Mengandung Anak Musuhku

Mengandung Anak Musuhku
32. Memberitahu


__ADS_3

Di tempat Irsyad dimana tadi dia menemukan sebuah barang aneh, dia meraihnya dan membawanya keluar dari kamar mandi. Dengan keadaanya yang masih setengah basah seusai tadi mandi dan hanya menggunakan handuk yang dia lilitkan di pinggangnya, Irsyad duduk dan mengamati benda yang ada ditangannya.


" Benda apa ini? Seperti pernah melihatnya, ah iya! Bukankah ini alat tes kehamilan yaa? Kenapa bisa ada disini? " Gumamnya bertanya-tanya dan dijawab oleh dirinya sendiri sambil masih menelaah benda itu. Dan..


Deg!


Apakah itu mungkin? Benda ini mungkin milik Arcelia, ah benar! Tidak mungkin milik orang lain, sudah pasti benda itu milik istrinya karena tidak mungkin akan ada yang berani menggunakan kamar mandi pribadi milik mereka disini.


" Bukankah kalau seperti ini artinya hasilnya positif ya, jadi Arcelia sekarang sedang hamil? " Ucapnya lagi menyimpulkan sesuai dengan yang dia ketahui.


" Apa!! A..arcelia hamil?! " Pekiknya dengan sangat terkejut ketika menyadari ucapannya sendiri.


" Arcelia hamil, ahahaha.. Benar dia sedang hamil. Dia mengandung anakku sekarang, hahaaha aku masih tidak percaya ini! " Ucap Irsyad dengan tawa keras yang menggambarkan keterkejutan juga rasa bahagianya.


Dia tidak percaya ini, secepat inikah dirinya akan menjadi seorang ayah? Aaah.. Rasanya ada sesuatu yang meledak-ledak didalam rongga dadanya saat ini. Entahlah yang jelas sekarang ada rasa lega juga bahagia yang Irsyad rasakan.


Lega? Ya, dia lega karena akhirnya Arcelia menjadi benar-benar terikat dengannya berkat kehadiran calon anak mereka itu. Jika boleh jujur setelah kejadian di pesta milik Richard waktu itu sebenarnya Irsyad sudah mulai merasa khawatir, karena bagaimanapun selama ini Irsyad tahu bahwa Arcelia tidak pernah tertarik dengan lelaki manapun dan mungkin saja kepada Richard lah Arcelia merasakan ketertarikan untuk pertama kalinya.


Yang ditakutkan Irsyad ialah watak Arcelia yang selama ini selalu mendapatkan dan akan selalu berusaha menggapai apapun yang diinginkannya, tak peduli rintangannya securam apapun. Dan mungkin saja pernikahan mereka ini sekalipun tidak akan berefek apapun jika keinginan dan perasaan Arcelia sudah terlanjur tumbuh semakin besar.


Ah, katakanlah jika Irsyad lebay dan terlalu mendramatisir keadaan, tapi sungguh memang itulah yang Irsyad takutkan dan khawatirkan. Sedangkan untuk alasannya tersendiri Irsyad tidak tahu, kenapa dia harus merasakan itu semua? Dan memangnya kenapa jika Arcelia memilih meninggalkannya? Cemburu'kah dia atau bahkan takut kehilangan? Aa.. Tidak, Irsyad tidak tahu!


Dengan perasaan riang Irsyad melangkah ke ruang ganti, memilih dan memakai pakaian kerjanya sambil bersenandung. Raut ceria dan senyuman lebarnya membuktikan betapa bahagia dan baiknya suasana hatinya saat ini.

__ADS_1


Dan ingat bukan hanya menyingkirkan ketakutannya saja, kabar baik ini tentunya akan menjadi kabar yang paling menggembirakan bagi keluarganya yang memang sudah menanti-nantikan hal ini, terlebih Bundanya. Akhirnya dia bisa memenuhi keinginan dari wanita tercintanya itu, Irsyad jadi merasa tak sabar untuk segera memberitahukan kabar baik ini padanya.


" Bun, aku akan segera memberimu cucu Bun! " Pekiknya dengan diakhiri tawa, lalu dia pun menyambar tas kerjanya dan berlalu pergi meninggalkan kamar dengan langkah riang.


Sebenarnya ingin sekali Irsyad menyampaikan berita ini langsung kepada ibunya, menelponnya atau bahkan menghampirinya secara langsung hanya untuk membicarakan hal ini. Tapi, dia harus menahannya lebih dulu karena ingin mendengar pengakuan Arcelia mengenai ini langsung padanya.


