ingat, harus selalu akur ya kalian! " Peringat Lidya pada kedua anaknya itu. Yang dibalas dengan senyuman oleh Arcelia dan hanya diangguki oleh Irsyad.
" Hati-hati nak. " Ujar Hardi kala mereka sudah berada dalam mobil dan bersiap meninggalkan pekarangan rumah.
" Siap Yah, Assalamu'alaikum.. " Sahut keduanya dan mobil pun akhirnya berhasil meninggalkan pekarangan.
" Rumah kita jadi sepi lagi deh Yah. " Lirih Lidya dengan lesu.
" Udah Bunda sabar aja, sebentar lagi kita pasti akan segera mendapat kabar baik! " Ujar Hardi menenangkan istrinya dengan sesuatu yang pastinya membuat istrinya itu senang.
" Ah.. Iya, Ayah benar. Ya sudah, ayo kita masuk kedalam. " Ajak Lidya akhirnya dengan kembali ceria.
°°°°°
Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu kurang lebih satu setengah jam itu, kini mereka telah sampai di kediaman baru mereka.
__ADS_1
Irsyad yang sibuk mengeluarkan koper dan barang-barang miliknya dan Arcelia dengan dibantu oleh Pak satpam yang memang sudah bertugas beberapa hari paska renovasi selesai.
Sedangkan Arcelia yang langsung saja berlalu dan masuk kedalam rumah untuk mengecek dan melihat-lihat rumah yang terlihat sudah terisi dengan barang-barang yang sudah dengan tertata rapih. Rumah yang memang mencerminkan pribadi kedua pemiliknya, karena mulai dari bangunan, barang dan tata letak semua adalah gabungan dari permintaan Irsyad juga Arcelia.
" Selamat datang Non, sudah sarapan? Perlu kami buatkan sesuatu? " Sambut seorang wanita paruh baya yang muncul dari arah dapur bersama kedua rekannya.
" Enggak usah Mbok, kami tadi sudah sarapan. Mbok dan yang lain kembali saja kebelakang, aku hanya ingin berkeliling sebentar untuk melihat-lihat. " Ujar Arcelia yang kembali melangkahkan kakinya semakin dalam memasuki rumah, setelah sebelumnya Mbok Yem kembali kebelakang.
Arcelia merasa cukup puas dengan rumahnya yang memang sudah hampir seperti yang diimpikannya, meski ada sedikit campuran dari keinginan Irsyad namun itu tidak begitu membuatnya terganggu. Dilihatnya mulai dari ruang olahraga, taman belakang yang disertai kolam ikan dan beberapa pepohonan yang membuat suasana terasa sejuk, juga area kolam renang yang mungkin akan menjadi tempat yang paling sering ia datangi karena memang Arcelia suka sekali berenang.
" Sekarang aku ingin melihat ruang kerjaku. " Gumamnya sambil melangkah menaiki anak tangga satu persatu.
Sesuai permintaannya ruangan tersebut terletak tepat di samping kamar utama, hal itu agar memudahkannya karena bagaimanapun Arcelia pasti akan sering bolak-balik antara kedua ruangan tersebut. Tak lupa dia juga meminta pintu penghubung diantara kedua ruangan itu.
Kebetulan Irsyad dan pak satpam yang membawa barang-barangnya pun sudah berada didalam kamar utama, sehingga Arcelia pun langsung saja membawa berkas dan perlengkapan kerjanya itu untuk dia tata di meja dan ruangan kerja barunya.
Melihat gerak-gerik Arcelia membuat Irsyad akhirnya mengikuti langkahnya dari belakang dan benar saja dugaannya.
" Apa maksudmu? Ini ruang kerjaku, aku sendiri yang meminta bagian interior untuk membuatkan ruangan ini untukku. " Ujar Arcelia membantah ucapan Irsyad yang seenaknya mengaku-ngaku itu.
