
Selepas acara 4 bulanan Arcelia yang berlangsung cukup meriah dan melelahkan itu, kini matahari sudah nampak terlihat kembali ke peraduannya. Dan karena acaranya yang memang diadakan di rumah kedua mertuanya, jadilah sekarang Arcelia menginap di sana atas permintaan ibu mertuanya yang katanya masih ingin menghabiskan waktu dengannya.
Meski sebenarnya Arcelia ingin pulang dan mempersiapkan beberapa berkas untuk pertemuannya besok pagi, tapi ya sudahlah untuk urusan itu biar besok dia pulang lebih pagi saja ke kediamannya.
" Lia.. " Seru Irsyad memanggil Arcelia yang terlihat sedang sibuk memoleskan pelembab wajahnya didepan meja riasnya. Sedangkan dirinya sendiri, duduk disebuah sofa seraya menatap pergerakan istrinya itu.
" Hmm.. " Sahut Arcelia terlihat tak ingin memberikan reaksi lebih bahkan sedikit menolehkan kepalanya saja dia tidak.
" Ck, setidaknya kau menolehlah sedikit. Aku itu sedang berbicara padamu, kau tidak sopan sekali! Mulai sekarang, kurang-kurangi itu segala kebiasaan buruk dan tingkah minusmu. Aku tidak mau yaa jika nanti anakku lahir dengan mewarisi sifat burukmu itu! " Ujar Irsyad seraya membetulkan posisi duduknya menjadi lebih tegak, tertanda ia memang bicara cukup serius.
" Heh, apa tpidak terbalik?! Bukankah kau yang seharusnya menghentikan segala keanehan-mu, dan bersikaplah dengan wajar dan normal. Kau sama sekali tidak mencerminkan diri sebagai seorang calon ayah! " Tuding Arcelia tak terima, dia juga sudah membalikkan tubuhnya menjadi menghadap Irsyad sejak mendengar perkataan tak mengenakan itu dari mulut suaminya itu.
" Kau tahu! Seharusnya sebelum kau berbicara seperti itu padaku, kaulah yang harus lebih dulu introspeksi diri! Jika pun harus dibandingkan antara aku dan dirimu, jelas kau yang lebih berpotensi membawa pengaruh buruk pada anakku. Bahkan seharusnya aku harus selalu membisikan kata amit-amit pada perutku, setiap kali melihat semua tingkah lakumu itu! " Tambah Arcelia tak kalah tajam dari ucapannya yang pertama, ya begitulah nasib Irsyad sekali menyerang dan bertubi-tubi-lah balasan yang didapatnya.
Sekalipun kesal, Irsyad berusaha untuk menahannya terlebih ketika melihat Arcelia yang juga sama tak nyaman dan sedikit tersinggung dengan ucapannya tadi. Yang meski bermaksud baik, nyatanya kata dan kalimatnya cukup tidak bisa diterima dengan baik mungkin karena kurang pandai nya ia dalam memilih sebuah kata untuk menyampaikannya.
Menghela napas berusaha untuk menyadari situasi, sebenarnya meski bukan hal baru lagi jika terjadi pertikaian dan kesalahpahaman seperti ini diantara mereka. Dan bahkan Irsyad sendiri mengakui jika terkadang ia memang sengaja selalu membuat pertengkaran dengan Arcelia dan menanti-nanti saat dimana Arcelia merasa kesal dan marah karenanya.
Tapi sekarang sedikit berbeda, meski masih terselip rasa ingin mengerjainya dan memancing kemarahannya, Irsyad sedikit demi sedikit sadar harus mulai mengurangi hal itu. Bukan apa-apa, hanya saja dia tahu bahwa hal itu cukup tidak baik dan dapat berdampak buruk pada kandungan dan kondisi psikis Arcelia. Yah.. Walau terkadang jika sudah gatal, dia tetap tak bisa untuk mengendalikannya dan jadilah ia tetap mengganggu ibu hamil cantik itu.
__ADS_1
" Huftt.. Baiklah, baiklah. Kalau begitu mari kita mulai memperbaiki dan mengintrospeksi diri kita masing-masing. Tidak hanya kau atau aku, tapi kita berdua! Mari kita berbenah bersama-sama. " Balas Irsyad dengan bijak seraya berjalan menghampiri Arcelia yang masih duduk menghadap cermin, lalu menepuk-nepuk pelan kedua bahu Arcelia dengan menatap pantulan diri mereka didalam cermin.