Dan Irsyad juga berpikir bahwa Arcelia lah yang jauh lebih berhak mengumumkannya nanti, dan benar! Lagipula Irsyad kan belum mengetahui apakah hal ini benar atau salah, bisa saja kan testpack tadi memunculkan hasil yang salah atau mungkin juga dugaan Irsyad yang salah. Karena bagaimanapun dia tidak begitu memahami soal seperti itu.


°°°°°


Malam yang larut Arcelia baru saja keluar dari gedung kantornya, pulang dengan mengendarai mobilnya sendiri karena kebetulan hari ini ia membawa mobil sehingga Devin tidak perlu untuk mengantarnya pulang.


Sesampainya di rumah Arcelia langsung saja membersihkan dirinya, entahlah Irsyad berada dimana karena ketika dia masuk ke kamar, Irsyad tidak terlihat di sana mungkin dia sedang diruang kerjanya.


Arcelia menatap pantulan dirinya di cermin ketika sedang mengoleskan krim wajah didepan meja riasnya. Seraya pikirannya kini menerawang kemana-mana, menimbang apakah sebaiknya ia katakan saja sekarang hal itu pada Irsyad? Tapi bagaimana cara ia memberitahukannya nanti, terlebih dia juga rasanya belum siap melihat akan seperti apa reaksi Irsyad nanti.


Bersamaan dengan itu Irsyad keluar dari ruang kerja dan berjalan menghampiri Arcelia.


" Lia, kau sudah pulang? " Serunya basa-basi sungguh sebenarnya ini tidak pernah ia lakukan sebelumnya, tapi entahlah kali ini bibirnya seakan bergerak sendiri ketika mengatakannya.


Deg!


Arcelia kaget mendengar suara itu, apalagi dengan Irsyad yang tiba-tiba muncul disaat dirinya bahkan sedang setengah melamun.

__ADS_1


Bertemu dengan Irsyad begini membuat Arcelia seketika kembali dilanda rasa takut dan khawatir yang semula sempat tersingkirkan sejenak oleh perasaan harunya tadi pagi. Dan kini Arcelia kembali tersadar dan sudah berada di mode over thinking-nya.


" Emh, iya.. " Sahut Arcelia dengan sedikit gemetar.


" Irsyad, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. " Ucap Arcelia setelah beberapa saat lalu diantara mereka hanya ada keheningan.


" Baiklah, aku ingin lihat bagaimana dia akan mengatakannya sekarang. " Ujar Irsyad membatin ketika melihat Arcelia yang terlihat kikuk. Dengan perasaan berdebar nya, Irsyad sudah menunggu momen ini sejak tadi pagi.


Irsyad mengangguk sambil menatap Arcelia sebagai tanda dia mengiyakan perkataan Arcelia barusan.


" Emm... Apa rencana mu untuk kedepannya? " Tanya Arcelia dengan kepercayaan dirinya yang seperti biasa, setelah sebelumnya mengukuhkan hati.


" Lah.. Kenapa dia malah bertanya seperti itu? " Irsyad melongo menatap Arcelia yang membicarakan hal yang diluar dugaannya.


" Maksudku tentang hubungan kita, mau kau bawa kemana kiranya pernikahan ini? " Lanjut Arcelia memperjelas maksud dari ucapannya.


Walaupun dia sendiri tahu pasti akan seperti apa tanggapan Irsyad mengenai pertanyaannya itu, tapi tetap saja rasanya dia ingin mempertanyakannya dan memastikan jawaban Irsyad.


Ya, Irsyad yang tipikal tidak suka bahkan tidak pernah mau membahas dan membicarakan hal-hal seperti ini, juga ingat dia yang tidak bisa untuk diajak serius dan tak pernah bisa ditebak maunya apa menjadi alasan kenapa pembicaraan ini pasti akan berakhir buntu.


" Ck, kau itu bicara apa? Jangan melantur, langsung saja katakan apa yang mau kau bicarakan tadi! " Sahut Irsyad sembari melengos berjalan menjauhi Arcelia, dan lebih memilih mendudukkan dirinya di atas ranjang.


Nah, benarkan tebakan Arcelia, Irsyad pasti menghindar. Ah sudahlah langsung ke intinya saja, lagipula apa sih yang tadi kau pikirkan Arcelia.

__ADS_1


Akhirnya Arcelia pun memilih untuk langsung memberitahu Irsyad perihal kehamilannya itu, tak peduli lagi akan seperti apa reaksi dan tanggapan laki-laki itu nantinya.


......................


__ADS_2