" Enak saja kau bicara, jelas-jelas aku yang meminta untuk dibuatkan ruangan ini! " Ucap Irsyad lagi yang membuat keadaan mulai kembali memanas.
" Hei.. Apa kau mengigau, heh? Jika kau tak percaya, kau hubungilah bagian interiornya dan buktikan sendiri kalau memang akulah pemilik ruangan ini. " Balas Arcelia tak mau mengalah karena memang dia yang memiliki ruangan tersebut.
" Oke, lihat akan ku buktikan jika ruangan ini milikku dan dengar perkataannya nanti baik-baik. " Putus Irsyad yang langsung mendeal nomor desainer interior mereka, Irsyad terlihat yakin jika ialah yang benar. Karena memang dia juga meminta hal yang sama pada desainer interior itu.
" Ya, hallo tuan. Ada yang bisa saya bantu? " Suara diseberang sana akhirnya terdengar.
" Kau katakan padanya, milik siapa sebenarnya ruangan kerja ini? " Ucap Irsyad yang langsung pada intinya, karena sudah terlanjur kesal juga pada Arcelia yang mengakui hak miliknya.
Arcelia hanya diam mendengarkan sambil melipat kedua tangannya di dada, dia sangat yakin bawa namanya-lah yang akan disebut.
__ADS_1
Nampak seseorang diseberang telpon terdiam, mungkin mencerna maksud dari kliennya itu. Hingga akhirnya..
" Oh ruangan kerja samping kamar utama? " Ujarnya memperjelas maksud ucapan Irsyad tadi.
" Ya, yang itu! Tapi sebentar, sebelumnya aku tidak menyuruhmu untuk membuatkan pintu penghubungnya juga kan? Kenapa jadi begini? " Tanya Irsyad yang heran ruang kerja yang ia minta tidak seperti yang diinginkannya.
" Justru itu tuan, dari kemarin saya ingin menjelaskannya pada Anda dan nona Arcelia. Karena kebetulan Anda dan Nona memiliki permintaan yang sama yaitu sebuah ruang kerja samping kamar utama, maka saya berinisiatif untuk mengkolaborasikan kedua permintaan kalian tersebut hingga jadilah ruangan itu. " Jelasnya lugas dan tentu saja Arcelia dan Irsyad tercengang mendengarnya.
" Hei apa kau gila? Jadi kau meminta kami untuk bekerja dalam satu ruangan begitu?! " Timpal Arcelia dengan emosi yang bahkan sudah berada di ubun-ubun.
Bayangkan saja, dia akan bekerja sambil berhadapan dengan pria rusuh itu. Yang ada bukannya fokus bekerja, dia malah diganggu atau lebih parahnya mereka malah akan baku hantam didalam sana.
" Iya Nona, bukankah itu akan menyenangkan bagi pasangan baru seperti kalian? Kalian akan saling menyemangati satu sama lain nantinya. " Seloroh orang itu lagi yang membuat keduanya kini naik pitam.
" Dasar gila kau!! " Pekik keduanya seraya memutuskan sambungan telpon tersebut.
" Gila! Ada-ada saja. " Umpat Irsyad setelah melempar ponselnya itu asal.
" Aku tidak mau mengalah ya, aku yang akan tetap memiliki ruangan ini! " Putus Arcelia dengan tak mau tahu.
" Mana bisa seperti itu, aku tidak terima! Bagaimanapun aku juga memiliki hak atas ruangan itu. " Bantah Irsyad menolak pernyataan Arcelia.
" Lalu mau bagaimana sekarang?! " Ujar Arcelia sambil meluruhkan dirinya lemas pada kursi sofa di ruangan tersebut.
Irsyad hanya mengendikan bahunya, tertanda ia juga tak tahu harus melakukan apa sekarang.
......................
Hallo semua.. masih nunggu cerita Arcelia-Irsyad Up gak nih?
Semoga aja masih yaa.. jangan lupa juga dukungannya.
__ADS_1
Terima kasih pada kalian yang udah mau mampir🙏🏻