Tatapan mata mereka bertemu, namun dengan segera Arcelia memutusnya terlebih dulu. Mengendikkan bahunya dan menepis tangan Irsyad yang masih bertengger di sana.
" Cih, ada angin apa yang melewatimu malam ini. Ah, sudahlah jangan sok dewasa seperti itu! Kalau boleh jujur, kau sama sekali tidak cocok melakukannya barusan. Jadi tidak perlu kau memaksakan dirimu seperti itu! " Tandas Arcelia yang masih kesal ditambah dia geli sendiri dengan perubahan sikap Irsyad yang tidak semestinya itu secara tiba-tiba.
Kembali Irsyad dibuat kesal karena lagi-lagi ucapannya selalu tak pernah bermakna sama dengan yang ia tujukan sebelumnya didepan wanita itu, tapi meski begitu ia juga jadi sedikit mengulum senyum melihat reaksi Arcelia yang terlihat bergidik geli mendengar perkataannya barusan.
Tak lama dari itu Irsyad pun memilih untuk melangkah meninggalkan Arcelia menuju ranjang mereka, dengan posisi tubuh yang setengah berbaring Irsyad kembali berbicara seraya masih menatap kearah dimana sang istri yang saat ini masih setia duduk membelakanginya.
" Besok aku akan pergi ke luar kota, ada beberapa pekerjaan yang harus ku kerjakan di sana. " Beritahu Irsyad yang akhirnya mengatakan inti pembicaraannya pada malam hari ini.
Melihat reaksinya itu Irsyad sedikit terkejut dan menautkan kedua alisnya merasa heran.
" Emm.. Ma..maksudku berapa lama? Ya, berapa lama kau akan pergi? " Lanjut Arcelia ketika menyadari jika reaksinya terlalu berlebihan dan seketika merubah raut wajahnya kembali datar dan seolah acuh tak merasa terusik dengan perkataan Irsyad tadi.
" Untuk itu aku juga belum tahu pasti sih, satu minggu mungkin, atau bahkan mungkin bisa lebih. " Tutur Irsyad santai seraya memiringkan posisi dirinya dan menyangga kepalanya dengan tangan kirinya.
Dia tidak tahu saja apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan oleh wanita didepannya itu kini, Irsyad justru terlihat sangat santai dan sedang memikirkan hal lain yang berkaitan dengan pekerjaannya itu.
__ADS_1
Berbeda dengan Arcelia yang entah mengapa justru mulai merasa khawatir dan ketar-ketir, hal apa yang membuatnya khawatir? Entahlah, yang jelas dia merasa gelisah ketika mendengar bahwa Irsyad akan pergi. Terlebih lagi ketika ia membayangkan akan bagaimana jadinya jika nanti ia berjauhan dengan Irsyad, sedangkan sekarang untuk bisa tidur saja ia begitu bergantung pada suaminya itu.
" O..oh, ada pekerjaan apa memangnya di sana? Apa begitu mendesak? " Tanya Arcelia berusaha keras untuk biasa saja, dia pun melangkah dan mendekat ikut mendudukkan dirinya ditepi ranjang bersebelahan dengan Irsyad.
" Entahlah, selain untuk memantau beberapa perusahaan anak cabang di sana, sepertinya aku juga akan sedikit berlibur dan menghabiskan beberapa waktu bersama teman-temanku di sana. Katanya ada beberapa tempat wisata baru di sana, sekaligus kami juga berencana untuk mendaki salah satu gunung yang cukup terkenal di sana. " Sahut Irsyad panjang lebar menguraikan agenda kegiatannya di sana, dari suara dan mimik wajahnya terlihat sekali dia begitu senang dan riang dengan semua rencananya itu.
" Oh, jadi kau sebenarnya hanya ingin main-main saja di sana? Bilang saja kau itu ingin pergi dan bersenang-senang dengan teman-temanmu itu! Sok-sokan berdalih dengan sebuah pekerjaan! " Ketus Arcelia rasanya semakin kesal saja ia dengan rencana kepergian suaminya itu, dengan alasan pekerjaan saja dia sudah merasa berat dan ini apalagi, ah geram saja rasanya.
......................
Like
Komen
Share
Vote
dan favoritkan yaaa tolong🥺🥺
__ADS_1